Jumat, 30-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Kegiatan Kokurikuler Berintegritas SMKN Jateng di Semarang, Alumni Kenalkan Budaya Kerja Industri kepada Siswa Kelas X

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Kegiatan Kokurikuler Berintegritas SMKN Jateng di Semarang menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai integritas sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai dunia kerja. Kegiatan yang diikuti siswa kelas X tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 09.00–11.45 WIB, bertempat di Aula B Wisma D’Brotojoyo.

Mengusung semangat membangun karakter dan kesiapan menghadapi dunia industri, kegiatan ini menghadirkan dua alumni SMKN Jateng di Semarang yang telah bekerja di perusahaan. Keduanya adalah Unita Inas Permasih dari PT Putra Mitra Gemilang (PMG) dan Muhammad Akbar Alifianto dari PT Asia Pacific Fibers (APF). Melalui pengalaman yang dibagikan, para siswa memperoleh gambaran lebih dekat tentang lingkungan perusahaan, budaya kerja, serta sikap yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki dunia profesional.

Kegiatan ini dirancang dalam dua sesi utama, yakni talkshow bersama alumni dan menggambar poster bertema integritas. Kedua sesi tersebut saling melengkapi: siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan praktis mengenai dunia industri, tetapi juga diajak mengungkapkan pemahaman tentang nilai-nilai integritas melalui karya kreatif.

Talkshow Alumni, Membuka Wawasan Siswa tentang Budaya Kerja Industri

Sesi pertama diisi dengan talkshow bersama alumni. Dalam kesempatan tersebut, Unita Inas Permasih dan Muhammad Akbar Alifianto memperkenalkan profil perusahaan tempat mereka bekerja, termasuk gambaran lingkungan perusahaan, ritme pekerjaan, serta budaya kerja yang diterapkan di masing-masing industri.

Pemaparan company profile PT Putra Mitra Gemilang dan PT Asia Pacific Fibers memberikan pengetahuan awal kepada siswa mengenai karakteristik perusahaan dan dunia kerja yang mungkin akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan. Informasi tersebut menjadi bekal penting agar siswa memiliki gambaran yang lebih realistis tentang tuntutan dan kebiasaan di lingkungan industri.

Selain memperkenalkan perusahaan, kedua alumni juga berbagi pengalaman mengenai proses beradaptasi dengan budaya kerja. Para siswa diajak memahami bahwa memasuki dunia kerja bukan sekadar membutuhkan kemampuan teknis sesuai bidang keahlian, melainkan juga kesiapan mental, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Suasana talkshow berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Siswa mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi langsung dengan narasumber, menyampaikan pertanyaan, serta menggali informasi berdasarkan pengalaman nyata alumni. Interaksi ini menjadi ruang belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas karena siswa dapat memperoleh perspektif langsung dari orang yang telah menjalani kehidupan kerja di perusahaan.

Kehadiran alumni juga memberikan gambaran bahwa perjalanan menuju dunia industri membutuhkan persiapan sejak bangku sekolah. Kebiasaan positif yang dibangun selama mengikuti pembelajaran, praktik, maupun kegiatan sekolah dapat menjadi fondasi ketika siswa harus menyesuaikan diri dengan aturan dan tanggung jawab di tempat kerja.

Menggambar Poster, Menanamkan Nilai Integritas melalui Kreativitas

Setelah sesi talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu menggambar poster bertema menanamkan nilai integritas untuk mewujudkan budaya kerja industri yang unggul.

Dalam sesi ini, siswa kelas X diajak menuangkan gagasan dan pemahaman mereka mengenai integritas melalui karya visual. Tema tersebut mendorong siswa untuk memaknai integritas sebagai nilai yang harus hadir dalam perilaku sehari-hari, baik ketika menjalankan tugas pembelajaran di sekolah maupun kelak saat bekerja di lingkungan industri.

Melalui kegiatan menggambar poster, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga belajar menyampaikan pesan positif. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, konsistensi, dan komitmen terhadap tugas dapat menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan melalui karya mereka.

Kegiatan kreatif ini sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya kerja unggul tidak terbentuk hanya karena adanya peraturan perusahaan atau tuntutan pekerjaan. Budaya tersebut tumbuh dari karakter individu yang mampu menjaga kepercayaan, bekerja secara sungguh-sungguh, serta menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran.

Dengan menggabungkan talkshow dan aktivitas menggambar poster, Kegiatan Kokurikuler Berintegritas SMKN Jateng di Semarang menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan pengetahuan, pengalaman nyata, dan penguatan karakter. Siswa memperoleh wawasan dari alumni sekaligus kesempatan untuk merefleksikan nilai integritas melalui aktivitas yang melibatkan kreativitas mereka.

Alumni Menjadi Jembatan Pengalaman antara Sekolah dan Dunia Industri

Ferry Nor Toha, S.Pd., menyampaikan pandangannya bahwa kehadiran alumni dalam kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam memperluas wawasan mengenai dunia kerja.

“Dengan adanya alumni membuka wawasan dan pengetahuan adik kelasnya tentang dunia kerja di perusahaan,” ungkap Ferry Nor Toha, S.Pd.

Menurutnya, pengalaman alumni dapat menjadi sumber pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Alumni yang pernah menempuh pendidikan di sekolah yang sama memiliki pengalaman yang relevan untuk dibagikan, mulai dari perjalanan setelah lulus hingga proses menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja.

Kehadiran alumni juga memperlihatkan pentingnya hubungan berkelanjutan antara sekolah dan lulusan. Alumni tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah sekolah, tetapi dapat berperan aktif dalam mendukung pembelajaran generasi berikutnya. Pengalaman mereka menjadi jembatan yang menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan dan kenyataan di dunia industri.

Bagi siswa kelas X, informasi yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk mempersiapkan diri lebih awal. Mereka dapat mulai membangun kebiasaan disiplin, meningkatkan kompetensi sesuai bidang keahlian, serta membiasakan diri bersikap jujur dan bertanggung jawab dalam setiap kegiatan.

Membangun Integritas Sejak Bangku Sekolah untuk Menghadapi Dunia Kerja

Kegiatan Kokurikuler Berintegritas SMKN Jateng di Semarang menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis. Pembentukan karakter dan pemahaman terhadap budaya kerja juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Melalui pengalaman yang disampaikan Unita Inas Permasih dan Muhammad Akbar Alifianto, siswa memperoleh gambaran tentang dunia kerja dari sudut pandang praktisi sekaligus alumni. Sementara itu, kegiatan menggambar poster memberikan ruang bagi siswa untuk menginternalisasi nilai integritas melalui kreativitas dan ekspresi gagasan.

Pengalaman belajar semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapan kerja perlu dibangun sejak dini. Kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan karakter yang kuat. Siswa perlu membiasakan diri untuk berkata jujur, menaati aturan, menghargai waktu, menyelesaikan tanggung jawab, serta menjaga kepercayaan yang diberikan.

Pada akhirnya, keberhasilan memasuki dunia industri bukan hanya ditentukan oleh seberapa baik seseorang menguasai pekerjaannya, tetapi juga oleh bagaimana ia menjalankan pekerjaan tersebut dengan sikap dan nilai yang benar. Integritas menjadi fondasi penting untuk membangun pribadi profesional sekaligus menciptakan budaya kerja industri yang unggul.

Melalui kegiatan ini, SMKN Jateng di Semarang terus mendorong pembelajaran yang menghubungkan lingkungan sekolah dengan dunia kerja. Harapannya, siswa tidak hanya memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia industri.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan