Selasa, 30-06-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang Magang di Industri, Perkuat Link and Match dengan Dunia Kerja

Diterbitkan : - Kategori : Balai Besar / Berita

SEMARANG — Komitmen untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi terus ditunjukkan SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengirim guru dari kompetensi keahlian Teknik Pemesinan untuk menjalani program magang industri di PT Sinergi Metal Teknik, perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang sheet metal fabrication di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang.

Program magang ini menjadi bagian penting dalam upaya penyelarasan kompetensi antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), sekaligus memperkuat konsep link and match yang selama ini menjadi fokus pengembangan pendidikan kejuruan. Melalui pengalaman langsung di lingkungan industri, para guru diharapkan mampu memperbarui kompetensi, memahami teknologi terbaru, serta membawa praktik industri modern ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Kegiatan magang tersebut merupakan kelanjutan dari program Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Berstandar Industri yang sebelumnya diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Bandung. Dalam program tersebut, para guru telah mendapatkan penguatan materi teori, pembaruan wawasan teknologi manufaktur, hingga praktik intensif di workshop yang dirancang sesuai standar industri.

Magang di PT Sinergi Metal Teknik menjadi fase lanjutan yang sangat krusial. Jika di Bandung para peserta memperoleh fondasi akademik dan praktik terstruktur, maka di perusahaan inilah seluruh kompetensi tersebut diuji dalam situasi kerja nyata yang sarat tuntutan efisiensi, ketepatan, dan produktivitas tinggi.

Guru produktif Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang yang mengikuti program ini akan terlibat langsung dalam ekosistem produksi manufaktur modern. Mereka tidak hanya mengamati proses kerja, tetapi juga mendalami berbagai tahapan produksi dengan standar industri yang sesungguhnya.

Kepala SMKN Jateng di Semarang menyampaikan bahwa program magang industri bagi guru bukan sekadar agenda rutin, melainkan strategi penting untuk menjaga relevansi pembelajaran vokasi dengan perkembangan teknologi di lapangan.

“Dunia industri berkembang sangat cepat. Teknologi yang digunakan di pabrik terus berubah dan semakin modern. Karena itu, guru juga harus terus belajar agar apa yang diajarkan kepada siswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, guru merupakan ujung tombak pendidikan vokasi. Ketika kompetensi guru meningkat, kualitas lulusan pun akan ikut terdongkrak secara signifikan.

“Tujuan akhirnya adalah menghasilkan lulusan yang siap kerja, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi. Untuk mencapai itu, guru harus memahami standar kerja industri secara langsung,” katanya.

Kedatangan guru magang dari SMKN Jateng di Semarang disambut hangat oleh manajemen PT Sinergi Metal Teknik. Program ini mendapat dukungan penuh dari perusahaan, bahkan pengajuan kerja sama magang diterima langsung oleh Owner PT Sinergi Metal Teknik, Muhammad Ali.

Menurut Muhammad Ali, keterlibatan industri dalam mendukung pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena industri dan sekolah seharusnya berjalan beriringan. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, sementara sekolah membutuhkan akses terhadap perkembangan teknologi terbaru. Sinergi ini saling menguatkan,” kata Muhammad Ali.

Ia menegaskan bahwa perusahaan siap membuka ruang pembelajaran bagi para guru agar mampu memahami sistem produksi modern secara menyeluruh.

“Ketika guru memahami proses produksi industri dari hulu sampai hilir, maka transfer ilmu kepada siswa akan jauh lebih relevan. Siswa nantinya tidak kaget ketika masuk ke dunia kerja,” tambahnya.

PT Sinergi Metal Teknik sendiri dikenal sebagai salah satu perusahaan manufaktur yang memiliki spesialisasi tinggi dalam pengerjaan plat logam (sheet metal fabrication). Berlokasi di Kawasan Industri Wijayakusuma, tepatnya di Jalan Gunung Kelir Raya Nomor 2, Kecamatan Tugu, Semarang, perusahaan ini didukung fasilitas produksi modern yang memungkinkan pengerjaan komponen logam dengan tingkat presisi tinggi.

Selama masa magang, para guru mendalami sejumlah teknologi utama yang menjadi tulang punggung produksi di perusahaan tersebut. Salah satunya adalah teknologi laser cutting, yakni penggunaan mesin pemotong berbasis sinar laser otomatis yang mampu memotong plat logam dengan akurasi tinggi hingga skala mikron. Teknologi ini dinilai sangat penting untuk efisiensi material dan kualitas hasil produksi.

Selain itu, guru juga mempelajari proses bending atau penekukan plat menggunakan mesin CNC bending modern. Teknik ini membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap komponen harus sesuai dengan blueprint desain yang telah ditetapkan.

Tahapan berikutnya adalah welding dan assembling, yaitu proses pengelasan dan perakitan komponen menjadi produk utuh yang siap digunakan. Pada fase ini, guru mempelajari penerapan standar pengelasan industri serta sistem kontrol kualitas atau Quality Control (QC) yang ketat.

Tak kalah penting, peserta magang juga mempelajari proses roll pipa, yakni teknik pembentukan dan pengerolan pipa logam untuk berbagai kebutuhan struktur industri. Keterampilan ini memperkaya kompetensi guru dalam bidang manufaktur logam yang semakin kompleks.

Melalui skema upskilling dan reskilling yang menyeluruh—mulai dari pelatihan berbasis lembaga di BBPPMPV BMTI Bandung hingga praktik langsung di industri—kesenjangan teknologi antara ruang kelas dan dunia kerja diharapkan semakin kecil. Guru tidak lagi hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang mampu mentransfer budaya kerja industri kepada peserta didik.

Kemitraan strategis antara SMKN Jateng di Semarang dengan PT Sinergi Metal Teknik pun menjadi bukti nyata bahwa penguatan pendidikan vokasi memerlukan kolaborasi erat antara sekolah, pemerintah, dan industri. Dengan sinergi tersebut, SMKN Jateng di Semarang optimistis dapat terus meningkatkan mutu pembelajaran praktik, memperluas jaringan kerja sama, dan mencetak lulusan yang benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Penulis : Riska Eko Cahyono, S.Pd. Guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan