Rabu, 09-09-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Siswa Teknik Elektronika Industri SMKN Jateng Ikuti UKK LSP P3, Uji Kompetensi Berbasis PLC

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Sebanyak 23 siswa Teknik Elektronika Industri SMKN Jateng di Semarang mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) LSP P3 pada 8 dan 9 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Sewaktu SMKN Jateng di Semarang tersebut menggandeng LSP-LMI sebagai lembaga sertifikasi yang melaksanakan proses pengujian kompetensi peserta didik.

Pelaksanaan UKK menjadi momentum penting bagi siswa untuk mengukur sekaligus membuktikan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti proses pembelajaran dan praktik di sekolah. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan secara teori, tetapi juga harus mampu menunjukkan keterampilan teknis secara langsung sesuai standar kompetensi yang ditetapkan.

Bagi siswa Teknik Elektronika Industri, kemampuan dalam bidang otomasi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dikuasai untuk menghadapi perkembangan teknologi industri. Salah satu kemampuan yang diuji berkaitan dengan pemrograman, instalasi, pengoperasian, serta troubleshooting sistem otomasi berbasis Programmable Logic Controller (PLC).

Ketua Jurusan Teknik Elektronika Industri SMKN Jateng di Semarang, Pandu Fatoni, mengatakan bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah mereka peroleh selama berada di bangku sekolah.

“Pelaksanaan sertifikasi kompetensi memberikan kesempatan kepada para murid untuk mengukur kemampuan yang telah mereka peroleh selama proses pembelajaran dan praktik di sekolah. Peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu menunjukkan keterampilan secara langsung dalam melakukan pemrograman, instalasi, pengoperasian, serta troubleshooting sistem otomasi berbasis PLC sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan,” ujar Pandu.

Menurut Pandu, proses uji kompetensi tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Lebih dari itu, kegiatan sertifikasi menjadi bagian dari pembentukan karakter kerja yang dibutuhkan ketika siswa nantinya memasuki lingkungan industri. Peserta dituntut untuk bekerja secara disiplin, teliti, bertanggung jawab, serta mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai prosedur.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, dan budaya kerja industri pada peserta didik,” lanjutnya.

Dalam dunia kerja, khususnya sektor industri yang memanfaatkan sistem otomasi, kemampuan mengoperasikan perangkat berbasis PLC memiliki peranan penting. Sistem otomasi digunakan untuk membantu mengendalikan berbagai proses produksi secara lebih terstruktur, efisien dan presisi. Karena itu, calon tenaga kerja bidang Teknik Elektronika Industri perlu memiliki pemahaman yang baik sekaligus keterampilan praktis agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Melalui UKK, siswa mendapatkan pengalaman menghadapi proses pengujian kompetensi yang dilakukan secara lebih terukur. Mereka harus mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran di sekolah ke dalam pekerjaan praktik. Kemampuan menyelesaikan persoalan teknis juga menjadi bagian penting karena lingkungan industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya dapat menjalankan sistem, tetapi juga mampu melakukan identifikasi dan penanganan ketika terjadi gangguan.

Kehadiran LSP-LMI dalam pelaksanaan sertifikasi memberikan dimensi profesional dalam proses pengakuan kompetensi peserta didik. Uji kompetensi dilakukan untuk memastikan bahwa keterampilan yang dimiliki siswa dapat diukur berdasarkan standar yang telah ditentukan. Dengan demikian, siswa memperoleh pengalaman mengikuti proses sertifikasi yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Pandu menambahkan bahwa hasil dari proses sertifikasi diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, terutama ketika mereka menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN Jateng di Semarang.

“Dengan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP P3, peserta didik diharapkan memiliki bukti kompetensi berupa sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah ketika mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

Sertifikat kompetensi menjadi salah satu bentuk bukti bahwa peserta didik telah mengikuti proses penilaian terhadap kemampuan tertentu. Bagi lulusan SMK, keberadaan bukti kompetensi tersebut dapat menjadi pelengkap ijazah ketika mereka memasuki dunia kerja. Hal ini semakin penting di tengah kebutuhan industri terhadap lulusan pendidikan vokasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan.

Secara umum, Uji Kompetensi Keahlian atau UKK merupakan salah satu bentuk penilaian terhadap pencapaian kompetensi siswa SMK. Penilaian tersebut bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan keterampilan sesuai program atau konsentrasi keahlian yang ditempuh peserta didik selama mengikuti pendidikan.

UKK juga memiliki sejumlah tujuan utama, salah satunya mengukur kompetensi siswa. Melalui proses pengujian, dapat diketahui sejauh mana peserta didik menguasai keahlian teknis yang sesuai dengan standar nasional maupun standar yang dibutuhkan oleh industri. Pengukuran ini menjadi penting untuk memastikan bahwa keterampilan yang diperoleh selama proses pembelajaran benar-benar dapat diterapkan dalam pekerjaan.

Selain itu, UKK menjadi salah satu bagian yang berkaitan dengan persyaratan kelulusan siswa SMK. Peserta didik perlu menunjukkan pencapaian kompetensi sebagai bagian dari proses pendidikan kejuruan. Dengan demikian, kelulusan tidak hanya ditandai dengan pencapaian akademis, tetapi juga penguasaan keterampilan sesuai bidang keahlian.

Aspek sertifikasi resmi juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan uji kompetensi. Siswa yang dinyatakan memenuhi standar kompetensi akan memperoleh sertifikat sebagai bukti atas keterampilan yang telah diuji. Dokumen tersebut dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam membangun rekam jejak profesional.

Tujuan berikutnya adalah meningkatkan daya saing lulusan. Dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, mampu bekerja sesuai prosedur dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Dengan adanya sertifikat kompetensi, siswa memiliki bukti tambahan yang dapat menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi tuntutan dunia kerja.

Pelaksanaan UKK Teknik Elektronika Industri di SMKN Jateng di Semarang juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri. Pembelajaran di sekolah diarahkan agar tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi juga menghasilkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Selama mengikuti proses uji kompetensi, siswa diharapkan mampu menunjukkan sikap kerja yang profesional. Ketelitian dalam melakukan instalasi, kemampuan memahami program, kecermatan ketika mengoperasikan sistem, serta kemampuan melakukan troubleshooting merupakan bagian dari keterampilan yang penting bagi seorang calon tenaga kerja Teknik Elektronika Industri.

Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi siswa bahwa pekerjaan di industri membutuhkan kombinasi antara pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Kesalahan dalam proses instalasi atau pemrograman, misalnya, dapat berdampak pada sistem secara keseluruhan. Oleh sebab itu, ketelitian dan tanggung jawab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi teknis.

Dengan jumlah peserta sebanyak 23 siswa, pelaksanaan UKK pada 8 dan 9 September 2026 di TUK Sewaktu SMKN Jateng di Semarang diharapkan mampu memberikan pengalaman sertifikasi yang bermakna bagi seluruh peserta. Kegiatan ini bukan sekadar proses pengujian untuk mendapatkan nilai, melainkan bagian dari perjalanan siswa dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, pelaksanaan sertifikasi kompetensi melalui LSP-LMI menjadi salah satu langkah untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sementara bagi siswa, UKK menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar di dunia industri maupun pendidikan lanjutan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak materi yang mampu dipelajari siswa, tetapi juga sejauh mana pengetahuan tersebut dapat diwujudkan menjadi keterampilan nyata. Melalui UKK Teknik Elektronika Industri ini, 23 siswa mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kompetensi mereka dalam bidang otomasi berbasis PLC sekaligus mempersiapkan diri menyongsong dunia kerja yang semakin membutuhkan tenaga profesional, terampil, disiplin dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan