Kamis, 09-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Rapat Koordinasi Persiapan MPLSDKA 2026 SMKN Jateng di Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-SMKN Jateng di Semarang mulai mematangkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Kehidupan Asrama (MPLSDKA) Tahun 2026 melalui rapat persiapan yang digelar pada Rabu (8/7/2026) pukul 09.00 WIB di Ruang AVA. Rapat dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Liliek Handoko, bersama Ketua Panitia MPLSDKA 2026, Iga Astika. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh panitia yang akan terlibat dalam penyelenggaraan MPLSDKA sebagai forum untuk menyamakan persepsi, membagi tugas, serta menyusun strategi pelaksanaan agar kegiatan berjalan tertib, terarah, dan memberikan pengalaman terbaik bagi peserta didik baru.

Rapat diawali dengan pemaparan mengenai konsep umum MPLSDKA 2026 sebagai masa pengenalan pertama bagi peserta didik kelas X terhadap lingkungan sekolah sekaligus kehidupan berasrama. Pada kesempatan tersebut, panitia juga melakukan pembagian tugas kepada seluruh seksi sesuai bidang masing-masing agar setiap rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal. Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai masukan, evaluasi, serta antisipasi terhadap kemungkinan kendala yang dapat muncul selama pelaksanaan kegiatan.

Ketua Panitia MPLSDKA 2026, Iga Astika, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini membawa sejumlah pembaruan yang disesuaikan dengan arah kebijakan pendidikan nasional serta kebutuhan peserta didik. Menurutnya, MPLSDKA tidak lagi sekadar menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenali karakter, potensi, serta kondisi awal setiap peserta didik sehingga sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

“Tahun ini terdapat beberapa hal baru yang menjadi fokus utama dalam MPLSDKA. Selain pengenalan lingkungan sekolah dan kehidupan asrama, kami juga memberikan perhatian besar pada asesmen awal serta kesehatan peserta didik. Dengan demikian, sekolah memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi awal siswa sehingga proses pembelajaran ke depan dapat berlangsung lebih optimal,” ujar Iga Astika.

Ia menjelaskan, asesmen awal yang akan dilaksanakan meliputi identifikasi kondisi sosial-emosional peserta didik, konsentrasi belajar, asesmen literasi membaca dan numerasi yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta asesmen kebugaran. Selain itu, seluruh calon murid juga akan mengikuti program Cek Kesehatan Gratis sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan peserta didik sejak awal memasuki lingkungan pendidikan. Rangkaian kegiatan tersebut nantinya ditutup dengan Deklarasi Anak Indonesia Hebat sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun karakter generasi muda yang unggul.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan strategi utama pelaksanaan MPLSDKA 2026. Panitia sepakat mengusung pendekatan Confidence-building Strategies atau strategi membangun kepercayaan diri serta Enhancing Your Dreams yang bertujuan membantu peserta didik menggali cita-cita, mengenali potensi, sekaligus menumbuhkan optimisme dalam menempuh pendidikan di SMKN Jateng di Semarang.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana MPLSDKA yang menyenangkan, edukatif, dan humanis sehingga siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah maupun kehidupan asrama tanpa tekanan. Melalui strategi tersebut, setiap kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang positif sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik dalam memasuki jenjang pendidikan menengah kejuruan.

Rangkaian kegiatan MPLSDKA akan berlangsung selama lima hari dengan materi yang telah disusun secara sistematis. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada orientasi fisik dan sosial. Peserta didik bersama orang tua akan mengikuti proses pengondisian, pengecekan barang bawaan, pembukaan resmi MPLSDKA, pembagian kamar asrama, pengenalan lingkungan sekolah dan asrama, hingga perkenalan dengan teman satu angkatan. Tahapan ini menjadi fondasi awal agar peserta didik merasa nyaman berada di lingkungan baru.

Memasuki hari kedua, kegiatan diarahkan pada pengenalan sistem pendidikan sekaligus pengembangan potensi diri peserta didik. Berbagai materi akan disampaikan, mulai dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, profil sekolah, penyambutan resmi murid baru, eksplorasi potensi diri, hingga pengenalan budaya sekolah beserta berbagai program yang meliputi kurikulum, kehidupan asrama, kesiswaan, dan layanan pendukung lainnya.

Hari ketiga menjadi momentum pelaksanaan berbagai asesmen yang telah dipersiapkan. Peserta didik akan mengikuti asesmen sosial-emosional, asesmen literasi membaca dan numerasi, identifikasi bakat serta minat, hingga pengenalan program keahlian sesuai kompetensi yang tersedia di SMKN Jateng di Semarang. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap mampu memetakan karakter dan potensi peserta didik sebagai dasar pembinaan selama menempuh pendidikan.

Pada hari keempat, fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah maupun asrama. Berbagai materi akan diberikan melalui Gerakan ASRI yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Selain itu, peserta didik juga akan dikenalkan pada gerakan hidup rukun, pembiasaan menggunakan sarana dan prasarana sekolah secara bijaksana, serta berinteraksi dengan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari proses adaptasi sosial.

Sementara itu, hari kelima menjadi penutup rangkaian MPLSDKA sekaligus penguatan pengembangan diri peserta didik. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pengenalan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), sosialisasi kegiatan ekstrakurikuler, asesmen kebugaran, Deklarasi Anak Indonesia Hebat, serta penjelasan mengenai Pendidikan Dasar Kepemimpinan yang akan menjadi bekal peserta didik dalam membangun jiwa kepemimpinan selama belajar di sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Liliek Handoko, dalam arahannya mengingatkan seluruh panitia agar menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, serta memberikan kesan positif bagi peserta didik baru. Menurutnya, koordinasi yang baik antar panitia menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan MPLSDKA.

“Kegiatan ini merupakan gerbang awal bagi siswa mengenal lingkungan sekolah dan kehidupan asrama. Karena itu seluruh panitia harus bekerja sama, saling berkoordinasi, serta memberikan pelayanan terbaik agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik,” kata Liliek Handoko.

Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa MPLSDKA merupakan momentum pertama bagi peserta didik kelas X untuk mengenal kampus SMKN Jateng di Semarang. Oleh karena itu, seluruh kegiatan harus dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, edukatif, serta mampu menumbuhkan rasa nyaman bagi peserta didik baru.

“MPLSDKA adalah masa pengenalan pertama kali siswa kelas X dengan kampus SMKN Jateng di Semarang. Maka laksanakan dengan baik dan humanis. Seluruh panitia diminta bekerja dengan baik dan profesional,” tegas Ardan Sirodjuddin.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang mampu menjadi fondasi kuat bagi peserta didik dalam memulai perjalanan pendidikan di SMKN Jateng di Semarang. Melalui MPLSDKA 2026 yang mengedepankan penguatan karakter, asesmen awal, kesehatan, serta pembangunan kepercayaan diri, sekolah optimistis dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. Dengan persiapan yang matang dan sinergi seluruh panitia, MPLSDKA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan orientasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, sehat, serta siap menghadapi tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja di masa mendatang.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan