SEMARANG – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti Aula B D’Brotojoyo pada Jumat (30/10/2026), saat keluarga besar SMKN Jateng di Semarang menyelenggarakan kegiatan perpisahan purna tugas dan pindah tugas guru. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas dedikasi dua pendidik yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan di SMKN Jateng di Semarang , yakni Solikhah, ST yang memasuki masa purna tugas dan Riska Eko Cahyono, S.Pd yang mendapatkan amanah baru untuk bertugas di SMK Negeri 1 Klego.
Acara tersebut diikuti oleh kepala sekolah, guru, karyawan, serta peserta didik kelas X dan XI. Seluruh warga sekolah hadir untuk memberikan penghormatan sekaligus mengantarkan kedua pendidik menuju babak baru dalam perjalanan pengabdian dan kehidupan mereka. Momen perpisahan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenang kebersamaan, menghargai perjalanan pengabdian, serta mempererat tali silaturahmi keluarga besar sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN Jateng di Semarang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan momen istimewa yang sarat dengan makna emosional bagi seluruh keluarga besar sekolah. Dua pendidik yang dilepas memiliki perjalanan pengabdian dan kontribusi masing-masing yang patut dikenang serta diapresiasi.
“Hari ini adalah momen yang penuh dengan rasa haru bagi keluarga besar SMKN Jateng di Semarang. Kita berkumpul di sini untuk melepas dua sosok pendidik yang telah memberikan kontribusi, dedikasi, dan warna yang luar biasa bagi sekolah kita,” ungkapnya.
Kepada Solikhah, ST yang memasuki masa purna tugas, kepala sekolah menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih atas pengabdian, ilmu, bimbingan, serta kesabaran yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai pendidik. Perjalanan panjang dalam dunia pendidikan tentu menyimpan banyak cerita, perjuangan, dan kenangan yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan sekolah.
“Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan atas segala ilmu, bimbingan, dan kesabaran Ibu selama mengabdi. Dedikasi dan keteladanan Ibu akan selalu menjadi inspirasi bagi kami. Kami mendoakan agar di masa purna tugas ini, Ibu senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan waktu yang berharga bersama keluarga,” tuturnya.
Memasuki masa purna tugas bukan berarti berakhirnya nilai pengabdian seorang pendidik. Ilmu yang telah dibagikan, karakter yang dibentuk, serta keteladanan yang ditunjukkan akan terus hidup melalui generasi yang pernah dididiknya. Jejak pengabdian seorang guru akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan.
Selain melepas guru yang memasuki masa purna tugas, keluarga besar SMKN Jateng di Semarang juga menyampaikan penghormatan kepada Riska Eko Cahyono, S.Pd yang akan melanjutkan tugas di SMK Negeri 1 Klego.
Dalam sambutannya, kepala sekolah mengungkapkan apresiasi atas semangat, inovasi, dan kerja keras yang telah diberikan selama menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri Jateng di Semarang. Perpindahan tugas tersebut dipandang sebagai kesempatan untuk mengembangkan pengalaman dan melanjutkan pengabdian di lingkungan pendidikan yang baru.
“Bapak Riska, terima kasih atas semangat, inovasi, dan kerja keras yang telah diberikan selama berada di SMK Negeri Jateng di Semarang. Kepindahan ini tentu merupakan kehilangan bagi kami, namun kami yakin ini adalah langkah maju untuk karier dan pengabdian Bapak di dunia pendidikan. Semoga di tempat yang baru, Bapak semakin sukses, berkah, dan terus melahirkan generasi-generasi hebat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh warga sekolah apabila selama berinteraksi dan bekerja sama terdapat perkataan maupun perbuatan yang kurang berkenan. Menurutnya, perbedaan tempat tugas tidak seharusnya memutus hubungan kekeluargaan yang telah terbangun selama ini.
“Ketahuilah bahwa meski hari ini raga kita berpisah tempat, tali silaturahmi dan ikatan kekeluargaan di antara kita tidak akan pernah terputus. Selamat jalan, selamat melanjutkan babak baru dalam kehidupan. Doa kami menyertai langkah Bapak dan Ibu,” tambahnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) SMKN Jateng di Semarang, Nofik Nurfitriana, menyampaikan bahwa kegiatan perpisahan purna tugas dan pindah tugas merupakan tradisi positif yang perlu terus dijaga. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam membangun kultur kekeluargaan sekaligus memperkuat etika profesional di lingkungan sekolah.
“Kegiatan perpisahan ini merupakan tradisi yang sangat baik dan esensial untuk menjaga kultur kekeluargaan serta etika profesional di SMKN Jateng di Semarang. Momen ini memiliki dua makna penting bagi ekosistem sekolah,” jelas Nofik.
Ia menjelaskan bahwa pelepasan Solikhah, ST merupakan bentuk penghormatan institusi terhadap perjalanan panjang pengabdian seorang pendidik. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa setiap kontribusi, kerja keras, dan ketulusan dalam menjalankan tugas memiliki nilai yang sangat berarti bagi sekolah.
“Pelepasan purna tugas Ibu Solikhah, ST adalah bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdian panjangnya. Acara ini memberikan validasi emosional bahwa dedikasi beliau selama ini dihargai penuh oleh institusi dan menjadi inspirasi langsung bagi guru-guru yang lebih muda,” ungkapnya.
Sementara itu, perpindahan tugas Riska Eko Cahyono, S.Pd ke SMK Negeri 1 Klego dinilai sebagai bagian dari dinamika pengembangan kualitas pendidikan. Pengalaman, etos kerja, dan inovasi yang diperoleh selama bertugas di SMK Negeri Jateng di Semarang diharapkan dapat dibagikan dan diterapkan di lingkungan sekolah yang baru.
Menurut Nofik, proses perpindahan tugas tenaga pendidik juga memiliki makna lebih luas bagi dunia pendidikan. Pertukaran pengalaman dan penyebaran praktik baik antarlembaga pendidikan dapat menjadi salah satu upaya mendorong pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan SMK di Jawa Tengah.
Kegiatan perpisahan purna tugas dan pindah tugas di SMK Negeri Jateng di Semarang juga memberikan pembelajaran karakter secara langsung kepada peserta didik kelas X dan XI yang hadir mengikuti acara. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar tentang pentingnya menghargai jasa orang lain, menjaga sopan santun, menghormati guru, serta membangun hubungan baik meskipun tidak lagi berada dalam satu lingkungan kerja maupun pendidikan.
Rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan, penyerahan cendera mata sebagai kenang-kenangan, serta penyampaian kata pamit dari guru yang dilepas. Momen kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, musafahah atau saling bersalaman, ramah tamah, dan foto bersama seluruh warga sekolah.
Bagi keluarga besar SMK Negeri Jateng di Semarang, perpisahan bukanlah akhir dari sebuah hubungan, melainkan awal dari perjalanan baru yang tetap terhubung oleh kenangan, persaudaraan, dan doa. Pengabdian seorang guru mungkin memiliki batas waktu dalam sebuah institusi, tetapi nilai ilmu, keteladanan, dan kebaikan yang diwariskan akan terus tumbuh melampaui batas ruang dan waktu.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri Jateng di Semarang menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi penghargaan terhadap pengabdian, solidaritas, profesionalisme, dan kekeluargaan. Sebab, sekolah bukan hanya tempat bekerja dan belajar, tetapi juga rumah bersama yang mempertemukan banyak orang dalam satu tujuan mulia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Selamat memasuki masa purna tugas kepada Ibu Solikhah, ST dan selamat melanjutkan pengabdian di tempat baru kepada Bapak Riska Eko Cahyono, S.Pd. Terima kasih atas segala dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Semoga setiap langkah ke depan senantiasa membawa kebahagiaan, keberkahan, dan kesuksesan. Jarak dan tempat tugas boleh berubah, tetapi silaturahmi keluarga besar SMK Negeri Jateng di Semarang akan selalu terjaga.

Beri Komentar