Jumat, 10-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Workshop Penyusunan Peta Jalan SMKN Jateng Tuntas, Tiga Sekolah Sepakati Program Strategis Menuju Penguatan Pendidikan Berasrama

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-Kegiatan Workshop Penyusunan Peta Jalan SMKN Jateng yang diselenggarakan di SMKN Jateng di Semarang bersama SMKN Jateng di Pati dan SMKN 1 Randudongkal resmi berakhir pada sore hari ini. Selama pelaksanaan workshop, para peserta yang terdiri atas guru dan tenaga kependidikan dari ketiga sekolah berhasil merumuskan berbagai program strategis sebagai fondasi pengembangan sekolah, mulai dari penyusunan program kerja, rencana anggaran biaya (RAB), hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pada berbagai bidang. Hasil pembahasan tersebut akan menjadi dasar penyusunan peta jalan pengembangan sekolah sekaligus acuan dalam pengajuan anggaran Tahun 2027.

Workshop yang berlangsung dalam suasana kolaboratif tersebut menjadi forum penting bagi ketiga sekolah untuk menyatukan persepsi sekaligus berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan vokasi, khususnya yang menerapkan sistem berasrama. Seluruh peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja sesuai bidang masing-masing guna menyusun dokumen yang nantinya akan menjadi pedoman pelaksanaan program di setiap sekolah.

Sejak pagi hingga sore hari, setiap kelompok melakukan diskusi intensif untuk menyusun program prioritas yang realistis, terukur, dan selaras dengan arah pengembangan SMKN Jateng. Tidak hanya membahas program kerja, setiap kelompok juga melengkapi dokumen dengan rencana anggaran biaya sebagai bentuk perencanaan yang matang agar setiap program memiliki dukungan pembiayaan yang jelas ketika diajukan pada tahun anggaran mendatang.

Salah satu pembahasan yang berlangsung paling dinamis adalah diskusi mengenai penyusunan SOP keboardingan. Ketiga sekolah saling bertukar pengalaman terkait tata kelola asrama, pembinaan karakter peserta didik, hingga mekanisme pelayanan yang efektif bagi siswa selama menjalani pendidikan berasrama. Berbagai masukan yang muncul dari masing-masing sekolah memperkaya substansi SOP sehingga diharapkan mampu menjadi acuan bersama dalam meningkatkan kualitas layanan boarding school.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Setiap peserta aktif menyampaikan pengalaman maupun tantangan yang dihadapi di sekolah masing-masing. Perbedaan pengalaman justru menjadi kekuatan dalam menghasilkan rumusan SOP yang lebih komprehensif. Melalui proses saling berbagi tersebut, ketiga sekolah memperoleh perspektif baru yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.

Seluruh hasil pembahasan kemudian dipresentasikan pada sesi pleno sebagai bentuk sinkronisasi antarbidang. Dalam forum tersebut, berbagai masukan kembali diberikan untuk menyempurnakan hasil kerja kelompok sebelum nantinya dituangkan dalam dokumen peta jalan pengembangan sekolah. Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan menjadi pijakan awal dalam merancang arah kebijakan pengembangan SMKN Jateng secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan penutupan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan komitmen dan semangat kolaborasi selama mengikuti workshop. Menurutnya, keberhasilan penyusunan berbagai dokumen tersebut merupakan hasil kerja bersama yang patut disyukuri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari SMKN Jateng di Pati dan SMKN 1 Randudongkal yang telah hadir dan berbagi pengalaman selama workshop ini. Terima kasih juga kepada seluruh Bapak dan Ibu Guru serta Tenaga Kependidikan SMKN Jateng di Semarang atas kerja keras, dedikasi, dan semangat luar biasa sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan berbagai rumusan yang sangat bermanfaat,” ujar Ardan.

Ia menegaskan bahwa seluruh hasil kerja kelompok tidak berhenti sebagai dokumen hasil workshop semata, melainkan akan menjadi dasar dalam penyusunan peta jalan pengembangan sekolah sekaligus menjadi bahan utama dalam proses pengajuan anggaran Tahun 2027.

“Hasil kerja kelompok ini akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan peta jalan sekolah. Selain itu, dokumen yang telah disusun juga akan menjadi dasar pengajuan anggaran tahun 2027 sehingga program-program yang telah dirancang dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Ardan juga menekankan bahwa penyusunan peta jalan membutuhkan proses yang matang sehingga hasil workshop masih akan terus disempurnakan melalui forum lanjutan. Oleh karena itu, seluruh peserta sepakat untuk melanjutkan pembahasan pada pertemuan berikutnya yang akan dilaksanakan di SMKN Jateng di Pati pada Agustus 2026.

“Pertemuan hari ini merupakan langkah awal yang sangat baik. Untuk mempertajam hasil pembahasan, kita akan melanjutkan diskusi di SMKN Jateng di Pati pada bulan Agustus 2026. Saya berharap seluruh peserta dapat kembali membawa berbagai masukan sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan siap menjadi pedoman pengembangan sekolah,” ungkapnya.

Melalui workshop ini, ketiga sekolah menunjukkan komitmen kuat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan vokasi yang berkualitas. Kolaborasi yang terjalin tidak hanya menghasilkan dokumen perencanaan, tetapi juga memperkuat jejaring antarsekolah dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan pendidikan, khususnya pada sistem pendidikan berasrama.

Dengan berakhirnya workshop di SMKN Jateng di Semarang, seluruh peserta membawa pulang hasil kerja yang akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan strategis masing-masing sekolah. Rangkaian pembahasan yang akan berlanjut di SMKN Jateng di Pati pada Agustus 2026 diharapkan mampu menyempurnakan peta jalan yang telah dirancang, sehingga seluruh program, anggaran, dan SOP yang disusun benar-benar mampu mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan vokasi di lingkungan SMKN Jateng secara berkelanjutan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan