Rabu, 05-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Sosialisasikan Sistem Penerimaan Siswa di Kota Pekalongan, Puluhan Kepala SMP Antusias Gali Informasi

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Pekalongan – Upaya memperluas akses informasi mengenai pendidikan vokasi berkualitas terus dilakukan SMKN Jateng di Semarang. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi SMKN Jateng di Kota Pekalongan yang digelar di SMP Negeri 14 Pekalongan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 30 kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Pekalongan yang antusias menggali informasi mengenai sistem penerimaan peserta didik baru, program keahlian, hingga peluang lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan di SMKN Jateng.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Pekalongan, Runtut Wijiasih, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada SMKN Jateng di Semarang karena telah hadir memberikan pemahaman secara langsung kepada para kepala sekolah SMP. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah menengah pertama dengan sekolah vokasi unggulan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Runtut Wijiasih mengatakan bahwa kehadiran SMKN Jateng di Semarang memberikan kesempatan bagi para kepala sekolah untuk memperoleh informasi yang utuh sehingga dapat diteruskan kepada peserta didik maupun orang tua. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi lulusan SMP di Kota Pekalongan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMKN Jateng di Semarang yang telah hadir dan bersedia berbagi informasi secara langsung kepada kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan gambaran yang jelas mengenai sekolah, sistem penerimaan, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik kami. Semoga kerja sama ini terus berlanjut untuk kemajuan pendidikan di Kota Pekalongan,” ujar Runtut Wijiasih.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan mengenai profil SMKN Jateng di Semarang. Para peserta memperoleh informasi mengenai sejarah berdirinya sekolah, konsep pendidikan berasrama, karakter pembelajaran, serta berbagai keunggulan yang dimiliki sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, vokasional, maupun karakter.

Diskusi berlangsung dinamis. Berbagai persoalan terkait pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas lulusan SMP di Kota Pekalongan turut menjadi pembahasan. Para kepala sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai strategi mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing memasuki sekolah-sekolah unggulan, termasuk SMKN Jateng.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Kota Pekalongan, Siti Kurnia Hasanah, menegaskan bahwa sosialisasi tersebut sangat penting karena masih banyak kepala SMP yang belum memahami secara menyeluruh mengenai SMKN Jateng. Menurutnya, informasi yang disampaikan secara langsung akan menghilangkan berbagai kesalahpahaman yang selama ini berkembang di masyarakat.

“Sosialisasi SMKN Jateng ini sangat bermanfaat karena ternyata masih banyak kepala SMP yang belum memahami secara utuh tentang sekolah ini. Melalui kegiatan ini, Bapak dan Ibu Kepala Sekolah dapat bertanya langsung kepada Kepala SMKN Jateng di Semarang sehingga informasi yang diterima benar-benar jelas dan dapat diteruskan kepada peserta didik maupun orang tua,” ungkap Siti Kurnia Hasanah.

Antusiasme peserta terlihat ketika memasuki sesi diskusi. Salah satu peserta, Sukardi, Kepala SMP Negeri 1 Pekalongan, mengajukan sejumlah pertanyaan yang selama ini menjadi perhatian para kepala sekolah maupun calon peserta didik. Pertanyaan tersebut meliputi mekanisme seleksi masuk SMKN Jateng, jumlah kuota penerimaan peserta didik baru setiap tahun, hingga lokasi penyelenggaraan SMKN Jateng di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Informasi mengenai seleksi, kuota, dan lokasi sekolah sangat penting bagi kami agar dapat memberikan penjelasan yang tepat kepada siswa dan orang tua ketika mereka mulai menentukan pilihan sekolah setelah lulus SMP,” kata Sukardi saat sesi tanya jawab.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., selaku narasumber memaparkan secara rinci berbagai informasi mengenai SMKN Jateng. Ia menjelaskan konsep sekolah berasrama, visi dan misi, berbagai program keahlian yang tersedia, jumlah kuota peserta didik, mekanisme seleksi penerimaan, hingga persebaran kampus SMKN Jateng di sejumlah wilayah.

Dalam paparannya, Ardan juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah SMP dalam memberikan pendampingan kepada peserta didik yang memiliki potensi untuk melanjutkan pendidikan di SMKN Jateng. Menurutnya, keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan administrasi, karakter, motivasi belajar, serta dukungan dari sekolah asal.

“Kami berharap kepala sekolah dapat menjadi mitra strategis dalam mengidentifikasi peserta didik yang memiliki potensi dan motivasi tinggi untuk melanjutkan pendidikan di SMKN Jateng. Selain memahami mekanisme seleksi, sekolah juga perlu mendampingi siswa dalam menyiapkan berbagai persyaratan sejak awal sehingga peluang mereka untuk lolos menjadi lebih besar,” jelas Ardan Sirodjuddin.

Ia menambahkan bahwa SMKN Jateng tidak hanya berfokus pada pencapaian kompetensi vokasional, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemandirian peserta didik melalui sistem pendidikan yang terintegrasi. Oleh karena itu, sinergi dengan sekolah asal menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif berdialog dan menyampaikan berbagai pengalaman mengenai proses pendampingan siswa di sekolah masing-masing. Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan tingginya perhatian para kepala sekolah terhadap peningkatan akses pendidikan bagi peserta didik di Kota Pekalongan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh kepala SMP negeri maupun swasta di Kota Pekalongan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai SMKN Jateng sehingga mampu memberikan informasi yang benar kepada siswa dan orang tua. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata mempererat kolaborasi antara jenjang SMP dan SMK dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Tengah.

Sosialisasi yang berlangsung di SMP Negeri 14 Pekalongan itu sekaligus menegaskan komitmen SMKN Jateng di Semarang untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Melalui kolaborasi yang kuat, diharapkan semakin banyak lulusan SMP berprestasi dari Kota Pekalongan yang memperoleh kesempatan mengembangkan potensi diri di SMKN Jateng dan kelak menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan