Senin, 14-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Semarak MTQ Nasional XXXI, Siswa dan Guru SMKN Jateng di Semarang Nyanyikan Mars MTQ Bersama

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — Suasana semarak menyelimuti Convention Hall SMKN Jateng di Semarang, Sabtu malam, 12 September 2026. Siswa dan guru sekolah tersebut berkumpul bersama untuk mengikuti penyanyian Mars MTQ secara serentak dalam rangka memeriahkan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang.

Kegiatan penyanyian Mars MTQ tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI yang melibatkan masyarakat secara luas. Dari lingkungan sekolah, para siswa dan guru SMKN Jateng di Semarang turut mengambil bagian sebagai wujud dukungan terhadap penyelenggaraan ajang keagamaan nasional yang berlangsung di Kota Semarang.

Sejak sore hari, sejumlah siswa telah bersiap di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang. Mereka mengikuti latihan menyanyikan Mars MTQ yang akan dinyanyikan secara bersama-sama pada malam pembukaan. Latihan dilakukan secara rutin dengan pendampingan para guru agar seluruh peserta mampu mengikuti irama, tempo, dan lirik lagu secara serempak.

Koordinator Pamong SMKN Jateng di Semarang, Fuad Hasyim, mengatakan keterlibatan warga sekolah dalam penyanyian Mars MTQ merupakan bagian dari dukungan terhadap kemeriahan MTQ Nasional XXXI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk ikut merasakan langsung atmosfer perhelatan MTQ tingkat nasional yang berlangsung di Kota Semarang.

“Mars MTQ ini akan dinyanyikan bersama dengan seluruh warga Kota Semarang dalam rangka memeriahkan MTQ Nasional XXXI yang berpusat di Simpang Lima,” ujar Fuad Hasyim.

Fuad menjelaskan, sebelum pelaksanaan, para siswa telah mempersiapkan diri melalui latihan yang dilakukan setiap sore. Pendampingan guru dilakukan untuk memastikan para siswa tidak hanya memahami lagu, tetapi juga mampu menyanyikannya secara kompak ketika terhubung dengan masyarakat Kota Semarang dalam penyanyian massal.

Latihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Para siswa belajar mengenai kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, serta bagaimana mengambil peran dalam sebuah kegiatan besar yang melibatkan banyak orang. Bagi mereka, keikutsertaan dalam MTQ Nasional XXXI bukan sekadar menghadiri acara, melainkan menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan MTQ di Kota Semarang.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan kesiapan sekolah untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Ia menyebut keterlibatan siswa dalam berbagai agenda MTQ merupakan bentuk nyata partisipasi SMKN Jateng di Semarang dalam menyambut perhelatan nasional tersebut.

“SMKN Jateng di Semarang siap menyukseskan MTQ Nasional XXXI tahun 2026. Siswa kami terlibat dalam berbagai kegiatan MTQ seperti pembawa bendera kontingen, pawai, dan menyanyikan Mars MTQ,” kata Ardan.

Menurut Ardan, keterlibatan siswa dalam kegiatan berskala nasional memberikan pengalaman berharga. Para siswa dapat belajar bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian sosial, kebersamaan, dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

“Anak-anak sudah berlatih setiap sore Mars tersebut didampingi guru,” ujarnya.

Keterlibatan siswa SMKN Jateng di Semarang dalam MTQ Nasional XXXI juga menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang penting dalam menyukseskan kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Melalui berbagai tugas yang dijalankan, siswa mendapatkan pengalaman bekerja dalam tim sekaligus belajar menjaga nama baik sekolah ketika berada di tengah kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Penyanyian Mars MTQ pada Sabtu malam itu menjadi salah satu momen yang dinantikan. Dari Convention Hall SMKN Jateng di Semarang, para siswa dan guru mengikuti rangkaian penyanyian secara bersama-sama. Semangat mereka menjadi bagian dari gaung MTQ Nasional XXXI yang pada malam pembukaan dipusatkan di Simpang Lima, Semarang.

Tidak hanya warga sekolah, penyanyian Mars MTQ tersebut melibatkan masyarakat dalam jumlah sangat besar. Sebanyak 205 ribu orang dari berbagai kalangan tercatat berpartisipasi dalam penyanyian Mars MTQ. Jumlah tersebut menjadikan kegiatan ini bukan sekadar pelengkap seremoni pembukaan, tetapi juga sebuah peristiwa yang menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap MTQ Nasional XXXI.

Partisipasi masyarakat dilakukan melalui kehadiran secara langsung maupun secara daring. Keterlibatan secara luas tersebut menjadi gambaran bahwa penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi agenda para peserta, kafilah, dan panitia, tetapi juga menjadi perayaan bersama masyarakat Kota Semarang dan berbagai daerah lainnya.

Besarnya partisipasi dalam penyanyian Mars MTQ bahkan mencatatkan rekor MURI. Catatan tersebut menjadi penanda tersendiri dalam rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI. Rekor itu sekaligus memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan yang berangkat dari semangat keagamaan dapat menggerakkan masyarakat dalam jumlah besar melalui satu kegiatan bersama.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kebersamaan kepada para siswa. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut ambil bagian melalui sejumlah aktivitas, mulai dari pembawa bendera kontingen, mengikuti pawai, hingga menjadi bagian dari penyanyi Mars MTQ.

Keterlibatan tersebut juga memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat. Para siswa diperkenalkan pada kegiatan publik yang membutuhkan kedisiplinan dan koordinasi. Mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara utama, tetapi juga oleh partisipasi berbagai elemen masyarakat.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 sendiri menjadi momentum penting bagi Kota Semarang sebagai tuan rumah. Kehadiran para kafilah dari berbagai daerah membawa suasana religius sekaligus memperkaya kehidupan sosial masyarakat. Di tengah rangkaian agenda tersebut, keterlibatan pelajar menjadi salah satu bagian penting dalam membangun atmosfer perhelatan yang meriah dan inklusif.

Bagi para siswa SMKN Jateng di Semarang, pengalaman menyanyikan Mars MTQ secara bersama-sama menjadi kenangan yang tidak mudah dilupakan. Mereka menjadi bagian dari ribuan bahkan ratusan ribu masyarakat yang pada malam pembukaan menyatukan suara dalam satu lagu untuk menyemarakkan MTQ Nasional XXXI.

Dari Convention Hall SMKN Jateng di Semarang, semangat itu menggema sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI. Dengan latihan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari, pendampingan guru, serta keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan, SMKN Jateng di Semarang menunjukkan komitmennya untuk ikut menyukseskan MTQ Nasional XXXI sekaligus memberikan pengalaman bermakna bagi generasi muda.

Penyanyian Mars MTQ yang melibatkan 205 ribu peserta dan mencatatkan rekor MURI akhirnya bukan hanya menjadi sebuah seremoni. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam menyambut MTQ Nasional XXXI dan bukti bahwa semangat persatuan dapat tumbuh melalui keterlibatan bersama, termasuk dari lingkungan pendidikan seperti SMKN Jateng di Semarang.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan