Semarang – SMKN Jateng di Semarang terus memperkuat kualitas pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Siswa SMKN Jateng di Semarang yang digelar pada Rabu, 22 Juli 2026 di Ruang AVA SMKN Jateng di Semarang. Rapat tersebut diikuti seluruh guru pembimbing PKL sebagai langkah menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan seluruh peserta didik yang menjalani PKL memperoleh pendampingan secara optimal selama berada di dunia industri.
Kegiatan koordinasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan PKL yang merupakan salah satu program strategis pendidikan vokasi. Melalui PKL, peserta didik memperoleh kesempatan belajar secara langsung di dunia kerja sehingga mampu mengembangkan kompetensi teknis, etos kerja, kemampuan beradaptasi, hingga memahami budaya industri yang sesungguhnya.
Koordinator PKL SMKN Jateng di Semarang, Agista Rizki Dermara, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan PKL tahun ini melibatkan 22 guru pembimbing, 117 siswa, serta bekerja sama dengan 47 mitra dunia industri yang tersebar di berbagai bidang usaha sesuai kompetensi keahlian peserta didik.
Agista menjelaskan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan untuk memastikan seluruh proses pembimbingan berjalan sesuai rencana dan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama terhadap mekanisme pelaksanaan PKL.
“Koordinasi ini kami laksanakan untuk memastikan pembimbingan siswa selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kami juga ingin memperkuat peran guru pembimbing dalam menjalin kerja sama yang berkelanjutan dengan dunia industri serta menyamakan persepsi mengenai prosedur yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh siswa selama mengikuti PKL,” ujar Agista Rizki Dermara.
Menurutnya, guru pembimbing memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya bertugas memantau perkembangan peserta didik, tetapi juga menjadi penghubung utama antara sekolah dengan perusahaan atau instansi tempat siswa melaksanakan PKL. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dengan mitra industri harus terus dibangun agar kerja sama yang telah terjalin dapat berlangsung secara berkesinambungan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa guru pembimbing merupakan representasi sekolah ketika berinteraksi dengan dunia industri. Karena itu, profesionalisme, komunikasi, dan komitmen guru pembimbing menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan mitra.
“Guru pembimbing adalah perwakilan sekolah yang berhubungan langsung dengan mitra industri. Oleh karena itu, saya meminta seluruh guru pembimbing untuk membangun komunikasi yang baik, menjaga nama baik sekolah, sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan pendampingan yang maksimal selama melaksanakan PKL,” tegas Ardan.
Ia juga mengingatkan agar setiap guru melakukan evaluasi terhadap dokumen kerja sama yang telah dimiliki sekolah dengan masing-masing mitra industri. Menurutnya, keberlanjutan kemitraan harus terus dijaga melalui administrasi yang tertib dan komunikasi yang intensif.
“Silakan dicek kembali Memorandum of Understanding (MoU) dengan masing-masing industri, apakah masih berlaku atau sudah berakhir. Jika sudah kedaluwarsa, segera lakukan penjajakan untuk melanjutkan kerja sama sehingga hubungan baik yang selama ini terbangun tetap dapat dipertahankan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardan menekankan bahwa keberhasilan program PKL tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan di industri, tetapi juga dari kualitas pendampingan yang diberikan kepada peserta didik. Menurutnya, guru pembimbing harus hadir sebagai pembina sekaligus motivator yang memastikan siswa mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran di dunia kerja dengan baik.
“Kawal anak-anak dengan baik selama mereka melaksanakan PKL di industri. Pastikan mereka memperoleh pengalaman belajar yang positif, menjaga kedisiplinan, mematuhi aturan perusahaan, serta mampu menunjukkan sikap profesional sebagai peserta didik SMKN Jateng di Semarang,” pesannya.
Rapat koordinasi berlangsung secara interaktif. Para guru pembimbing membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan PKL, mulai dari mekanisme pembimbingan, prosedur monitoring, komunikasi dengan pembimbing industri, sistem pelaporan kegiatan siswa, hingga langkah-langkah penanganan apabila ditemukan kendala selama pelaksanaan PKL.
Selain menyamakan persepsi mengenai prosedur yang harus dijalankan peserta didik, forum tersebut juga menjadi sarana berbagi pengalaman antarguru dalam membangun hubungan yang produktif dengan mitra industri. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru lain sehingga kualitas pembimbingan semakin merata di seluruh lokasi PKL.
Kerja sama dengan 47 dunia industri yang telah terjalin menunjukkan semakin luasnya jejaring kemitraan SMKN Jateng di Semarang dalam mendukung pembelajaran berbasis dunia kerja. Kemitraan tersebut menjadi modal penting dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus memperkuat implementasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.
Melalui rapat koordinasi ini, SMKN Jateng di Semarang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan PKL melalui sinergi antara sekolah, guru pembimbing, peserta didik, dan dunia industri. Dengan koordinasi yang matang, pendampingan yang optimal, serta kemitraan yang terus diperkuat, program PKL diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa sekaligus menghasilkan lulusan yang siap kerja, berkarakter, dan mampu bersaing di dunia industri.

Beri Komentar