SEMARANG – SMKN Jawa Tengah di Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan siap kerja melalui kemitraan strategis dengan dunia industri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan perekrutan magang oleh PT Komatsu Indonesia yang digelar pada Kamis, 2 April 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan sekolah dalam menghubungkan siswa dengan kebutuhan riil industri melalui skema link and match.
Kegiatan rekrutmen diawali dengan pelaksanaan psikotest sebagai tahap awal seleksi. Sebanyak 13 siswa mengikuti tes tersebut, terdiri atas 9 siswa dari kompetensi keahlian Teknik Pemesinan dan 4 siswa dari Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Pelaksanaan psikotest dilakukan di laboratorium komputer jurusan Teknik Pemesinan dengan pengawasan langsung dari pihak perusahaan melalui sistem conference online.
Sejak awal pelaksanaan, suasana tes berlangsung tertib dan penuh konsentrasi. Para peserta tampak serius mengerjakan soal demi soal yang disajikan sebagai bagian dari proses seleksi yang ketat. Psikotest ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kesiapan mental, kemampuan logika, serta karakter siswa sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Zanuar, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes secara daring merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus upaya meningkatkan efisiensi proses rekrutmen. “Kami memfasilitasi pelaksanaan psikotest di lab komputer sekolah dengan pengawasan langsung dari pihak industri melalui conference online. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan industri berjalan sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, siswa yang dinyatakan lolos pada tahap psikotest akan melanjutkan ke seleksi berikutnya, yakni tes fisik, wawancara, dan medical check up (MCU). Rangkaian tahapan tersebut akan menjadi penentu akhir sebelum siswa dinyatakan diterima untuk mengikuti program magang di perusahaan tersebut.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Laely Rohmatin Apriliani, menuturkan bahwa kegiatan rekrutmen ini merupakan bagian dari program Komatsu Class, yaitu kerja sama antara PT Komatsu Indonesia dengan SMKN Jawa Tengah di Semarang dalam bentuk kelas industri. Program tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan kompetensi teknis sekaligus nilai-nilai kerja khas industri.
“Melalui Komatsu Class, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga soft skill dan budaya kerja industri selama tiga tahun. Sebelumnya, guru kami juga mengikuti program magang di Komatsu, lalu hasilnya diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setelah menyelesaikan pembelajaran dalam Komatsu Class, siswa diberikan kesempatan mengikuti rekrutmen untuk menjadi bagian dari tenaga kerja di perusahaan tersebut. Hal ini menjadi bukti nyata kesinambungan antara proses pendidikan dan kebutuhan industri.
Program kemitraan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 12 siswa berhasil lolos seleksi dan diterima magang di PT Komatsu Indonesia. Capaian tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi peserta seleksi tahun ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Kepala sekolah, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas kepercayaan yang terus diberikan oleh pihak industri kepada para siswa. Ia menilai keterlibatan langsung perusahaan dalam proses rekrutmen menjadi indikator meningkatnya kualitas lulusan sekolah.
“Kami sangat senang dan bangga karena anak-anak kami dilirik oleh industri besar seperti PT Komatsu Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki siswa sudah sesuai dengan standar industri,” ungkapnya.
Menurutnya, sekolah akan terus berupaya menjaga kualitas pembelajaran serta meningkatkan keterampilan siswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Program link and match menjadi strategi utama dalam memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap secara praktik.
Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta seleksi. Salah satu siswa dari jurusan Teknik Pemesinan mengaku bersemangat mengikuti proses psikotest. “Ini kesempatan besar bagi kami untuk belajar langsung di dunia industri. Saya sudah berusaha maksimal saat psikotest tadi,” katanya.
Hal serupa disampaikan peserta dari jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik yang berharap dapat lolos hingga tahap akhir. Ia menilai proses seleksi ini sebagai pengalaman berharga sekaligus ajang pembuktian diri. “Saya ingin menunjukkan kemampuan terbaik agar bisa bersaing dan mendapatkan kesempatan magang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMKN Jawa Tengah di Semarang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga aktif menjembatani siswa dengan dunia industri. Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan semakin banyak lulusan yang terserap di dunia kerja serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Beri Komentar