Ungaran — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan SMKN Jawa Tengah di Semarang. Sekolah vokasi tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat 2026 pada kategori Kepala Sekolah/Madrasah dengan Manajemen Sekolah Berbudaya Sehat, sebuah pengakuan atas keberhasilan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga sekolah.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Ngudi Waluyo, Prof. Dr. Subiyantoro, dalam acara puncak Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat yang berlangsung di Aula H.M. Iskak Soepardi, Universitas Ngudi Waluyo, Ungaran, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026).
Keberhasilan SMKN Jawa Tengah di Semarang sebagai salah satu penerima penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan budaya pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik secara optimal.
Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen sekolah yang selama ini berkontribusi aktif membangun budaya sehat di lingkungan pendidikan.
“Hasil ini merupakan kolaborasi yang luar biasa dari segenap warga sekolah. Penghargaan ini adalah milik seluruh guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan semua pihak yang selama ini bersama-sama membangun budaya sehat di SMKN Jateng di Semarang,” ujar Ardan usai menerima penghargaan.
Ardan menegaskan, budaya sehat bukanlah sekadar program seremonial atau pemenuhan indikator penilaian semata. Lebih dari itu, budaya sehat merupakan nilai yang harus terus dihidupkan dan diinternalisasi dalam setiap aktivitas sekolah, mulai dari proses pembelajaran hingga interaksi sosial antarwarga sekolah.
Di bawah kepemimpinannya, SMKN Jawa Tengah di Semarang menerapkan sistem manajemen sekolah yang berorientasi pada kesejahteraan. Setiap kebijakan pendidikan dirancang dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat pelayanan utama, sehingga seluruh program sekolah diarahkan untuk mendukung perkembangan akademik, karakter, serta kesehatan fisik dan mental siswa.
Model pengelolaan tersebut diwujudkan melalui manajemen berbasis kesejahteraan siswa, penguatan pendidikan karakter, penerapan pendidikan inklusi, strategi pengelolaan terpadu, integritas kelembagaan, serta budaya kerja yang terintegrasi dan holistik. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya produktif, tetapi juga humanis dan berkelanjutan.
Selain memperkuat tata kelola sekolah, SMKN Jawa Tengah di Semarang juga aktif mengembangkan literasi budaya sehat sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Berbagai inovasi terus dilakukan agar konsep hidup sehat tidak berhenti pada teori, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh warga sekolah.
Sejumlah inovasi yang dikembangkan antara lain literasi sains berkelanjutan, literasi lingkungan kreatif, literasi kolaboratif berbasis digital, hingga literasi kewirausahaan yang mengintegrasikan aspek kesehatan, lingkungan, dan pengembangan kompetensi peserta didik. Program-program tersebut dirancang untuk menanamkan kesadaran bahwa kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan kualitas hidup.
Menurut Ardan, membangun budaya sehat memerlukan konsistensi, keteladanan, dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Ia menilai kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang justru menjadi fondasi utama dalam membangun karakter kolektif sebuah institusi pendidikan.
“Budaya sehat bukan hanya berbicara mengenai kebersihan atau kesehatan fisik, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah memiliki kepedulian terhadap lingkungan, karakter, kesehatan mental, hingga mampu membangun budaya saling menghargai dalam kehidupan sekolah,” katanya.
Penghargaan yang diraih SMKN Jawa Tengah di Semarang sekaligus mempertegas bahwa pembangunan sekolah berkualitas tidak cukup hanya bertumpu pada capaian akademik dan prestasi kompetisi. Sekolah masa kini dituntut mampu menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan fisik, kesehatan lingkungan, kesehatan mental, pendidikan karakter, serta kesejahteraan seluruh warga sekolah secara menyeluruh.
Ajang Anugerah Sekolah Berbudaya Sehat Tahun 2026 sendiri merupakan bentuk apresiasi kepada sekolah, guru, dan kepala sekolah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi dalam membangun budaya sehat di lingkungan pendidikan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk mengembangkan praktik terbaik dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dukungan serta ucapan selamat juga datang dari para guru SMKN Jawa Tengah di Semarang. Guru SMKN Jateng di Semarang, Agista Rizky Dermara, mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan yang diraih sekolahnya.
“Alhamdulillah, selamat Pak Ardan. Semoga SMKN Jateng semakin berbudaya sehat,” ucap Agista.
Ucapan serupa disampaikan guru lainnya, Ayu Setyorini, yang berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus memajukan sekolah.
“Selamat dan sukses selalu Bapak Ardan. Semoga SMKN Jateng di Semarang semakin maju,” katanya.
Bagi Ardan Sirodjuddin, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi pemantik semangat untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berorientasi pada kesejahteraan.
“Kami berharap budaya sehat terus berkembang dan menjadi identitas sekolah. Semoga apa yang telah dilakukan SMKN Jateng di Semarang dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak lahir lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, berkarakter, dan mampu mencetak generasi unggul Indonesia,” pungkasnya.

Beri Komentar