Kamis, 23-04-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

BKD Jateng Gelar Pembekalan Perkawinan ASN, Tekankan Integritas dan Ketahanan Keluarga di Era Kerja Modern

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang — Dalam upaya memperkuat kualitas kehidupan keluarga aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menanamkan nilai integritas, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah (BKD Jateng) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Perkawinan bertema “Keluarga Berkualitas, ASN Berintegritas” pada Selasa hingga Rabu, 21–22 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui siaran langsung YouTube BDK Provinsi Jawa Tengah, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja BKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sekaligus langkah konkret dalam menginternalisasikan nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku ASN sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Pembekalan ini menyasar ASN yang akan atau telah memasuki kehidupan pernikahan agar memiliki kesiapan finansial, emosional, dan sosial dalam membangun keluarga yang harmonis.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Penilaian Kinerja BKD Provinsi Jawa Tengah, Agil Joko Sarjono, S.H., M.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kualitas keluarga ASN memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“ASN tidak hanya dituntut profesional dalam pekerjaan, tetapi juga harus memiliki fondasi keluarga yang kuat. Keluarga yang harmonis akan melahirkan ASN yang berintegritas, beretika, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Agil dalam pembukaan kegiatan.

Pembekalan ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang, di antaranya Eko Suseno HRM, SE, MM, PFC, seorang dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UKSW Salatiga sekaligus konsultan dan motivator, serta DR. Pihasniwati, M.A., seorang psikolog yang berpengalaman dalam bidang relasi keluarga dan kesehatan mental.

Dalam sesi pengelolaan keuangan keluarga, Eko Suseno menyoroti pentingnya perencanaan finansial jangka panjang bagi ASN. Ia menyampaikan bahwa angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang mencapai sekitar 74,5 tahun menuntut setiap individu untuk memiliki strategi keuangan yang matang sejak dini.

“Kalau kita tidak merencanakan keuangan sejak masa produktif, maka kita berisiko menghadapi masa tua dengan ketergantungan. Hindari pola MANTAB, MANSET, dan MAUT—yaitu makan tabungan, makan aset, dan makan utang,” tegas Eko.

Ia juga memperkenalkan prinsip pengelolaan keuangan keluarga berbasis konsep K.E.A.M.A.N.A.N yang mencakup kebutuhan dasar, investasi, alokasi hidup, perencanaan masa depan, dana darurat, serta niat dan amanah sebagai landasan integritas. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang sikap dan nilai.

Selain aspek finansial, pembekalan ini juga mengupas pentingnya pengelolaan ekspektasi dan peran dalam rumah tangga. DR. Pihasniwati menjelaskan bahwa banyak konflik dalam pernikahan berakar dari ekspektasi yang tidak realistis dan tidak dikomunikasikan dengan baik.

“Ekspektasi itu seperti peta dalam pikiran kita. Kalau tidak disepakati bersama, maka akan menimbulkan kesalahpahaman. Di sinilah pentingnya komunikasi emosional yang sehat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan ASN dalam kehidupan keluarga cukup kompleks, mulai dari beban kerja yang tinggi hingga tuntutan sosial sebagai figur teladan. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan kecerdasan emosional, fleksibilitas peran, serta kesadaran diri dalam mengelola konflik.

Lebih lanjut, dalam sesi kematangan emosional, peserta diajak memahami bahwa kemampuan mengelola emosi bukanlah bawaan lahir, melainkan keterampilan yang bisa dilatih. Pihasniwati menekankan empat komponen utama, yaitu kesadaran emosi, regulasi emosi, empati, dan tanggung jawab atas respons diri.

“Banyak pasangan gagal bukan karena tidak saling mencintai, tetapi karena tidak mampu mengelola emosi. Padahal, cinta tanpa kematangan emosional sangat rapuh,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam pembahasan work-life balance, Eko Suseno kembali menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi. Ia mengajak peserta untuk memperhatikan “dashboard kehidupan” yang mencakup energi, kecepatan hidup, kesehatan, dan pengelolaan emosi.

“Kesuksesan tidak hanya diukur dari karier, tetapi juga dari kualitas relasi dan rasa syukur. Pilihlah hidup dengan prinsip gratitude, bukan greedy,” katanya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta yang mengikuti secara daring. Banyak di antaranya mengaku mendapatkan perspektif baru dalam memandang pernikahan dan kehidupan keluarga sebagai bagian integral dari profesionalitas ASN.

Dengan terselenggaranya pembekalan ini, BKD Provinsi Jawa Tengah berharap para ASN mampu membangun keluarga yang tidak hanya harmonis, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan birokrasi yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan