Selasa, 30-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng Semarang Gelar Upacara Harganas 2026, Tegaskan Peran Keluarga sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG — SMKN Jateng di Semarang menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 pada Senin (29/6/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di Lapangan Hijau SMKN Jateng tersebut diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengenakan seragam Wastra Nusantara berupa batik sebagai simbol penghormatan terhadap budaya sekaligus nilai kebersamaan dalam keluarga.

Pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah tertanggal 24 Juni 2026 Nomor S/400.14.1.1/722/2026 tentang pelaksanaan upacara Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang selaku pembina upacara.

Dalam amanatnya, pembina upacara membacakan sambutan resmi Hari Keluarga Nasional ke-33 yang diterbitkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Sambutan tersebut menekankan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing.

Suasana upacara berlangsung khidmat sejak awal hingga akhir. Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian, terutama saat pesan-pesan utama Harganas 2026 disampaikan. Momen ini menjadi pengingat bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial terkecil, melainkan ruang pertama bagi pembentukan karakter, nilai, dan masa depan anak.

Kepala SMKN Jateng di Semarang dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga memiliki peran yang tidak tergantikan dalam membentuk pribadi anak sejak usia dini. Menurutnya, sekolah memiliki fungsi penting dalam pendidikan formal, namun fondasi karakter tetap berasal dari rumah.

“Peringatan Hari Keluarga Nasional ini mengingatkan kita bahwa keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak. Di dalam keluarga, anak belajar tentang kasih sayang, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai kehidupan yang akan membentuk masa depannya,” ujarnya saat memberikan amanat upacara.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara keluarga dan institusi pendidikan harus terus diperkuat agar tumbuh kembang anak berjalan optimal. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga dukungan keluarga di rumah.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara orang tua dan lembaga pendidikan. Ketika keluarga hadir sebagai ruang yang sehat, aman, dan penuh perhatian, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Pada Harganas ke-33 tahun ini, Kemendukbangga/BKKBN membagi pesan utama ke dalam beberapa pokok penting. Pesan pertama menegaskan bahwa keluarga adalah tempat anak belajar untuk dicintai, didengar, dan dihargai. Dalam konteks ini, kehadiran ayah dinilai memiliki peran krusial dalam membangun rasa aman serta keyakinan diri anak sejak dini.

Pesan kedua menekankan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dalam panduan komunikasi Harganas 2026, ayah dan ibu digambarkan sebagai satu tim yang sama-sama aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Peran pengasuhan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab satu pihak, melainkan kolaborasi yang saling melengkapi.

Sementara pesan ketiga menyoroti pentingnya kehadiran ayah dalam penguatan keluarga. Keterlibatan ayah disebut berkaitan erat dengan perkembangan sosial dan emosional anak, kesehatan mental, hingga capaian pendidikan. Peran aktif ayah dalam kehidupan sehari-hari diyakini dapat membantu membangun lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan suportif.

Hari Keluarga Nasional sendiri memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjuangan bangsa Indonesia pascakemerdekaan. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 22 Juni 1949, para pejuang yang selamat dari medan perang kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya satu pekan kemudian, tepat pada 29 Juni 1949. Momen kebersamaan itu kemudian menjadi simbol pentingnya keluarga sebagai tempat kembali, berlindung, dan menguatkan satu sama lain.

Sejarah tersebut kemudian menginspirasi Prof. Dr. Haryono Suyono saat menjabat Kepala BKKBN untuk menetapkan tanggal 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Tanggal ini juga bertepatan dengan dimulainya Gerakan Keluarga Berencana Nasional pada 1970. Legitimasi resmi Harganas diperkuat melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2014 yang menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional.

Melalui peringatan Harganas ke-33 ini, SMKN Jateng di Semarang berharap semangat membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas semakin tumbuh di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa berawal dari keluarga yang kuat.

“Jika kita ingin mencetak generasi emas Indonesia, maka yang pertama harus kita perkuat adalah keluarga. Keluarga yang sehat, hangat, dan harmonis akan melahirkan anak-anak yang tangguh serta berkarakter,” tutup Kepala SMKN Jateng di Semarang.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan