SEMARANG, 26 Juni 2026 — SMKN Jawa Tengah di Semarang mulai mematangkan arah kebijakan pendidikan untuk tahun ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Review dan Penyusunan Dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 2 Gedung Administrasi sekolah, Jumat (26/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk mengevaluasi implementasi kurikulum sebelumnya sekaligus menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Tim Pengembang Kurikulum SMKN Jateng di Semarang, dengan paparan utama disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Laely Rohmatin Apriliani. Dalam paparannya, Laely menekankan bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) merupakan kurikulum operasional yang dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sebagai pedoman utama penyelenggaraan proses pembelajaran.
Menurutnya, KSP menjadi instrumen penting agar pembelajaran di sekolah tidak hanya mengikuti regulasi nasional, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan lokal, karakteristik peserta didik, serta tantangan masa depan.
“KSP bukan sekadar dokumen administratif. Dokumen ini menjadi arah utama sekolah dalam mengelola pembelajaran agar sesuai dengan potensi sekolah, kebutuhan siswa, serta perkembangan dunia industri dan masyarakat,” ujar Laely dalam paparannya.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan KSP mengacu pada empat komponen utama. Pertama, karakteristik satuan pendidikan yang mencakup analisis kondisi sekolah, lingkungan sosial budaya, serta latar belakang peserta didik. Kedua, visi, misi, dan tujuan sekolah sebagai arah pembangunan jangka menengah dan panjang. Ketiga, pengorganisasian pembelajaran yang mengatur muatan kurikulum, beban belajar, model pembelajaran, hingga pelaksanaan kegiatan kokurikuler. Keempat, perencanaan pembelajaran pada lingkup kelas, meliputi Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta modul ajar atau RPP.
Selain komponen tersebut, penyusunan KSP juga harus berpegang pada prinsip utama, yakni berpusat pada peserta didik, kontekstual, esensial, akuntabel, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Prinsip ini memastikan kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan dapat diimplementasikan secara efektif.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi kurikulum tahun sebelumnya. Menurutnya, penyusunan KSP tidak boleh dilakukan hanya sebagai rutinitas administratif, melainkan harus menjadi proses reflektif untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Apa yang sudah bagus dalam pelaksanaan kurikulum tahun kemarin harus kita pertahankan. Sementara yang belum optimal harus kita perkuat dan perbaiki bersama,” tegas Ardan.
Ia menambahkan, sekolah harus mampu bergerak dinamis mengikuti perubahan kebutuhan kompetensi masa depan, terutama di era transformasi digital dan revolusi industri.
“SMK harus selalu relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, kurikulum kita tidak boleh statis. Harus responsif terhadap perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21,” katanya.
Dalam proses reviu KSP tahun ajaran sebelumnya, tim pengembang kurikulum melakukan sejumlah tahapan analisis. Kegiatan tersebut meliputi identifikasi kekuatan dan praktik baik yang perlu dipertahankan, evaluasi kelemahan serta kendala yang harus diperbaiki, pengukuran tingkat ketercapaian program dan target yang telah ditetapkan, serta identifikasi keberhasilan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Selain itu, tim juga melakukan analisis regulasi dan kebijakan kurikulum terbaru sebagai dasar penyempurnaan KSP. Penyusunan KSP tahun ajaran 2026/2027 mengacu pada sejumlah regulasi dan panduan, di antaranya panduan reviu dan penyusunan dokumen KSP dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, panduan Kemendikdasmen, panduan kokurikuler, panduan KKA CP Nomor 046/KR/2025, serta Struktur Kurikulum berdasarkan Permen Nomor 13 Tahun 2025.
Analisis kebutuhan murid, perkembangan pendidikan, karakteristik lingkungan sekolah, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja juga menjadi fokus penting dalam penyusunan dokumen ini. Tidak hanya itu, sekolah turut mengevaluasi kesiapan sumber daya pendidikan yang mencakup sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembiayaan, hingga kemitraan dengan berbagai pihak.
Sebagai bagian dari kelengkapan administratif reviu KSP, tim juga menyiapkan berbagai dokumen pendukung seperti daftar hadir tim pengembang kurikulum, hasil reviu KSP tahun ajaran sebelumnya, analisis regulasi kurikulum, analisis kebutuhan murid dan lingkungan sekolah, analisis sumber daya pendidikan, hingga rekomendasi penyempurnaan KSP.
Menariknya, terdapat sejumlah muatan baru yang akan diperkuat dalam KSP tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya adalah pengembangan sekolah berintegritas yang diharapkan menjadi fondasi budaya sekolah. Selain itu, penguatan pendidikan karakter melalui pembiasaan nilai-nilai positif juga menjadi perhatian khusus.
Program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) turut diintegrasikan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan kondusif.
Kurikulum terbaru SMKN Jateng juga akan memberikan perhatian besar pada pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (AI). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat dan kebutuhan kompetensi digital di dunia kerja.
“Kita ingin siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami logika di balik teknologi itu sendiri. Koding dan AI menjadi kompetensi penting yang harus mulai dikuatkan,” jelas Laely.
Selain AI dan koding, materi tentang pendidikan perubahan iklim, peningkatan literasi rupiah dan sistem pembayaran, serta insersi pendidikan perkoperasian juga akan menjadi bagian dari penguatan kurikulum.
Sekolah juga akan mendorong penerapan deep learning atau pembelajaran mendalam agar siswa tidak sekadar menghafal materi, tetapi mampu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan pengetahuan secara nyata. Program Hari Belajar Guru turut dirancang untuk memperkuat budaya belajar berkelanjutan di kalangan pendidik.
Dengan penyusunan KSP yang lebih komprehensif dan adaptif, SMKN Jateng di Semarang berharap mampu menghadirkan ekosistem pendidikan vokasi yang semakin relevan, berkualitas, dan berintegritas. Melalui kurikulum yang terus diperbarui sesuai kebutuhan zaman, sekolah optimistis dapat mencetak lulusan yang unggul secara kompetensi, kuat dalam karakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Beri Komentar