Kamis, 09-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Workshop Penyusunan Peta Jalan SMKN Jateng di Semarang, Perkuat Arah Pengembangan Boarding School hingga Talenta Global

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – SMKN Jateng di Semarang menggelar Workshop Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Sekolah pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Audio Visual (AVA) SMKN Jateng di Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah pengembangan sekolah secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi antar sekolah berbasis boarding di Jawa Tengah.

Workshop diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMKN Jateng di Semarang, manajemen SMKN Jateng di Pati, serta manajemen SMKN 1 Randudongkal. Selain menjadi forum penyusunan roadmap sekolah, kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik pengelolaan sekolah berasrama dan semi boarding agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap sekolah harus memiliki peta jalan yang jelas agar seluruh program pengembangan berjalan terarah, konsisten, dan berkesinambungan. Menurutnya, roadmap bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi menjadi kompas yang mengarahkan seluruh kebijakan sekolah menuju visi yang telah ditetapkan.

“Sekolah harus menyusun peta jalan atau roadmap agar memiliki arah pengembangan yang jelas dan berkesinambungan. Peta jalan menjadi panduan strategis untuk mencapai visi sekolah, memastikan proses pembelajaran selalu relevan dengan kebutuhan murid, serta menjaga agar setiap kebijakan tidak berubah-ubah di tengah jalan,” ujar Ardan.

Ia menjelaskan bahwa penyusunan roadmap menjadi sangat penting untuk menghindari perubahan kebijakan yang bersifat jangka pendek dan tidak terarah. Dengan adanya roadmap, setiap program sekolah memiliki tujuan akhir yang jelas sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Selain itu, roadmap juga menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah hingga orang tua agar dapat bergerak dalam satu arah dan bersinergi mencapai target yang telah ditetapkan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga oleh kesamaan visi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Ardan menambahkan bahwa penyusunan roadmap harus berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Kurikulum, metode pembelajaran, hingga berbagai program penguatan karakter harus disusun sesuai perkembangan murid dan tantangan dunia kerja yang terus berubah. Roadmap juga harus selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter, kompeten, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Roadmap juga harus mampu mempersiapkan sekolah menghadapi berbagai tantangan, termasuk membangun ketangguhan dalam menghadapi situasi krisis. Sekolah harus memiliki arah yang jelas sehingga setiap langkah yang diambil tetap berada dalam jalur menuju visi besar yang telah ditetapkan,” katanya.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMKN Jateng di Pati, Susana Murwati, S.Pd., M.Pd., yang hadir bersama jajaran manajemen sekolah. Ia menyampaikan terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang karena telah membuka ruang kolaborasi dan pembelajaran bersama dalam pengelolaan sekolah boarding.

“Terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bergabung. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus belajar bersama. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sistem boarding merupakan hal yang relatif baru bagi saya sebagai kepala sekolah, sehingga penyamaan persepsi menjadi sangat penting,” ungkap Susana.

Ia berharap proses penyusunan roadmap tidak berhenti pada workshop semata, tetapi dapat dilanjutkan melalui pola pendampingan berkelanjutan.

“Kalaupun hari ini belum selesai, kita bisa melanjutkan melalui pola in-on-in sehingga hasilnya benar-benar matang dan dapat diterapkan di masing-masing sekolah,” tambahnya.

Harapan serupa juga disampaikan perwakilan SMKN 1 Randudongkal, Sukron Amri. Ia mengaku pengelolaan sekolah semi boarding memiliki tantangan tersendiri sehingga diperlukan banyak pembelajaran dari sekolah yang telah lebih dahulu menerapkan sistem boarding secara penuh.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan mengikuti workshop ini. Selama ini kami masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola sekolah semi boarding. Kami berharap dapat belajar dari pengalaman SMKN Jateng di Semarang agar pengelolaan sekolah kami menjadi semakin baik,” ujarnya.

Usai sesi pembukaan, Ardan memaparkan secara komprehensif rancangan peta jalan pengembangan SMKN Jateng di Semarang periode 2026–2030. Roadmap tersebut diawali dengan penguatan fondasi kapasitas institusi yang meliputi penyelenggaraan pendidikan 100 persen gratis melalui pembiayaan APBD Provinsi Jawa Tengah, sistem boarding 24 jam yang berfungsi sebagai inkubator karakter, pendampingan mental, disiplin, dan kepemimpinan, serta penguatan kapasitas sekolah yang saat ini memiliki 15 rombongan belajar dengan rekam jejak menghasilkan lulusan berkualitas.

Roadmap tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam enam pilar strategis, yakni penguatan karakter dan kepemimpinan melalui Profil Lulusan, pembiasaan 7KAIH, dan Pendidikan Dasar Kepemimpinan (PDK); penguatan budaya industri melalui sinkronisasi kurikulum dengan dunia usaha dan dunia industri berbasis Project Based Learning (PjBL) serta Teaching Factory (TEFA); pengembangan kewirausahaan unggul melalui inkubator bisnis dan riset terapan yang berorientasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI); ekspansi pasar kerja hingga tingkat internasional; pengembangan Smart and Green School melalui digitalisasi sistem SIJUNA dan tata kelola ramah lingkungan; serta peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik melalui kewajiban magang industri dan publikasi ilmiah.

Dalam aspek pembelajaran, roadmap memperkenalkan skema inovatif 3+1, yaitu tiga tahun pertama difokuskan pada penguatan kompetensi inti, karakter, serta hard skills melalui PjBL dan TEFA, sedangkan satu tahun berikutnya diarahkan pada akselerasi kesiapan global melalui penguatan bahasa asing, simulasi budaya kerja lintas negara, serta literasi hukum dan keuangan internasional.

Sekolah juga menetapkan standar mutu melalui konsep 4 SATA, yakni 100 persen keterlibatan industri, 100 persen praktik kerja lapangan berasal dari mitra industri dan dunia kerja, 100 persen sertifikasi kompetensi berstandar, serta target 100 persen akreditasi A. Konsep tersebut diperkuat melalui ekosistem Link and Match 8+i yang melibatkan dunia usaha dan dunia industri sejak penyusunan kurikulum, praktisi mengajar, Teaching Factory berbasis pesanan industri, pemanfaatan program CSR hingga penyerapan lulusan.

Pada sektor sarana prasarana, roadmap memuat masterplan pembangunan Advance Workshop, laboratorium kecerdasan buatan (AI), penguatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), rehabilitasi asrama, serta digitalisasi tata kelola sekolah melalui SIJUNA, e-Rapor, dan microsite sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Roadmap tersebut juga memuat tahapan implementasi secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2030. Tahun 2026 menjadi fase digitalisasi dasar melalui implementasi SIJUNA, penyusunan kurikulum keboardingan, serta pelaksanaan perdana skema 3+1. Tahun berikutnya difokuskan pada pembaruan infrastruktur dan penguatan fasilitas pembelajaran. Pada periode 2028–2029, sekolah menargetkan perluasan kemitraan industri, optimalisasi pendanaan CSR, 100 persen guru mengikuti magang industri, serta perolehan sertifikasi internasional. Seluruh tahapan tersebut bermuara pada visi tahun 2030, yakni melahirkan talenta global dengan lulusan yang mampu terserap secara legal di pasar kerja internasional seperti Jepang, Korea Selatan, dan Jerman.

Setelah pemaparan roadmap, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang melibatkan seluruh peserta. Dalam sesi tersebut, masing-masing kelompok menyusun program kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai tindak lanjut implementasi roadmap yang telah disepakati. Melalui workshop ini, SMKN Jateng di Semarang berharap lahir dokumen peta jalan yang tidak hanya menjadi pedoman pengembangan sekolah, tetapi juga menjadi model kolaborasi bagi sekolah boarding dan semi boarding dalam membangun pendidikan vokasi yang adaptif, berkarakter, berorientasi industri, dan mampu mencetak talenta unggul yang siap bersaing di tingkat global.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan