Senin, 12-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Kembangkan Perpustakaan Digital, Targetkan Aplikasi Siap Digunakan Januari 2027

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – SMKN Jateng di Semarang terus mendorong transformasi layanan pendidikan melalui pengembangan perpustakaan digital. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengembangan perpustakaan yang dipimpin Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., pada Senin (12/10/2026). Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini digelar di ruang rapat lantai 2 Gedung Administrasi SMKN Jateng di Semarang, dengan melibatkan kepala perpustakaan, pengembang aplikasi perpustakaan, guru serta tenaga kependidikan sekolah.

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perpustakaan agar semakin modern, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan literasi warga sekolah. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pembangunan aplikasi perpustakaan digital yang diharapkan dapat mempermudah akses informasi, mempercepat layanan peminjaman buku, serta meningkatkan efisiensi administrasi perpustakaan.

Dalam arahannya, Ardan Sirodjuddin menegaskan bahwa pengelolaan perpustakaan sekolah perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, perpustakaan tidak cukup hanya menjadi tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi harus berkembang menjadi pusat sumber belajar yang mampu memberikan akses informasi secara cepat, luas, dan efisien bagi siswa maupun guru.

“Perpustakaan sekolah harus dikelola secara digital karena memberikan akses informasi yang lebih cepat, luas, dan efisien bagi siswa serta guru, sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan literasi modern,” ujar Ardan dalam rapat koordinasi tersebut.

Pengembangan Perpustakaan Digital SMKN Jateng di Semarang

Pengembangan perpustakaan digital menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyesuaikan layanan pendidikan dengan perubahan pola belajar di era teknologi. Melalui sistem digital, koleksi dan layanan perpustakaan diharapkan dapat diakses dengan lebih mudah, sementara proses administrasi dapat dilakukan secara lebih tertata.

Ardan menjelaskan bahwa digitalisasi perpustakaan menawarkan berbagai manfaat bagi kegiatan belajar mengajar. Akses terhadap sumber informasi dapat diperluas melalui penyediaan buku elektronik atau e-book, jurnal, dan materi pembelajaran berbasis multimedia. Dengan dukungan jaringan internet, sumber belajar digital berpotensi diakses tanpa terbatas pada jam operasional perpustakaan maupun lokasi fisik sekolah.

Selain memperluas akses informasi, sistem digital juga diharapkan meningkatkan efisiensi layanan sirkulasi, khususnya dalam proses peminjaman dan pengembalian buku. Pencatatan yang terintegrasi dapat membantu mempercepat pelayanan kepada siswa dan guru, sekaligus mengurangi antrean pada saat perpustakaan ramai digunakan.

Pengelolaan data secara digital juga memungkinkan pencatatan koleksi, anggota, dan transaksi dilakukan dengan lebih sistematis. Data yang tersimpan dalam sistem akan lebih mudah ditelusuri dan diperbarui sehingga mendukung ketertiban administrasi serta membantu petugas memantau perkembangan layanan perpustakaan.

Menurut Ardan, perubahan tersebut perlu diarahkan bukan hanya untuk memanfaatkan teknologi, melainkan juga meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan administrasi yang lebih efisien, tenaga perpustakaan diharapkan dapat memberikan perhatian lebih besar pada pendampingan literasi dan membantu siswa menemukan sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.

Aplikasi Perpustakaan Ditargetkan Siap pada Januari 2027

Dalam rapat tersebut, Ardan menyampaikan bahwa aplikasi perpustakaan sekolah saat ini sedang dalam proses pembangunan oleh guru Informatika SMKN Jateng di Semarang. Sekolah menargetkan aplikasi tersebut sudah siap digunakan di perpustakaan pada Januari 2027.

“Saat ini sedang dibangun aplikasi perpustakaan sekolah oleh guru Informatika SMKN Jateng di Semarang. Saya berharap pada Januari 2027 aplikasi ini sudah siap di perpustakaan,” kata Ardan.

Target tersebut menjadi acuan bagi tim pengembang dan pengelola perpustakaan untuk mempersiapkan kebutuhan sistem secara bertahap. Pembangunan aplikasi tidak hanya memerlukan kesiapan teknis, tetapi juga data koleksi yang tertata, data keanggotaan yang lengkap, serta prosedur operasional yang jelas.

Karena itu, koordinasi antara kepala sekolah, kepala perpustakaan, pengembang aplikasi, dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam proses pengembangan. Sinergi tersebut diharapkan dapat memastikan aplikasi yang dibangun sesuai dengan kebutuhan layanan perpustakaan dan mudah digunakan oleh warga sekolah.

Keberadaan aplikasi nantinya diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengelolaan perpustakaan yang lebih terintegrasi. Melalui sistem tersebut, pengelola dapat menata data buku dan anggota secara lebih terstruktur, sedangkan siswa dan guru diharapkan memperoleh pengalaman layanan yang lebih praktis.

Kepala Perpustakaan Laporkan Pendataan Buku dan SOP Pengelolaan

Dalam rapat koordinasi pengembangan perpustakaan digital SMKN Jateng di Semarang, Kepala Perpustakaan Ayu Setyorini menyampaikan laporan mengenai progres pendataan buku perpustakaan serta penyusunan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan perpustakaan.

Pendataan buku menjadi salah satu tahapan mendasar sebelum sistem digital diterapkan. Informasi koleksi yang tersusun dengan baik akan membantu pengelola memastikan bahwa data buku dapat dimasukkan ke dalam aplikasi secara teratur dan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan.

Selain pendataan koleksi, penyusunan SOP diperlukan untuk memberikan pedoman kerja yang jelas bagi petugas perpustakaan. Prosedur tersebut menjadi acuan dalam menjalankan layanan dan mengatur pelaksanaan tugas agar pengelolaan perpustakaan berlangsung secara konsisten.

Laporan dari kepala perpustakaan tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan kesiapan layanan, baik dari sisi administrasi maupun operasional. Dengan persiapan yang terencana, proses peralihan menuju sistem digital diharapkan berjalan lebih tertib dan mampu mendukung kebutuhan warga sekolah.

Guru Informatika Siap Bangun Sistem Digital Perpustakaan

Guru Informatika SMKN Jateng di Semarang, Maulana Muhammad Fathul Alim, S.Pd., menyatakan kesiapan untuk mengembangkan aplikasi digitalisasi perpustakaan sekolah. Pengembangan aplikasi ini menjadi bentuk kontribusi bidang teknologi informasi dalam mendukung peningkatan layanan pendidikan.

Maulana menjelaskan bahwa proses pengelolaan data akan dilaksanakan secara bersama-sama dengan tim perpustakaan. Data buku dan data anggota akan dimasukkan ke dalam sistem sesuai arahan kepala sekolah agar aplikasi memiliki basis data yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

“Saya siap membangun aplikasi digitalisasi perpustakaan sekolah. Nanti secara bersama-sama kita input data buku dan data anggota sesuai arahan kepala sekolah,” ujar Maulana.

Keterlibatan pengembang aplikasi bersama pengelola perpustakaan diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan teknis dengan kondisi nyata di lapangan. Pengelola memahami koleksi dan alur layanan perpustakaan, sedangkan pengembang bertugas menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam sistem aplikasi.

Kolaborasi ini menjadi penting agar digitalisasi tidak berhenti pada tersedianya perangkat lunak, tetapi benar-benar mendukung pekerjaan sehari-hari. Data yang tertata, prosedur yang jelas, dan pemahaman pengguna terhadap sistem akan menjadi faktor pendukung bagi keberhasilan penerapan aplikasi.

Perpustakaan Digital untuk Memperkuat Literasi dan Pembelajaran

Selain meningkatkan efisiensi layanan, pengembangan perpustakaan digital SMKN Jateng di Semarang diarahkan untuk mendukung penguatan literasi siswa dan guru. Perkembangan teknologi memungkinkan sumber belajar disajikan dalam berbagai format, tidak terbatas pada buku cetak atau dokumen teks, tetapi juga berpotensi mencakup audio, video, dan materi interaktif.

Variasi sumber belajar tersebut dapat membantu guru memperkaya pembelajaran sesuai kebutuhan mata pelajaran. Siswa juga memperoleh kesempatan untuk mengenal beragam sumber informasi dan mengembangkan keterampilan dalam mencari, memahami, serta memanfaatkan informasi secara tepat.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi menjadi semakin penting. Siswa perlu belajar membedakan informasi yang dapat dipercaya, memahami isi bacaan secara kritis, serta menggunakan sumber informasi secara bertanggung jawab. Dengan dukungan layanan perpustakaan yang berkembang, sekolah memiliki peluang untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan literasi digital.

Digitalisasi juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual dan membantu penggunaan ruang serta sumber daya secara lebih efisien. Meski demikian, koleksi fisik tetap dapat menjadi bagian dari layanan perpustakaan, sementara sistem digital berfungsi memperluas akses dan meningkatkan kualitas pengelolaan.

Sinergi Menuju Perpustakaan Modern dan Berkelanjutan

Rapat koordinasi pada Senin, 12 Oktober 2026, menegaskan komitmen SMKN Jateng di Semarang untuk menyiapkan perpustakaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pembangunan aplikasi, pendataan koleksi, penataan data anggota, dan penyusunan SOP menjadi rangkaian persiapan yang saling berkaitan dalam mewujudkan layanan perpustakaan digital.

Target kesiapan aplikasi pada Januari 2027 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kualitas layanan informasi di sekolah. Untuk mencapai sasaran tersebut, diperlukan koordinasi berkelanjutan antara pimpinan sekolah, kepala perpustakaan, guru Informatika, dan tenaga kependidikan agar setiap tahapan berjalan sesuai kebutuhan.

Melalui langkah ini, perpustakaan diharapkan semakin berperan sebagai pusat sumber belajar yang mendukung pembelajaran, memperluas akses informasi, dan menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah. Transformasi digital bukan sekadar perubahan cara pencatatan, melainkan upaya membangun layanan yang lebih efektif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Dengan dukungan seluruh pihak, pengembangan perpustakaan digital SMKN Jateng di Semarang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru, dan tenaga kependidikan sekaligus memperkuat kesiapan sekolah menghadapi perkembangan pendidikan di era digital.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan