Selasa, 30-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Dinas Pendidikan Jateng Samakan Persepsi Pengelolaan SMK Boarding, Tekankan Transparansi dan Penguatan Program Unggulan

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi Pemerintah

Semarang — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi secara daring untuk menyamakan persepsi dalam pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boarding dan Semi Boarding, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti jajaran pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, mulai dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang SMK beserta jajarannya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I hingga XII, serta seluruh kepala SMK Boarding dan Semi Boarding se-Jawa Tengah.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat tata kelola sekolah berasrama sekaligus memastikan seluruh satuan pendidikan memiliki pemahaman dan arah kebijakan yang selaras, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Dari SMKN Jawa Tengah di Semarang, kegiatan diikuti langsung oleh Kepala Sekolah, Ardan Sirodjuddin, bersama jajaran manajemen sekolah yang mengikuti rapat secara daring dari Ruang Rapat Gedung Administrasi Lantai 2. Kehadiran manajemen sekolah ini menjadi bentuk komitmen dalam mengawal keberlangsungan program pendidikan boarding yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh Cabang Dinas Pendidikan dan sekolah yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan SPMB tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah, cabang dinas, dan satuan pendidikan.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh cabang dinas dan sekolah atas suksesnya pelaksanaan SPMB 2026. Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa dalam seluruh proses pelaksanaannya,” ujar Sadimin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, setiap masukan dan temuan di lapangan akan menjadi bahan penting untuk penyempurnaan sistem pada tahun-tahun mendatang.

Sadimin juga kembali menegaskan posisi SMK Boarding sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memiliki misi sosial sangat kuat, yakni memberikan akses pendidikan berkualitas kepada siswa dari keluarga prasejahtera. Program ini, kata dia, menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“SMK Boarding merupakan program unggulan Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini harus terus kita jaga kualitas dan keberlanjutannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sadimin juga mengingatkan seluruh sekolah negeri untuk menjaga integritas dan transparansi dalam tata kelola pendidikan. Ia menegaskan bahwa SMA dan SMK Negeri di Jawa Tengah tidak diperbolehkan melakukan pungutan maupun praktik penjualan seragam kepada peserta didik.

“Saya tegaskan, SMA dan SMK Negeri tidak ada pungutan dan tidak ada jual seragam. Mari kita jaga transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari implementasi Sistem Budaya Integritas,” katanya.

Rapat koordinasi selanjutnya dipimpin oleh Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Roberto Agung Nugroho. Dalam arahannya, Roberto menekankan pentingnya tata kelola birokrasi yang sesuai mekanisme, khususnya dalam penyampaian usulan program maupun kebutuhan sekolah.

“Setiap SMK harus mengajukan usulan secara berjenjang. Tidak boleh langsung ke gubernur. Semua harus melalui mekanisme yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Roberto menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB Boarding tahun 2026 mengalami sejumlah perubahan fundamental, salah satunya terkait aspek kesehatan calon peserta didik. Perubahan ini, menurutnya, memerlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan efektivitas implementasi di lapangan.

Ia juga meminta seluruh kepala sekolah melakukan mitigasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi SMK Boarding dan Semi Boarding, mulai dari proses kegiatan belajar mengajar (KBM), kekurangan sumber daya manusia, hingga keterbatasan sarana dan peralatan praktik.

“Kita perlu memitigasi berbagai persoalan di SMK Boarding dan Semi Boarding, baik terkait KBM, kekurangan SDM, maupun kekurangan peralatan. Semua itu harus dipetakan agar solusi bisa dirumuskan dengan tepat,” jelas Roberto.

Lebih lanjut, Roberto menegaskan bahwa visi besar SMK Boarding dan Semi Boarding adalah menciptakan generasi unggul dari kalangan kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

“Visi SMK Boarding dan Semi Boarding adalah menciptakan generasi unggul dari keluarga kurang mampu. Karena itu, jangan patah semangat dalam melakukan pembinaan siswa,” katanya.

Sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan vokasi, Roberto mendorong sekolah untuk memperkuat tracer study sebagai instrumen pemetaan lulusan. Selain itu, ia juga meminta adanya penguatan instrumen evaluasi pembelajaran serta optimalisasi pengajuan bantuan fisik, peralatan, dan bahan praktik.

Tidak hanya itu, evaluasi tenaga pamong juga menjadi perhatian penting dalam pembinaan sekolah berasrama. Menurut Roberto, keberadaan pamong yang kompeten memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.

Ia menegaskan bahwa visi pendidikan Jawa Tengah adalah mewujudkan pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter. Untuk mendukung visi tersebut, sekolah didorong memperkuat penguasaan bahasa asing, teknologi informasi, literasi numerasi, serta kewirausahaan.

“Penguatan bahasa asing, IT, literasi numerasi, dan kewirausahaan harus menjadi prioritas agar lulusan SMK mampu bersaing secara global,” ungkap Roberto.

Dalam sesi lanjutan, Roberto juga menyampaikan sejumlah permintaan dari Direktorat SMK Kementerian Pendidikan, khususnya terkait pendataan siswa dan lulusan yang menjalani magang di luar negeri, bekerja di luar negeri, maupun yang masih menunggu keberangkatan kerja ke luar negeri. Selain itu, sekolah juga didorong aktif mengunggah praktik-praktik baik melalui media sosial sebagai sarana publikasi keberhasilan pendidikan vokasi.

Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan teknis sekaligus usulan penguatan kebijakan. Melalui rapat ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah berharap pengelolaan SMK Boarding dan Semi Boarding semakin terarah, adaptif terhadap tantangan, serta mampu mencetak generasi unggul yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan