SEMARANG — Selasa, 15 September 2026, sebanyak 24 siswa kelas XI Teknik Konstruksi dan Perumahan melaksanakan praktik pekerjaan pembesian di Bengkel Teknik Konstruksi dan Perumahan. Kegiatan yang didampingi guru, Fatkur Rohman, S.E., S.Pd., M.Pd., Gr., menjadi bagian dari pembelajaran vokasi dalam rangka mempersiapkan siswa menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Praktik pekerjaan pembesian dilaksanakan sebagai pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan teknik konstruksi secara langsung. Melalui kegiatan di bengkel, siswa tidak hanya mempelajari prosedur pekerjaan, tetapi juga dibiasakan bekerja dengan memperhatikan ketelitian, kerapian, serta kesesuaian hasil pekerjaan.
Dalam pelaksanaannya, siswa terlibat secara langsung dalam proses praktik dengan tetap memperhatikan pembagian tugas dan kerja sama antarsiswa. Suasana pembelajaran di bengkel dirancang untuk mendekatkan pengalaman belajar siswa dengan kondisi pekerjaan yang akan mereka hadapi ketika memasuki lingkungan kerja maupun melaksanakan PKL.
Pendampingan guru menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Guru memberikan arahan agar siswa memahami bahwa pekerjaan konstruksi membutuhkan kecermatan dalam setiap tahapan. Kesalahan dalam pengukuran, penempatan, maupun pengerjaan dapat memengaruhi kesesuaian hasil pekerjaan sehingga sikap teliti menjadi salah satu kebiasaan yang perlu dibangun sejak berada di bangku sekolah.
Fatkur Rohman, S.E., S.Pd., M.Pd., Gr., selaku guru pendamping, menekankan pentingnya ketelitian, kerapian, dan kesesuaian dalam melaksanakan pekerjaan pembesian.
“Ketelitian, kerapian dan kesesuaian menjadi hal penting dalam melaksanakan pekerjaan pembesian.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siswa bahwa keterampilan vokasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan peralatan dan menyelesaikan pekerjaan secara teknis. Lebih dari itu, seorang calon tenaga kerja perlu memiliki kebiasaan bekerja secara cermat, tertib, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan yang dilakukan.
Kegiatan praktik juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan karakter disiplin. Setiap pekerjaan membutuhkan kesiapan, kepatuhan terhadap arahan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan tugas. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat terbawa ketika siswa melaksanakan PKL dan berinteraksi dengan lingkungan kerja yang memiliki tuntutan serta tanggung jawab yang lebih nyata.
Selain disiplin, kerja sama menjadi nilai penting yang terlihat dalam proses pembelajaran di bengkel. Pekerjaan konstruksi pada praktiknya tidak selalu dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan koordinasi dengan orang lain. Karena itu, pengalaman bekerja bersama teman menjadi latihan bagi siswa untuk berkomunikasi, saling membantu, dan menyelesaikan pekerjaan sebagai bagian dari sebuah tim.
Jumlah peserta sebanyak 24 siswa memberikan ruang bagi mereka untuk memperoleh pengalaman praktik secara bersama-sama. Angka tersebut bukan sekadar jumlah peserta, tetapi menggambarkan kesempatan pembelajaran yang melibatkan seluruh siswa dalam pengalaman kerja berbasis praktik. Setiap siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat memperkuat keterampilan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum terjun ke lingkungan PKL.
Pembelajaran di bengkel juga menghadirkan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran yang sepenuhnya berlangsung di ruang kelas. Siswa berhadapan langsung dengan pekerjaan, peralatan, material, serta situasi yang menuntut koordinasi dan konsentrasi. Pengalaman semacam ini membantu siswa memahami hubungan antara pengetahuan yang dipelajari dengan penerapannya dalam pekerjaan konstruksi.
Dari sisi kesiapan kerja, praktik pembesian menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi siswa Teknik Konstruksi dan Perumahan. Kemampuan teknis perlu berjalan beriringan dengan sikap kerja yang baik. Ketelitian dalam menyelesaikan pekerjaan, kerapian hasil, kesesuaian dengan ketentuan pekerjaan, serta tanggung jawab terhadap tugas merupakan kebiasaan yang relevan untuk dibawa ke dunia kerja.
Nilai kepedulian sosial juga dapat dikembangkan melalui aktivitas praktik secara berkelompok. Siswa belajar bahwa keberhasilan suatu pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi, tetapi juga oleh kesediaan untuk memperhatikan kebutuhan dan keselamatan rekan kerja, membantu ketika diperlukan, serta menjaga lingkungan kerja tetap tertib.
Bagi siswa, pengalaman praktik memberikan kesempatan untuk mengenali kemampuan diri secara lebih nyata. Ketika mampu menyelesaikan tugas melalui proses yang terarah, siswa dapat membangun kepercayaan diri sekaligus memahami bahwa keterampilan membutuhkan latihan yang konsisten. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting ketika mereka nantinya menghadapi situasi kerja yang sesungguhnya selama PKL.
Praktik pekerjaan pembesian dengan demikian tidak berhenti pada pencapaian keterampilan teknis semata. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan vokasi yang mengintegrasikan kompetensi, karakter, kerja sama, dan tanggung jawab dalam satu pengalaman pembelajaran. Siswa dipersiapkan agar tidak hanya mampu mengerjakan suatu pekerjaan, tetapi juga memahami pentingnya kualitas proses dan sikap selama bekerja.
Melalui kegiatan praktik yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa XI Teknik Konstruksi dan Perumahan diharapkan semakin siap memasuki tahap PKL dengan bekal keterampilan dan karakter kerja yang lebih kuat. Pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu upaya menghadirkan pendidikan vokasi yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja, sekaligus menumbuhkan pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pada akhirnya, praktik pekerjaan pembesian menjadi bagian dari perjalanan siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja secara lebih matang. Ketelitian, kerapian, kesesuaian, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab diharapkan tidak hanya menjadi nilai dalam kegiatan praktik, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dibawa siswa dalam pelaksanaan PKL dan perjalanan mereka menuju dunia profesional.

Beri Komentar