SEMARANG – SMKN Jawa Tengah di Semarang menggelar kegiatan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi 117 siswa kelas XII di Convention Hall SMKN Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum para siswa diterjunkan ke Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengikuti praktik kerja sebagai bagian dari implementasi pendidikan vokasi yang mengedepankan pengalaman belajar berbasis dunia kerja.
Pembekalan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang akan melaksanakan PKL pada berbagai perusahaan. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya membekali peserta didik tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga kesiapan mental, karakter, etika profesi, serta pemahaman mengenai budaya kerja sehingga mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan industri secara optimal.
Sebagai sekolah vokasi yang berorientasi pada pembentukan lulusan siap kerja, SMKN Jawa Tengah di Semarang memandang Praktik Kerja Lapangan sebagai salah satu proses pembelajaran yang memiliki peran strategis dalam menghubungkan kompetensi yang diperoleh di sekolah dengan kebutuhan nyata di dunia industri. Oleh karena itu, pembekalan diberikan secara komprehensif agar siswa memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan PKL tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada kesungguhan siswa dalam menjalankan tugas selama berada di tempat praktik.
“Keberhasilan PKL ditentukan oleh dua pihak, yaitu sekolah sebagai pengelola kegiatan dan siswa yang melaksanakan PKL. SMKN Jawa Tengah di Semarang sebagai pengelola PKL sudah mempersiapkan dengan baik tempat praktik, pendampingan guru pembimbing, serta kerja sama dengan berbagai industri. Maka siswa sebagai pelaksana harus mampu menjalankan praktik dengan sebaik-baiknya,” ujar Ardan di hadapan para peserta.
Menurutnya, sekolah telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan dan dunia industri yang memiliki komitmen mendukung pengembangan kompetensi peserta didik. Selain itu, setiap siswa juga akan mendapatkan pendampingan dari guru pembimbing yang secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi selama kegiatan PKL berlangsung agar proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan.
Dalam pembekalan tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan mental dan kedisiplinan sebagai modal utama ketika memasuki lingkungan kerja. Mereka didorong untuk memiliki rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang mungkin berbeda dengan lingkungan sekolah. Sikap profesional, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan perusahaan, serta kemampuan bekerja sama dalam tim menjadi aspek yang terus ditekankan kepada seluruh peserta.
Selain itu, siswa juga memperoleh materi mengenai standar operasional yang berlaku di Dunia Usaha dan Dunia Industri. Materi tersebut meliputi tata tertib perusahaan, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja, etika berpakaian, tata krama berkomunikasi dengan atasan maupun rekan kerja, hingga pentingnya menjaga kerahasiaan data dan nama baik perusahaan tempat praktik.
Pembekalan juga diarahkan untuk membangun karakter siswa agar memiliki etos kerja tinggi, disiplin, integritas, serta kemampuan berkomunikasi secara profesional. Sekolah berharap nilai-nilai tersebut tidak hanya diterapkan selama menjalani PKL, tetapi juga menjadi kebiasaan yang melekat ketika para siswa nantinya memasuki dunia kerja setelah lulus.
Ardan menekankan bahwa Praktik Kerja Lapangan bukan sekadar memenuhi kewajiban kurikulum, melainkan kesempatan emas bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik kepada perusahaan mitra. Menurutnya, kesan positif yang ditunjukkan selama praktik dapat membuka peluang yang lebih besar bagi masa depan peserta didik.
“Jadikan PKL sebagai sarana untuk unjuk kemampuan di hadapan mitra industri. Dengan kinerja PKL yang bagus menjadi modal untuk melanjutkan magang kerja dan perekrutan karyawan oleh perusahaan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari para siswa yang mengikuti kegiatan. Mereka menyadari bahwa keberhasilan selama PKL tidak hanya diukur dari kemampuan teknis sesuai kompetensi keahlian, tetapi juga dari sikap, karakter, tanggung jawab, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. Dunia industri saat ini semakin membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keseimbangan antara kompetensi profesional dan karakter yang baik.
Melalui pembekalan tersebut, sekolah juga mengingatkan agar siswa senantiasa menjaga nama baik SMKN Jawa Tengah di Semarang selama berada di lokasi praktik. Setiap perilaku, etika, dan kinerja siswa akan menjadi cerminan kualitas pendidikan sekolah sekaligus menjadi dasar bagi perusahaan untuk melanjutkan kerja sama maupun menerima peserta PKL pada tahun-tahun berikutnya.
Pelaksanaan PKL sendiri merupakan bagian dari strategi pembelajaran vokasi yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk mengaplikasikan kompetensi yang telah dipelajari di sekolah. Selama berada di dunia industri, peserta diharapkan mampu memahami alur kerja perusahaan, mengenali perkembangan teknologi, meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah, serta memperluas wawasan mengenai kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dengan terselenggaranya pembekalan ini, SMKN Jawa Tengah di Semarang berharap seluruh peserta mampu menjalani Praktik Kerja Lapangan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika profesi, serta menunjukkan kompetensi terbaik di setiap perusahaan mitra. Melalui pengalaman tersebut, para siswa diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja maupun melanjutkan karier profesional setelah menyelesaikan pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan dunia industri dalam mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Beri Komentar