Kamis, 16-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Khidmat dan Penuh Makna, Sholat Dhuhur Berjamaah di SMK Negeri 10 Semarang Teguhkan Spirit Ramadhan 2026

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti Aula SMK Negeri 10 Semarang pada Selasa, 03 Maret 2026. Ratusan siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan Sholat Dhuhur Berjamaah yang digelar sebagai bagian dari pembinaan karakter dan spiritual di bulan suci Ramadhan 2026. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Imam Suhermawan, sementara kultum disampaikan oleh Helmi Yuhdana.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 10 Semarang itu dimulai tepat setelah waktu Dhuhur tiba. Para siswa tampak memenuhi ruangan dengan tertib, mengenakan seragam sekolah dan sebagian telah membawa perlengkapan ibadah masing-masing. Guru-guru turut bergabung dalam saf, menunjukkan kebersamaan dan keteladanan di hadapan para peserta didik.

Bertindak sebagai imam, Suhermawan memimpin jalannya Sholat Dhuhur Berjamaah dengan penuh ketenangan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan terdengar merdu dan menambah kekhusyukan suasana. Seusai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Helmi Yuhdana.

Dalam tausiyahnya, Helmi Yuhdana mengingatkan pentingnya meyakini bahwa setiap syariat yang ditetapkan Allah SWT pasti mengandung hikmah dan manfaat, meskipun tidak seluruhnya mampu dijangkau oleh akal manusia. “Sebagai orang mukmin, kita harus percaya bahwa semua yang disyariatkan oleh Allah kepada manusia pastilah mengandung hikmah dan manfaat di dalamnya, walaupun tidak semuanya dapat diungkap oleh akal kita yang terbatas,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa salah satu syariat yang tengah dijalankan umat Islam saat ini adalah ibadah puasa Ramadhan. Menurutnya, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembentukan ketakwaan. Helmi mengutip firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.”

“Puasa adalah jalan untuk menggapai derajat takwa. Ketika seseorang mampu mencapai derajat itu, maka ia akan mudah menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Helmi menyebut Ramadhan sebagai madrasah tarbiyah atau bulan pendidikan. Ia mengibaratkan Ramadhan 2026 sebagai ‘sekolah bagi hati’ yang memberikan kesempatan kepada setiap muslim untuk memperbaiki diri. “Ramadhan mendidik kita agar mampu mengendalikan hawa nafsu, menahan amarah, menjaga ucapan, serta membersihkan hati dari iri dan dengki. Ini adalah momen untuk memperbaiki kualitas diri,” katanya.

Dalam aspek spiritual, ia menjelaskan bahwa puasa melatih keikhlasan dan kejujuran, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat. “Ketika kita berpuasa, hanya Allah yang benar-benar tahu apakah kita menahan diri atau tidak. Di situlah letak pendidikan kejujuran yang luar biasa,” ungkap Helmi.

Selain sisi spiritual, ia juga memaparkan manfaat puasa dari segi kesehatan. Menurutnya, puasa memberi kesempatan bagi organ tubuh untuk beristirahat dan melakukan proses detoksifikasi. “Saat berpuasa, sistem pencernaan beristirahat. Energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan, dialihkan untuk memperbaiki sel-sel tubuh dan meningkatkan daya tahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa puasa dapat membantu membersihkan racun dalam tubuh, meremajakan sel, memperbaiki fungsi hormon, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental. “Allah telah menciptakan manusia dengan kemampuan terapi alamiah. Puasa menjadi salah satu sarana untuk mengoptimalkan potensi tersebut,” tuturnya.

Dari sisi sosial ekonomi, Helmi menekankan bahwa puasa menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama. Ketika seseorang merasakan lapar, ia akan lebih mudah memahami penderitaan orang lain yang kekurangan. Ia mengutip riwayat dari Ibnu Abbas mengenai kedermawanan Rasulullah SAW di bulan Ramadhan. “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan,” katanya.

“Puasa mendorong kita untuk berbagi dan saling membantu. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton dalam geliat ekonomi Ramadhan. Umat Islam harus mampu memaksimalkan peluang ekonomi secara produktif dan beretika,” tambahnya.

Helmi juga menyampaikan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, seperti dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya setan-setan sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Di bulan ini, pintu kebaikan terbuka lebar. Allah memudahkan hamba-Nya untuk beramal. Kalau masih ada yang berbuat maksiat, bisa jadi itu karena hawa nafsunya sendiri yang tidak dikendalikan,” tegasnya.

Ia pun menyinggung keutamaan malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. “Seribu bulan setara kurang lebih 83 tahun. Itu usia yang belum tentu kita capai. Maka jangan sia-siakan kesempatan Ramadhan tahun ini,” pesannya.

Di akhir kultum, Helmi mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan 2026. Ia mengingatkan agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, sedekah, qiyamul lail, serta berbagai amal kebaikan lainnya. “Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharap ridha Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai investasi amal untuk akhirat,” pungkasnya.

Kegiatan Sholat Dhuhur Berjamaah tersebut menjadi bagian dari upaya SMK Negeri 10 Semarang dalam membangun karakter religius siswa. Dengan menghadirkan kultum yang sarat makna, sekolah berharap nilai-nilai spiritual tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Helmi Yuhdana. Para siswa kemudian kembali ke kelas masing-masing dengan tertib. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan warga sekolah selama bulan suci Ramadhan.

Penulis : Muhammad Suparjo, Guru PAI SMK Negeri 10 Semarang

3 Komentar

mohammad suparjo
Selasa, 3 Mar 2026

Mantap Pak Helmy….. Calon Dai ganteng masa Depan 👍🙏❤️

Balas
Suhermawan, S.Pd.
Selasa, 3 Mar 2026

Cocok sebagai Khotib Jum’at 👍

Balas
Hesti
Rabu, 4 Mar 2026

SMK N 10 Semarang makin oke 👍

Balas

Beri Komentar

Tinggalkan Balasan ke Suhermawan, S.Pd. Batalkan balasan