Jumat, 21-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Politeknik Pekerjaan Umum Paparkan Pemetaan Infrastruktur Berkelanjutan dan Pasang Tanda Evakuasi di SMK Negeri Jawa Tengah

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Politeknik Pekerjaan Umum (Politeknik PU) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 di SMK Negeri Jawa Tengah, Semarang, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall, Gedung Pembelajaran Lantai 3, tersebut diisi dengan paparan hasil pemetaan kondisi bangunan dan lingkungan sekolah serta aksi pemasangan tanda evakuasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai infrastruktur berkelanjutan.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses identifikasi dan pemetaan kondisi eksisting bangunan serta lingkungan di SMK Negeri Jawa Tengah. Melalui kegiatan ini, Politeknik PU mendorong terciptanya lingkungan sekolah dan asrama yang aman, nyaman, sehat, sekaligus berkelanjutan. Selain memberikan pemahaman secara akademis, kegiatan juga diarahkan agar siswa memiliki kesadaran mengenai pentingnya perilaku dalam menggunakan, merawat, dan menjaga keberlanjutan infrastruktur.

Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Politeknik PU yang telah memilih SMK Negeri Jawa Tengah sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada Politeknik Pekerjaan Umum yang telah memilih sekolah kami sebagai tempat Pengabdian kepada Masyarakat. Hasil kajian dari Tim Politeknik PU terkait infrastruktur yang berkelanjutan sangat penting bagi SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang,” ujar Ardan.

Menurutnya, hasil pemetaan dan kajian yang dilakukan tim Politeknik PU dapat menjadi masukan penting bagi sekolah dalam memahami kondisi lingkungan dan bangunan yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran maupun kehidupan siswa di asrama.

Sementara itu, sambutan dari Politeknik PU disampaikan oleh Dr. Yudha Pracastino Heston, S.T., M.T. Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak SMK Negeri Jawa Tengah yang telah membuka ruang kerja sama dan mendukung pelaksanaan kegiatan PKM.

Yudha menekankan bahwa keberlanjutan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang menggunakan dan merawatnya.

“Bagaimana perilaku kita terhadap infrastruktur itu penting. Dan bagaimana menjaga sustainable bangunan juga penting,” kata Yudha.

Ia menjelaskan, pemahaman mengenai infrastruktur berkelanjutan perlu dikenalkan sejak dini, termasuk kepada para siswa sekolah menengah kejuruan. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui fungsi suatu bangunan atau fasilitas, tetapi juga memahami cara menggunakan dan menjaganya agar dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan hasil pemetaan dan aksi pemasangan tanda evakuasi pada bangunan gedung. Materi tersebut menjadi bagian utama kegiatan PKM dengan sasaran meningkatkan pemahaman siswa SMK Negeri Jawa Tengah mengenai aspek keselamatan bangunan, keberlanjutan infrastruktur, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Paparan dari Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung Politeknik PU disampaikan oleh Mariana Wulandari, S.T., M.T.; Dr. Yudha Pracastino Heston, S.T., M.T.; Masmi’an Mahida, S.Kom., M.P.W.K.; dan Siti Usarofah, S.T., M.T.

Tim tersebut menyampaikan hasil pemetaan yang berkaitan dengan kondisi bangunan dan lingkungan sebagai dasar untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya infrastruktur yang aman dan berkelanjutan. Pemetaan juga menjadi bagian dari upaya untuk mengenali kebutuhan penunjang keselamatan di lingkungan sekolah.

Selain dari Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung, materi juga disampaikan oleh dosen Program Studi Teknologi Konstruksi Bangunan Air Politeknik PU, yakni Marsellus Desmiano Duapadang, S.T., M.T., dan Tia Hetwisari, S.T., M.T. Paparan berikutnya disampaikan oleh Fanny Tri Novitasari Siregar, S.T., M.T., dari Program Studi Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan Politeknik PU.

Keterlibatan sejumlah program studi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman infrastruktur berkelanjutan diberikan melalui perspektif yang lebih luas. Infrastruktur sekolah dipandang sebagai satu kesatuan yang membutuhkan perencanaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengelolaan secara berkelanjutan.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah aksi pemasangan tanda evakuasi pada bangunan gedung. Keberadaan tanda evakuasi di lingkungan sekolah memiliki fungsi penting sebagai petunjuk bagi penghuni bangunan untuk mengenali jalur penyelamatan ketika terjadi kondisi darurat.

Pemasangan tanda tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengetahui jalur evakuasi sebelum terjadi keadaan darurat. Dengan demikian, aspek keselamatan tidak hanya menjadi informasi yang disampaikan dalam ruang kelas, tetapi dapat dipahami melalui kondisi nyata di lingkungan sekolah.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Pekerjaan Umum Tahun 2026, Tim Komunikasi Publikasi dan PPID Politeknik PU, Kepala SMK Negeri Jawa Tengah, tim akademisi SMK Negeri Jawa Tengah, serta siswa kelas XI SMK Negeri Jawa Tengah.

Selain pemaparan hasil kajian dan pemasangan tanda evakuasi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana secara simbolis kepada SMK Negeri Jawa Tengah. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Pekerjaan Umum, Syamsul Bahri, S.Si., M.T., kepada Kepala SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang.

Penyerahan bantuan menjadi bagian dari rangkaian dukungan Politeknik PU terhadap lingkungan pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemetaan dan sosialisasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan pendidikan.

Melalui PKM Tahun 2026 ini, Politeknik PU menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun pemahaman mengenai infrastruktur berkelanjutan. Siswa sebagai generasi yang kelak terlibat dalam pembangunan diharapkan mampu memahami bahwa keberlanjutan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan dan konstruksi, tetapi juga oleh cara manusia menggunakan dan memeliharanya.

Kegiatan di SMK Negeri Jawa Tengah tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenali kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Dengan pemetaan, penyampaian materi, pemasangan tanda evakuasi, serta dukungan sarana dan prasarana, kegiatan PKM diharapkan mampu memperkuat budaya keselamatan dan kepedulian terhadap keberlanjutan infrastruktur di lingkungan sekolah.

Pada akhirnya, pemahaman mengenai infrastruktur berkelanjutan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan tidak hanya membutuhkan bangunan yang baik, tetapi juga membutuhkan warga sekolah yang memiliki pengetahuan, kepedulian, serta tanggung jawab dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur secara tepat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan