BEKASI – Komitmen mencetak lulusan siap kerja terus ditunjukkan SMKN Jawa Tengah di Semarang melalui program magang kerja bagi siswa kelas XII. Pada Rabu, 1 April 2026, sekolah tersebut melaksanakan kegiatan Penyerahan Siswa Magang Kerja yang berlangsung di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata sekolah dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri.
Dalam kegiatan tersebut, satu siswa atas nama Eka Nur Anjani secara resmi diserahkan kepada pihak perusahaan PT. Daya Mitra Tekindo untuk mengikuti program magang kerja. Prosesi penyerahan dilakukan secara langsung dan diterima oleh perwakilan perusahaan, Sahid. Momen tersebut juga didokumentasikan sebagai bentuk bukti kerja sama antara sekolah dan industri dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa.
Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) SMKN Jateng di Semarang, Zanuar, menyampaikan bahwa program magang kerja ini merupakan lanjutan dari kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang sebelumnya telah dijalani siswa. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman yang lebih mendalam bagi siswa dalam menghadapi dunia kerja sesungguhnya.
“Dengan dilaksanakan Program Magang Kerja bagi kelas XII, siswa akan mendapatkan pengalaman kerja yang lebih maksimal setelah melaksanakan Prakerin. Setelah melaksanakan Magang Kerja, selanjutnya akan dilanjutkan proses rekrutmen di perusahaan tersebut, dan itu sesuai dengan hasil tracer study siswa yang akan bekerja setelah lulus sekolah,” ujar Zanuar.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap profesional dan kesiapan mental siswa dalam menghadapi tuntutan dunia industri. Dengan demikian, lulusan SMKN Jateng di Semarang diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu langsung terserap di dunia kerja.
Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas kerja keras para guru yang terus mendampingi siswa hingga ke tahap magang kerja. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan di SMK adalah menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja hebat Bapak dan Ibu Guru SMKN Jateng di Semarang. Tujuan SMK adalah mencetak lulusan yang kompeten dan terserap di dunia kerja,” ungkap Ardan.
Lebih lanjut, Ardan juga menyoroti pentingnya pemahaman terkait dasar hukum dalam pelaksanaan magang kerja bagi siswa. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pemagangan memiliki landasan yang jelas dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
“Pasal 1 angka 26 UU No. 13/2003 menyebutkan bahwa anak adalah setiap orang yang berumur di bawah 18 tahun. Sedangkan Pasal 1 angka 11 menjelaskan bahwa pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan magang kerja di SMKN Jateng di Semarang telah dirancang sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga tetap menjamin keamanan, pembelajaran, dan hak-hak siswa selama menjalani program tersebut.
Kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dengan PT. Daya Mitra Tekindo menjadi salah satu contoh sinergi positif antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Melalui kolaborasi ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja nyata, tetapi juga membuka peluang besar untuk direkrut sebagai tenaga kerja setelah lulus.
Kegiatan penyerahan siswa magang ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak siswa yang memperoleh kesempatan untuk belajar langsung di industri. Dengan demikian, visi SMKN Jateng di Semarang sebagai sekolah vokasi unggulan yang mampu mencetak lulusan siap kerja dapat terus terwujud secara nyata.

Beri Komentar