SURAKARTA – Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah secara resmi menggebrak dunia pendidikan nasional dengan meluncurkan program masif bertajuk Pembukaan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) serta Coding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Berbasis Kelompok Kerja tahun 2026. Langkah strategis ini merupakan respons cepat terhadap tuntutan zaman dalam mencetak tenaga pendidik yang tidak hanya cakap secara pedagogik, tetapi juga fasih dalam teknologi masa depan untuk diimplementasikan langsung di ruang-ruang kelas di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida pada hari ini Jumat, 30 Juli 2026 ini diikuti oleh ribuan insan pendidikan melalui ruang virtual Zoom dan siaran langsung. Program ini didesain sebagai jembatan transformasi kurikulum guna memenuhi harapan pemerintah agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan perkembangan industri global. Pelatihan ini bukan sekadar seminar satu arah, melainkan sebuah maraton peningkatan kompetensi yang akan berlangsung selama kurang lebih 4 hingga 4,5 bulan, terhitung mulai 1 Agustus hingga 4 Desember 2026.
Ketua Tim Kerja Peningkatan Kompetensi BBGTK Provinsi Jawa Tengah, Niko Arif Murdika Wibawa, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan turunan langsung dari Keputusan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikdasmen Nomor 17 Tahun 2026. Program ini secara spesifik menyasar pengembangan kapasitas guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah agar mampu menguasai metode pembelajaran mendalam serta integrasi teknologi coding dan artificial intelligence (AI). Penekanan pada basis “Kelompok Kerja” dipilih untuk memastikan adanya daya tular ilmu yang lebih cepat dan efektif di tingkat akar rumput
“Kami laporkan bahwa pelatihan ini melibatkan partisipasi luar biasa dari 31 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Saat ini, BBGTK Jawa Tengah memfasilitasi sebanyak 198 kelompok kerja, di mana setiap kelompok akan didampingi oleh seorang fasilitator ahli,” ujar Niko Arif Murdika Wibawa dalam laporannya. Ia juga menambahkan bahwa total peserta yang terlibat mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 3.638 orang, yang diproyeksikan akan menjadi pionir transformasi digital di sekolah masing-masing.
Metodologi yang diterapkan dalam pelatihan ini sangat komprehensif, mencakup tujuh siklus pembelajaran yang menggabungkan pertemuan luring (tatap muka) sebanyak empat kali dan daring sebanyak tujuh kali. Tujuan utamanya adalah agar para guru mampu menerapkan pola pikir bertumbuh, menganalisis kebutuhan belajar secara mendalam, serta merancang asesmen yang mengintegrasikan taksonomi Solo. Dengan durasi pelatihan yang cukup panjang, para peserta diharapkan tidak hanya sekadar “tahu”, tetapi benar-benar mampu merancang pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa
Kepala BBGTK Provinsi Jawa Tengah, Dharmadi, S.Pd., M.Pd., dalam arahan pembukaannya menegaskan bahwa para guru harus siap menjadi “arsitek pembelajaran” yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa inti dari pelatihan ini adalah penerapan filosofi “BBM”, yaitu pembelajaran yang Bermakna, Berkesadaran, dan Menyenangkan. Dharmadi mengingatkan bahwa suasana menyenangkan yang dimaksud bukanlah sekadar lucu-lucuan, melainkan kondisi di mana siswa merasa butuh dan sadar akan pentingnya ilmu yang dipelajari sehingga mereka tidak merasa terbebani.
“Saya sangat berharap Bapak dan Ibu segera mengamalkan apa yang didapat. Tidak perlu menunggu punya ilmu yang sempurna terkait pembelajaran mendalam atau AI, karena jika menunggu sempurna, niscaya akan sulit bagi kita untuk segera melayani anak-anak. Guru harus siap menjadi pelayan pembelajaran sekaligus kreator yang terus memperbarui diri sesuai kebijakan dan perkembangan teknologi terbaru,” tegas Dharmadi dalam kutipan langsungnya yang penuh motivasi. Beliau juga mengapresiasi kerja keras tim yang telah merancang kegiatan strategis ini demi mendukung kebijakan menteri dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Lebih lanjut, Dharmadi menekankan pentingnya pengelolaan hati dan semangat dalam menjalani pelatihan yang intensif ini hingga Desember mendatang. Menurutnya, karakter guru yang bermakna dan berkesadaran akan otomatis menular kepada anak didik. BBGTK Jawa Tengah sendiri terus mendorong budaya positif, kedisiplinan, dan akuntabilitas di setiap lini kerja guna menyambut visi Indonesia Emas melalui layanan pendidikan yang inovatif dan sinergis.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, di mana proses pendaftaran dan akses materi kini telah dipermudah melalui integrasi aplikasi digital milik BBGTK. Keberhasilan BBGTK Jawa Tengah dalam meraih berbagai penghargaan, termasuk predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Silver Creator Award dari YouTube, menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini memiliki dedikasi tinggi dalam melayani insan pendidikan secara akuntabel dan kreatif.
Sebagai penutup acara, para peserta diarahkan untuk langsung bergabung ke dalam ruang belajar khusus per kabupaten/kota guna menerima paparan kebijakan daerah yang lebih spesifik. Sinergi antara BBGTK sebagai pengembang profesi guru dan pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif di tanah Jawa Tengah. Dengan dimulainya pelatihan PM dan KKA ini, babak baru pendidikan vokasi dan umum di jantung Nusantara dipastikan akan bergerak lebih cepat menuju era digitalisasi yang tetap memanusiakan manusia.

Beri Komentar