SEMARANG-Kegiatan VOCATECH EDUFAIR 2026 bertajuk “Start Your Future Here” yang digelar pada Selasa (5/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Gedung Serba Guna Kampus Politeknik Negeri Semarang benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin. Agenda yang memadukan seminar pendidikan vokasi dan pameran industri tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi dunia pendidikan dan kerja, tetapi juga dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama strategis dengan berbagai pihak.
Sejak pagi, suasana kegiatan tampak ramai dipadati pelajar, mahasiswa, perwakilan industri, serta sejumlah institusi pendidikan. Di tengah berlangsungnya pameran, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, aktif bergerak dari satu stan ke stan lainnya. Ia membuka ruang dialog dengan pengelola stan untuk membangun komunikasi awal terkait peluang kerja sama antara dunia industri, perguruan tinggi, dan sekolah vokasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Menurut Ardan, kegiatan seperti VOCATECH EDUFAIR menjadi momentum penting bagi sekolah menengah kejuruan untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat kualitas lulusan agar semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Dalam kesempatan itu, SMKN Jateng di Semarang membuka diskusi dengan pihak PLN serta Jurusan Teknik Elektro Polines mengenai peluang kerja sama konversi motor listrik. Pembahasan tersebut diarahkan pada pengembangan kompetensi siswa di bidang kendaraan listrik yang saat ini menjadi salah satu sektor strategis nasional. Selain mendukung penguasaan teknologi ramah lingkungan, kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang praktik dan pengembangan keterampilan berbasis industri masa depan.
Tak hanya itu, Ardan juga melakukan kunjungan ke stan Jurusan Teknik Sipil Polines untuk membahas peluang kerja sama pengabdian masyarakat berupa pelatihan Autodesk Revit bagi guru dan siswa Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan SMKN Jateng di Semarang. Autodesk Revit merupakan perangkat lunak pemodelan berbasis Building Information Modeling (BIM) yang digunakan arsitek, insinyur, dan kontraktor untuk merancang, membangun, serta mengelola struktur bangunan tiga dimensi secara terintegrasi.
Kerja sama tersebut dinilai penting karena perkembangan industri konstruksi saat ini semakin mengarah pada pemanfaatan teknologi digital dan sistem BIM dalam proses perencanaan maupun pembangunan. Dengan penguasaan Autodesk Revit, siswa diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi saat memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain dengan perguruan tinggi, SMKN Jateng di Semarang juga membuka dialog dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah terkait peluang program pemagangan ke Jepang. Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperluas akses lulusan terhadap kesempatan kerja internasional sekaligus meningkatkan kompetensi global siswa.
Dialog juga dilakukan dengan pengelola Kawasan Industri Kendal (KIK), PT Paragon Technology and Innovation atau ParagonCorp, salah satu perusahaan manufaktur kosmetik terbesar di Indonesia, serta PT SOGY Energy Indonesia. Komunikasi tersebut diarahkan pada peluang pembukaan kelas industri, praktik kerja lapangan, program pemagangan, hingga perekrutan lulusan SMK.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan VOCATECH EDUFAIR menjadi wadah yang sangat baik untuk membangun kolaborasi antara sekolah vokasi dengan dunia industri maupun perguruan tinggi.
“Acara VOCATECH EDUFAIR menjadi ajang yang bagus untuk membuka kerja sama SMK dengan industri dan perguruan tinggi. Ke depan saya akan tindak lanjuti dengan membuka kelas industri, praktik kerja lapangan, pemagangan, dan perekrutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu tugas penting yang diemban kepala sekolah kejuruan adalah memastikan adanya kesinambungan antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan sekolah. Karena itu, membangun jejaring dengan berbagai sektor menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan.
“Salah satu tugas yang diemban kepala SMK adalah link and match dengan industri untuk kebekerjaan dan perguruan tinggi untuk keberlanjutan sekolah,” katanya.
Menurutnya, tantangan pendidikan vokasi saat ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia usaha. Oleh sebab itu, keterlibatan industri dalam proses pendidikan menjadi faktor penting agar lulusan SMK benar-benar siap kerja.
Dengan hadir dalam kegiatan VOCATECH EDUFAIR 2026, SMKN Jateng di Semarang berharap dapat memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kehadiran berbagai perusahaan, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintah dalam satu forum dinilai menjadi peluang besar untuk memperluas kerja sama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penyerapan lulusan di dunia kerja.
Semangat “Start Your Future Here” yang diusung dalam VOCATECH EDUFAIR 2026 pun tidak hanya menjadi slogan kegiatan, melainkan juga menjadi refleksi komitmen bersama untuk menyiapkan generasi muda vokasi yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi masa depan.

Beri Komentar