Kamis, 30-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Perkuat Link and Match Pendidikan, SMKN Jateng Semarang Teken Kerja Sama Strategis dengan Universitas Ngudi Waluyo

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang terus memperluas jejaring kemitraan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara SMKN Jateng di Semarang dengan Program Pascasarjana Universitas Ngudi Waluyo Ungaran yang dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026, di Convention Hall SMKN Jateng di Semarang.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) Nomor 034/MoA/UNW/2026 yang berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pihak Universitas Ngudi Waluyo diwakili oleh Direktur Program Pascasarjana, Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si., sedangkan pihak SMKN Jateng di Semarang diwakili oleh Kepala Sekolah, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd.

Kerja sama ini bertujuan menjadi pedoman pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam ruang lingkupnya, kerja sama mencakup pengembangan dan pemberdayaan kualitas SDM, penyelenggaraan penelitian, pemanfaatan sumber daya dan fasilitas bersama, kegiatan pendidikan, pengabdian masyarakat, praktik kuliah lapangan, hingga pengembangan kurikulum secara kolaboratif. Langkah ini dinilai strategis untuk menyelaraskan kebutuhan dunia pendidikan dengan tuntutan perkembangan zaman.

Sebagai tindak lanjut dari MoA tersebut, kedua pihak juga menandatangani tiga Implementasi Agreement (IA) yang lebih teknis dan operasional. Ketiga IA tersebut meliputi IA Nomor 058/IA/UNW/2026 untuk kegiatan kuliah pakar, IA Nomor 059/IA/UNW/2026 untuk kegiatan penelitian, serta IA Nomor 060/IA/UNW/2026 untuk kegiatan narasumber. Penandatanganan IA dilakukan oleh Dr. Lisa Virdinarti Putra, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo, bersama Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd.

Dalam pelaksanaannya, kedua pihak memiliki hak dan kewajiban yang seimbang. Universitas Ngudi Waluyo berhak mendapatkan dukungan dari SMKN Jateng di Semarang dalam pelaksanaan kegiatan akademik seperti penelitian, Kuliah Kerja Nyata (KKN), maupun magang. Sebaliknya, universitas berkewajiban menyediakan narasumber berkualitas, memberikan pendampingan program tridharma, serta melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan.

Di sisi lain, SMKN Jateng di Semarang berhak memperoleh akses narasumber, hasil penelitian, serta dukungan dalam kegiatan akademik. Sekolah juga berkewajiban memberikan informasi pendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan di lingkungan sekolah.

Aspek administratif dan hukum dalam kerja sama ini juga diatur secara komprehensif, termasuk ketentuan mengenai kerahasiaan data, penanganan kondisi force majeure, hingga mekanisme penyelesaian perselisihan melalui musyawarah mufakat. Evaluasi kerja sama direncanakan dilakukan minimal setiap dua tahun guna memastikan efektivitas dan relevansi program yang dijalankan.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. “Kerja sama ini bagian dari strategi sekolah untuk meningkatkan kualitas. Tujuan kami adalah membangun sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan, menjembatani transisi siswa ke pendidikan tinggi, dan memperkuat pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga memberikan manfaat langsung bagi siswa dan tenaga pendidik. Melalui kerja sama ini, siswa dan tenaga pendidik dapat memperoleh informasi lebih luas mengenai dunia perguruan tinggi, termasuk program studi, jalur masuk, hingga peluang beasiswa. Selain itu, penyelarasan kurikulum juga menjadi fokus utama agar kompetensi siswa lebih sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

“Kerja sama ini juga mendukung implementasi Merdeka Belajar di SMK, termasuk penyediaan tempat PKL yang terstruktur serta penguatan link and match dengan dunia kerja. Di sisi lain, siswa juga diperkenalkan dengan atmosfer akademik perguruan tinggi sejak dini sehingga dapat memotivasi mereka untuk melanjutkan studi,” tambahnya.

Lebih jauh, Ardan menegaskan bahwa kolaborasi ini membuka peluang bagi pengembangan kegiatan penelitian bersama serta pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kedua institusi. Dengan demikian, sinergi yang terbangun tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui penandatanganan kerja sama ini, SMKN Jateng di Semarang dan Universitas Ngudi Waluyo menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang terintegrasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas lulusan, memperluas wawasan siswa, serta menjawab tantangan pendidikan di era global yang semakin dinamis.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan