Jumat, 18-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Semarak Lomba Kebahasaan Warnai Peringatan Bulan Bahasa di Banyumas

Diterbitkan : - Kategori : Berita

PURWOKERTO — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar Lomba Kebahasaan yang berlangsung semarak di SMP Negeri 2 Purwokerto, Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Banyumas yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan setempat. Acara tersebut menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar untuk menunjukkan kecintaan sekaligus kepiawaian mereka dalam berbahasa Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. Joko Wiyono, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran bahasa sebagai jati diri bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. “Bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Merawat bahasa menjadi tanggung jawab bersama. Hari ini siswa-siswa yang hebat mempunyai empat peran yaitu menjadi pewaris, penerus, pelangsung, dan penyempurna Bahasa Indonesia agar tetap eksis sepanjang masa,” ujarnya di hadapan para peserta dan tamu undangan.

Drs. Joko Wiyono menambahkan bahwa kegiatan lomba seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata upaya pelestarian bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. “Mari kita rawat bahasa melalui lomba seperti ini. Kalian punya tanggung jawab merawat dan menjadikan bangga berbahasa Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah peserta yang memenuhi aula sekolah.

Kegiatan yang berlangsung sehari penuh itu menampilkan berbagai jenis perlombaan yang berhubungan dengan kebahasaan, seperti lomba pidato, baca puisi, menulis cerpen, hingga cerdas cermat bahasa. Setiap cabang lomba dirancang tidak hanya untuk menguji kemampuan linguistik peserta, tetapi juga mengasah kreativitas, kepekaan berbahasa, dan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia.

Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Banyumas, Umi Jaenab, M.Pd., menjelaskan bahwa lomba kebahasaan ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dinanti. “Setiap tahun kami berupaya menghadirkan kegiatan ini dengan suasana yang segar dan inovatif. Melalui lomba kebahasaan, kami ingin menggali potensi dan bakat peserta didik di bidang keterampilan berbahasa,” tutur Umi. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya penting bagi siswa, tetapi juga memberikan ruang bagi guru bahasa Indonesia untuk berinovasi dan mengembangkan kreativitas dalam pembelajaran. “Diharapkan, lomba seperti ini mampu mendorong guru untuk terus berkreasi dan berinovasi dalam mengajarkan bahasa Indonesia yang menarik dan menyenangkan,” imbuhnya.

Antusiasme peserta tampak jelas sejak pagi. Siswa-siswa hadir dengan semangat, mengenakan seragam sekolah rapi, sebagian membawa karya tulis atau naskah pidato hasil latihan berhari-hari. Guru pendamping tampak mendukung penuh anak didiknya yang tampil di panggung dengan percaya diri. Suasana ruang lomba dipenuhi semangat kebersamaan dan rasa bangga terhadap bahasa nasional.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai wadah pembinaan karakter. Kepala SMP Negeri 3 Pekuncen, Esti Purwaningsih, yang turut hadir mendampingi siswanya, menilai lomba kebahasaan memiliki nilai edukatif yang tinggi. “Lomba kebahasaan menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa nasional. Sering kali, dalam keseharian, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai terpinggirkan oleh bahasa gaul atau campuran bahasa asing,” ungkap Esti. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pengingat bagi siswa untuk kembali menghargai dan mengapresiasi bahasa Indonesia. “Melalui lomba ini, siswa dan guru dapat kembali mengapresiasi keindahan dan kekayaan bahasa Indonesia,” tambahnya.

Selama berlangsungnya kegiatan, para dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bahasa tampak teliti menilai setiap penampilan peserta. Beberapa lomba berlangsung cukup ketat, menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa para siswa semakin berkembang dari tahun ke tahun. Suasana kompetitif berpadu dengan nuansa persaudaraan di antara peserta yang saling memberi semangat.

Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan piala serta piagam penghargaan bagi para juara. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema di aula ketika nama-nama pemenang disebutkan. Para siswa yang berhasil meraih prestasi tampak bangga menerima penghargaan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.

Umi Jaenab berharap, melalui ajang tahunan ini, semangat mencintai bahasa Indonesia akan terus tumbuh di kalangan generasi muda. “Kami ingin menanamkan bahwa mencintai bahasa Indonesia bukan hanya sebatas menggunakan, tetapi juga menghargai dan melestarikannya,” pungkasnya.

Lomba kebahasaan dalam rangka Bulan Bahasa di SMP Negeri 2 Purwokerto tahun ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan berbahasa, tetapi juga menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia tetap hidup dan berkembang di hati para pelajar Banyumas. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan tersebut menegaskan kembali makna penting Bulan Bahasa: menghidupkan kebanggaan berbahasa Indonesia di tengah arus globalisasi yang kian deras.

Kontributor : Humas SMP Negeri 3 Pekuncen

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan