SEMARANG-Alhamdulillah menggema di lingkungan SMKN 10 Semarang saat Keluarga Besar SMKN10 Semarang mengawali aktivitas pagi dengan Sholat Dhuha berjamaah, Senin pagi. Kegiatan yang berlangsung di area sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter religius sekaligus menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan. Sholat Dhuha dipimpin oleh Imam Mohammad Yunan Setiawan, S.Pd., M.Si., dan dilanjutkan dengan Kultum Pagi yang disampaikan oleh Agus Subiyanto, S.Pd., M.Si., dengan tema “Membangun Antusiasme di Bulan Ramadhan”.
Sejak pukul 07.00 WIB, para guru, tenaga kependidikan, dan siswa telah berkumpul dengan tertib untuk mengikuti ibadah sunnah tersebut. Suasana khusyuk terasa ketika lantunan doa dipanjatkan bersama dengan harapan di setiap lini kehidupan selalu dicukupi oleh Allah SWT. Momentum ini sekaligus menjadi pembuka aktivitas belajar mengajar dengan semangat spiritual yang lebih kuat.
Imam Sholat Dhuha, Mohammad Yunan Setiawan, menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi seluruh warga sekolah. “Alhamdulillah, pagi ini kita bisa memulai hari dengan ibadah. Semoga setiap langkah dan aktivitas kita di sekolah ini selalu mendapatkan keberkahan dan dicukupi oleh Allah SWT,” ujarnya usai pelaksanaan sholat berjamaah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Kultum Pagi yang disampaikan oleh Agus Subiyanto. Dalam tausiyahnya, ia membuka dengan salam dan ungkapan syukur. “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, puji syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan yang telah diberikan, yaitu limpahan nikmat, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita dapat dipertemukan pada Ramadhan tahun ini,” tuturnya di hadapan jamaah Sholat Dhuha yang dirahmati Allah SWT.
Dalam kultumnya, Agus mengangkat pentingnya membangun antusiasme ibadah di bulan Ramadhan. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa. “Kita telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan di mana kita dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan amal shalih kita. Namun seringkali kita merasa kurang antusias dan motivasi dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan,” ungkapnya.
Menurutnya, menyambut bulan Ramadhan bukan soal mengikuti tren suasana bulan puasa, melainkan tentang kesiapan mental dalam menjalaninya. Ia menjelaskan secara umum ada tiga cara orang menyikapi datangnya bulan suci. “Ada yang menganggap sebagai rutinitas tahunan biasa, ada yang merasa terbebani karena keterbatasan aktivitas fisik, dan ada yang menyambutnya dengan antusiasme tinggi karena dorongan iman,” jelas Agus.
Ia kemudian mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan pertanyaan penting tentang bagaimana membangun antusiasme di bulan Ramadhan. Agus memaparkan empat langkah utama yang dapat dilakukan. Pertama, memahami bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Dengan memahami keutamaan dan keistimewaannya, motivasi beribadah akan tumbuh secara alami.
Kedua, memiliki tujuan yang jelas dalam menjalani ibadah. “Apakah kita ingin meningkatkan kualitas shalat kita? Apakah kita ingin memperbanyak bacaan Al-Quran? Atau apakah kita ingin meningkatkan sedekah kita? Dengan memiliki tujuan yang jelas, kita dapat fokus dan meningkatkan antusiasme kita,” katanya.
Ketiga, mencari lingkungan yang mendukung. Agus menekankan pentingnya bergaul dengan orang-orang yang shalih dan memiliki semangat tinggi dalam beribadah. Lingkungan yang positif dinilai mampu mendorong konsistensi dan semangat dalam menjalankan amal ibadah.
Keempat, senantiasa mengingat bahwa Allah SWT selalu melihat dan mendengar setiap perbuatan hamba-Nya. “Dengan selalu mengingat Allah, kita dapat meningkatkan rasa takut dan harap kepada-Nya, sehingga kita dapat meningkatkan antusiasme dalam menjalani ibadah,” ujarnya.
Menutup kultumnya, Agus mengajak seluruh warga sekolah untuk senantiasa berdoa memohon kekuatan kepada Allah SWT. “Akhirnya, kita harus selalu berdoa kepada Allah untuk meminta bantuan dan kekuatan dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita dapat membangun antusiasme di bulan Ramadhan dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Aamiin,” pungkasnya.
Kepala sekolah yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan Sholat Dhuha berjamaah dan kultum rutin dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa. “Kegiatan ini bukan hanya membentuk kedisiplinan spiritual, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan kegiatan yang diawali Alhamdulillah Selamat Pagi dan ibadah bersama, Keluarga Besar SMKN10 Semarang menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri. Harapannya, semangat yang dibangun melalui Sholat Dhuha berjamaah dan Kultum Pagi ini mampu menginspirasi seluruh warga sekolah untuk menjalani bulan suci dengan antusiasme, keikhlasan, dan peningkatan kualitas ibadah dalam setiap aspek kehidupan.
Penulis : Muhammad Suparjo, Guru PAI SMK Negeri 10 Semarang









Mantap jalan terus Istiqomah dalam jalan kebenaran 👍❤️🙏
Menyala🔥
alhamdulillah….
Beri Komentar