SEMARANG — Sebanyak 20 siswa mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi Murid Teknik Kendaraan Ringan Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang berlangsung pada 20 hingga 21 April 2026 di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Otomotif SMKN Jateng di Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.
Kegiatan sertifikasi ini melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 SMKN 4 Semarang sebagai pihak penguji, dengan skema uji Engine Junior Technician. Skema tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan dasar hingga menengah siswa dalam melakukan perawatan dan perbaikan mesin kendaraan ringan sesuai standar industri nasional.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menjalani berbagai tahapan asesmen yang meliputi uji teori, praktik, serta observasi sikap kerja. Setiap siswa diuji secara langsung oleh asesor bersertifikat guna memastikan proses penilaian berjalan objektif, transparan, dan akuntabel. Fasilitas TUK Otomotif yang digunakan telah memenuhi standar sebagai tempat uji kompetensi, sehingga mendukung pelaksanaan asesmen secara optimal.
Guru pendamping, Mada Aji Pambudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan siswa setelah melalui proses pembelajaran di sekolah. “Sertifikasi ini adalah momen penting bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar menguasai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Ini bukan sekadar ujian, tetapi validasi kemampuan mereka,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ahmad Ulul Albab yang turut mendampingi jalannya kegiatan. Ia menilai bahwa siswa menunjukkan kesiapan yang cukup baik selama proses uji berlangsung. “Kami melihat mereka lebih fokus dan bertanggung jawab dalam setiap tahapan. Ini menunjukkan bahwa mereka memahami pentingnya sertifikasi sebagai bekal masa depan,” katanya.
Sementara itu, Dwi Annang menambahkan bahwa pengalaman mengikuti uji kompetensi memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri siswa. “Dengan mengikuti sertifikasi, siswa merasa lebih siap untuk terjun ke dunia industri. Mereka tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga pengalaman diuji secara profesional,” jelasnya.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan sekolah kejuruan. Menurutnya, pengakuan resmi terhadap kemampuan siswa akan memberikan nilai tambah yang signifikan di dunia kerja.
“Sertifikasi kompetensi adalah bukti bahwa siswa telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh industri. Ini menjadi jaminan bahwa mereka memiliki kemampuan yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” ujar Ardan.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Kami terus berupaya memastikan bahwa lulusan SMKN Jateng tidak hanya siap kerja, tetapi juga unggul dalam kompetensi. Program sertifikasi seperti ini menjadi salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut,” imbuhnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 20 asesi, kegiatan ini menjadi salah satu pelaksanaan sertifikasi dengan cakupan cukup besar. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme siswa serta komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mendapatkan pengakuan kompetensi.
Melalui kegiatan ini, SMKN Jateng di Semarang kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kualitas dan kesiapan kerja lulusan. Sertifikasi kompetensi tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk bersaing di dunia industri otomotif yang semakin kompetitif.

Beri Komentar