Rabu, 22-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Bergerak Bersama, Guru SMKN Jateng di Semarang Kompak Ikuti Pengisian Sulinjar untuk Perkuat Mutu Pendidikan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Komitmen SMKN Jateng di Semarang dalam membangun budaya kerja kolaboratif sekaligus meningkatkan mutu layanan pendidikan kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengisian Survei Lingkungan Belajar (Sulinjar) Secara Bersama Guru SMKN Jateng di Semarang yang dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Ruang AVA SMKN Jateng di Semarang. Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah beserta seluruh guru yang terdaftar aktif dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai bagian dari pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Pelaksanaan pengisian Sulinjar secara bersama menjadi salah satu bentuk implementasi budaya kerja yang selama ini dikembangkan SMKN Jateng di Semarang melalui tagline “Bergerak Bersama”. Melalui semangat kebersamaan tersebut, sekolah berupaya memastikan seluruh pendidik dapat menyelesaikan kewajiban pengisian survei secara tepat waktu sekaligus memahami pentingnya data yang dihasilkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.

Suasana Ruang AVA tampak penuh semangat sejak kegiatan dimulai. Para guru hadir dengan membawa perangkat masing-masing dan mengikuti proses pengisian secara serentak. Tim sekolah turut memberikan pendampingan teknis apabila terdapat kendala selama proses pengisian sehingga seluruh peserta dapat menyelesaikan survei dengan lancar. Pelaksanaan secara kolektif ini juga menjadi sarana untuk saling mengingatkan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan.

Sulinjar merupakan singkatan dari Survei Lingkungan Belajar, yaitu instrumen evaluasi yang dikembangkan Kemendikbudristek untuk memotret kualitas proses pembelajaran dan iklim satuan pendidikan. Survei ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Asesmen Nasional, dengan sasaran utama kepala satuan pendidikan serta seluruh guru yang aktif mengajar. Berbeda dengan penilaian individu, hasil Sulinjar dikumpulkan secara agregat untuk menghasilkan gambaran objektif mengenai kondisi sekolah.

Melalui instrumen tersebut, pemerintah memperoleh informasi mengenai dua aspek utama yang menjadi fondasi penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Aspek pertama adalah kualitas pembelajaran yang meliputi proses perencanaan pembelajaran, strategi mengajar yang diterapkan guru, hingga metode asesmen yang digunakan dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Aspek kedua adalah iklim satuan pendidikan yang mencakup keamanan sekolah, pencegahan perundungan dan kekerasan, tingkat inklusivitas, penghargaan terhadap kebinekaan, serta budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN Jateng di Semarang menegaskan bahwa pengisian Sulinjar bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan menjadi bagian penting dalam upaya membangun budaya evaluasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

“Sulinjar memberikan gambaran yang sangat penting mengenai kondisi pembelajaran dan lingkungan sekolah. Karena itu, kami mengajak seluruh guru untuk mengisinya dengan sungguh-sungguh dan jujur agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil sekolah. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kami dalam menyusun langkah-langkah perbaikan di masa mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan secara bersama juga mencerminkan budaya kerja yang telah menjadi identitas sekolah.

“Tagline Bergerak Bersama bukan hanya slogan, tetapi kami wujudkan dalam setiap kegiatan. Dengan mengerjakan Sulinjar secara bersama-sama, seluruh guru saling mendukung sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pengisian. Kebersamaan seperti inilah yang ingin terus kami bangun di lingkungan sekolah,” katanya.

Para guru menyambut baik pelaksanaan pengisian secara kolektif tersebut. Selain mempermudah koordinasi, kegiatan bersama juga membantu mempercepat penyelesaian pengisian karena apabila terdapat kendala teknis dapat segera didiskusikan dan diselesaikan bersama. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antarguru dalam memahami substansi pertanyaan yang berkaitan dengan peningkatan mutu pembelajaran.

Salah Laely Rohmatin Apriliani,  guru peserta kegiatan menyampaikan bahwa Sulinjar menjadi media refleksi bagi pendidik untuk menilai kembali praktik pembelajaran yang telah dilakukan selama ini.

“Melalui pertanyaan-pertanyaan yang ada, kami diajak melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran di kelas maupun kondisi lingkungan sekolah. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk melihat apa saja yang sudah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Hasil pengisian Sulinjar nantinya tidak digunakan untuk menilai individu guru maupun kepala sekolah. Sebaliknya, seluruh jawaban akan diolah menjadi bagian dari Rapor Pendidikan dan Profil Pendidikan sekolah. Data tersebut menjadi acuan penting bagi manajemen sekolah dalam melaksanakan Perencanaan Berbasis Data (PBD), termasuk dalam menentukan program prioritas, penyusunan anggaran, hingga berbagai kebijakan strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui data yang akurat, sekolah dapat mengidentifikasi kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus menemukan berbagai aspek yang masih membutuhkan pembenahan. Dengan demikian, setiap kebijakan yang diambil tidak lagi berdasarkan asumsi semata, tetapi mengacu pada kebutuhan nyata yang tergambar dari hasil evaluasi.

Pelaksanaan Pengisian Sulinjar Secara Bersama di SMKN Jateng di Semarang juga menunjukkan keseriusan seluruh warga sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan yang berbasis data. Semangat kolaborasi yang ditunjukkan para guru menjadi modal penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen sekolah untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, nyaman, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta berkarakter.

Dengan semangat Bergerak Bersama, SMKN Jateng di Semarang terus menunjukkan bahwa keberhasilan peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kolaborasi seluruh warga sekolah dalam menjalankan setiap program secara konsisten. Pengisian Sulinjar secara bersama menjadi salah satu wujud nyata komitmen tersebut, sekaligus langkah strategis dalam menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas melalui pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan