Kamis, 06-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Fakultas Teknik UNNES Gelar Pengabdian di SMKN Jateng Semarang, Kenalkan AIoT untuk Bekali Siswa Hadapi Industri Digital

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kompetensi peserta didik sekolah vokasi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan di SMKN Jateng di Semarang. Program yang berlangsung pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026 ini menghadirkan pembelajaran berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) sebagai bekal bagi siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi di era industri digital.

Kegiatan pengabdian tersebut dipandu oleh dosen Fakultas Teknik UNNES, Mario Norman Syah, S.Pd., M.Eng., dengan pendampingan dari guru SMKN Jateng di Semarang, Pandu Fatoni. Sebanyak 23 siswa mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dirancang untuk menggabungkan pemahaman teori dengan praktik langsung menggunakan perangkat AIoT.

Pelaksanaan hari pertama pada Jumat, 31 Juli 2026, difokuskan pada penyampaian materi dasar sebelum siswa memasuki sesi praktikum. Pada tahap ini, peserta diperkenalkan dengan konsep dasar Internet of Things (IoT), berbagai komponen yang digunakan dalam sistem AIoT, serta penjelasan contoh kode pemrograman yang menjadi dasar pengembangan perangkat cerdas. Untuk mempermudah pemahaman, simulasi dilakukan menggunakan platform Wokwi sehingga siswa dapat mencoba rangkaian dan kode secara virtual sebelum mengoperasikan trainer yang sesungguhnya.

Mario Norman Syah menjelaskan bahwa penggunaan simulator merupakan strategi pembelajaran yang efektif karena memberikan kesempatan kepada siswa memahami konsep dasar tanpa khawatir mengalami kerusakan perangkat saat proses belajar.

“Melalui simulasi di platform Wokwi, siswa dapat memahami hubungan antara perangkat keras dan perangkat lunak sebelum masuk ke praktik menggunakan trainer AIoT. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih sistematis, efisien, dan meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika menghadapi perangkat nyata,” ujar Mario Norman Syah.

Selain memahami konsep dasar IoT, para peserta juga memperoleh penjelasan mengenai fungsi berbagai komponen elektronik yang umum digunakan dalam pengembangan sistem AIoT, mulai dari mikrokontroler, sensor, aktuator, hingga komunikasi data. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan contoh kode pemrograman yang menjadi fondasi dalam membangun proyek berbasis AIoT.

Setelah memperoleh bekal teori dan simulasi, kegiatan berlanjut pada hari kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Pada sesi ini, seluruh peserta mengikuti praktikum menggunakan trainer AIoT yang telah dipersiapkan oleh tim pengabdian. Sebanyak 23 siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengerjakan proyek sesuai pembagian tugas dan job sheet yang telah disusun.

Dalam praktikum tersebut, siswa tidak hanya diminta merangkai perangkat, tetapi juga mengimplementasikan kode program, melakukan pengujian sistem, hingga menganalisis hasil kerja sesuai proyek yang diberikan. Pendekatan berbasis proyek ini memberikan pengalaman nyata sebagaimana proses yang dilakukan di dunia industri maupun perguruan tinggi.

Guru pendamping dari SMKN Jateng di Semarang, Pandu Fatoni, menyambut baik kolaborasi antara Fakultas Teknik UNNES dan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena siswa memperoleh kesempatan belajar langsung dari dosen sekaligus menggunakan perangkat pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan kompetensi vokasi.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana sebuah sistem AIoT dirancang, diprogram, dan diuji. Pendekatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang saat ini semakin mengarah pada teknologi digital dan otomasi,” ungkap Pandu Fatoni.

Ia menambahkan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan SMK menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi. Melalui kolaborasi tersebut, guru maupun siswa dapat mengikuti perkembangan teknologi terbaru sehingga kompetensi yang dimiliki semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

Pelaksanaan program pengabdian ini juga didukung dengan kesiapan berbagai perangkat pembelajaran yang telah dipersiapkan oleh tim dosen. Berdasarkan laporan perkembangan kegiatan, trainer AIoT telah selesai 100 persen, perangkat RPM juga telah mencapai 100 persen, sementara modul ajar telah rampung sepenuhnya. Adapun job sheet praktikum telah mencapai sekitar 80 persen dan masih dalam tahap penyempurnaan dari sisi tata letak serta penyajian materi agar lebih mudah dipahami siswa. Selain itu, tim pengabdian juga tengah menyelesaikan pembuatan video tutorial sebagai media belajar mandiri yang nantinya dapat dimanfaatkan siswa maupun guru setelah kegiatan berakhir.

Menurut Mario Norman Syah, keberadaan modul, job sheet, trainer, dan video tutorial merupakan satu kesatuan yang dirancang agar pembelajaran AIoT dapat terus berlanjut meskipun program pengabdian telah selesai dilaksanakan.

“Kami berharap perangkat pembelajaran yang disiapkan tidak hanya digunakan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi sumber belajar yang berkelanjutan di sekolah. Dengan demikian, guru dapat melanjutkan pembelajaran secara mandiri, sementara siswa memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang AIoT,” jelasnya.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Teknik UNNES berharap sinergi dengan SMKN Jateng di Semarang dapat terus diperkuat dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Pembelajaran berbasis AIoT diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki keterampilan teknologi terkini, berpikir kritis, mampu menyelesaikan masalah melalui pendekatan berbasis proyek, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital di dunia industri maupun pendidikan tinggi.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan