Kamis, 07-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

AKTI Jajaki Kerja Sama dengan SMKN Jateng Semarang, Buka Peluang Beasiswa hingga Karier di Toyota

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Swasta

SEMARANG – Upaya memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri kembali dilakukan SMKN Jawa Tengah di Semarang melalui kunjungan akademik Akademi Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang tersebut menjadi momentum penjajakan kerja sama strategis dalam bidang pendidikan vokasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga peluang kerja bagi lulusan.

Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan AKTI, yakni Direktur AKTI Edy Susilo Darmawan, Wakil Direktur I Rohmad Basuki, Wakil Direktur II Arif Indrianto, serta Kepala Unit Business Development and Administration Rachmasari. Sementara dari pihak sekolah, kegiatan diikuti guru dan siswa kelas XI dari berbagai jurusan di SMKN Jateng di Semarang.

Sejak pagi, suasana Convention Hall tampak penuh antusiasme. Para siswa mengikuti sesi pemaparan mengenai dunia pendidikan vokasi industri otomotif dan peluang pengembangan karier di sektor manufaktur nasional, khususnya di lingkungan Toyota Motor Manufacturing. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun link and match antara sekolah menengah kejuruan dengan kebutuhan industri.

Kunjungan diawali dengan sesi tatap muka antara pihak AKTI dengan guru serta siswa kelas XI. Dalam kesempatan tersebut, Direktur AKTI Edy Susilo Darmawan menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan vokasi guna menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri modern.

Menurutnya, perkembangan dunia industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter disiplin, etos kerja tinggi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi.

“Penguatan pendidikan vokasi menjadi langkah penting untuk menyiapkan calon tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Edy Susilo Darmawan dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, AKTI membuka kesempatan luas bagi siswa SMKN Jateng di Semarang untuk melanjutkan pendidikan di institusinya. Akademi tersebut menyediakan program beasiswa penuh secara gratis sekaligus peluang besar untuk bekerja di Toyota Motor Manufacturing bagi lulusan yang memenuhi kualifikasi.

“Kami membuka kesempatan bagi siswa SMKN Jateng di Semarang untuk bisa bergabung dengan AKTI karena tersedia beasiswa full gratis dan peluang besar bekerja di Toyota Motor Manufacturing. Harapannya, SMKN Jateng di Semarang dapat menyiapkan siswa yang siap masuk ke AKTI karena proses pembelajaran di sekolah ini sudah inline dengan visi dan misi pembelajaran di AKTI,” katanya.

Dalam sesi pemaparan berikutnya, Wakil Direktur I AKTI, Rohmad Basuki, menjelaskan secara rinci mengenai konsep pendidikan vokasi yang diterapkan di Akademi Komunitas Toyota Indonesia. Ia menyebut AKTI hadir sebagai solusi atas ketidaksesuaian kompetensi lulusan sekolah kejuruan dengan standar kebutuhan industri otomotif saat ini.

Menurut Rohmad, melalui dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Toyota, AKTI mengembangkan sistem pendidikan vokasi berbasis asrama yang tidak hanya fokus pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa.

“Porsi pembelajaran kami sekitar 70 persen praktik dan keterampilan teknis. Kami ingin mencetak lulusan yang benar-benar siap bekerja di industri,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, program pendidikan di AKTI mencakup jenjang Diploma Satu dan Diploma Dua dengan fasilitas beasiswa penuh, uang saku, hingga peluang karier di jaringan industri Toyota bagi mahasiswa berprestasi. Kurikulum yang digunakan juga telah terakreditasi dan diajarkan oleh tenaga pengajar tersertifikasi internasional.

Rohmad menambahkan bahwa proses seleksi masuk AKTI dilakukan secara ketat, termasuk memperhatikan kesehatan fisik dan kondisi mata calon mahasiswa. Langkah tersebut dilakukan agar lulusan benar-benar siap bekerja di sektor manufaktur otomotif yang membutuhkan ketelitian tinggi.

“Strategi pendidikan seperti ini terbukti efektif. Hampir seluruh alumni kami berhasil terserap menjadi karyawan tetap di sektor industri terkait,” katanya.

Paparan dari pihak AKTI disambut antusias oleh para siswa kelas XI SMKN Jateng di Semarang. Banyak siswa terlihat aktif bertanya mengenai mekanisme seleksi, program pendidikan, fasilitas beasiswa, hingga peluang kerja setelah lulus dari AKTI.

Bagi siswa SMK, kesempatan memperoleh pendidikan gratis sekaligus peluang bekerja di perusahaan otomotif ternama menjadi daya tarik tersendiri. Kehadiran AKTI dinilai membuka wawasan baru mengenai jalur pendidikan vokasi berbasis industri yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja.

Usai sesi pemaparan, rombongan AKTI melanjutkan kegiatan dengan studi lapangan mengunjungi fasilitas sekolah dan bengkel lima jurusan di SMKN Jateng di Semarang. Dalam kunjungan tersebut, para tamu diterima langsung oleh ketua jurusan dan guru produktif masing-masing kompetensi keahlian.

Rombongan meninjau berbagai fasilitas praktik siswa, mulai dari peralatan pembelajaran, sistem pelatihan berbasis industri, hingga hasil karya siswa di masing-masing jurusan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana melihat secara langsung kesiapan sarana pendidikan vokasi di SMKN Jateng di Semarang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMKN Jateng di Semarang, Zanuar Nur Wahyudi, menyampaikan harapannya agar kunjungan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.

“Semoga ada tindak lanjut kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dan AKTI,” ujarnya.

Menurut Zanuar, kerja sama dengan dunia industri dan perguruan tinggi vokasi sangat penting dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK. Selain membuka akses pendidikan lanjutan, kolaborasi tersebut juga dapat memberikan pengalaman industri yang relevan bagi siswa dan guru.

Penjajakan kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dan AKTI direncanakan mencakup berbagai bidang, mulai dari program beasiswa kuliah, peluang kerja di Toyota Motor Manufacturing, program guru magang, hingga pengembangan pembelajaran berbasis industri.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lulusan SMKN Jateng di Semarang memiliki daya saing yang lebih kuat serta mampu menjawab kebutuhan industri nasional yang terus berkembang. Kegiatan kunjungan akademik ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi terus bergerak menuju sistem pembelajaran yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan