SEMARANG, 31 JULI 2026 — Semangat pengembangan diri, inovasi, dan kolaborasi antar pendidik kembali bergema di lingkungan SMK Negeri Jateng Di Semarang. Sekolah menengah kejuruan unggulan ini sukses menyelenggarakan program Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Berbagi Praktik Baik yang bertempat di Ruang AVA SMKN Jateng Di Semarang. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.00 WIB tersebut berjalan dengan interaktif, hangat, dan penuh antusiasme dari seluruh civitas akademika yang hadir.
Acara ini dirancang sebagai wadah diseminasi ilmu lintas generasi pendidik. Tercatat, kegiatan dihadiri oleh seluruh warga SMKN Jateng Di Semarang, mulai dari guru normatif, adaptif, produktif, hingga tenaga kependidikan. Tidak hanya itu, suasana diskusi semakin hidup dengan kehadiran para mahasiswa Program Pengenalan Lapangan (PPL) Lantip Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang menimba pengalaman mengajar di sekolah tersebut. Keterlibatan mahasiswa PPL UNNES ini menjadi momentum strategis untuk membekali calon guru agar memahami pentingnya budaya berbagi pengetahuan sejak dini.
Bertindak sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Riska Eko Cahyono, S.Pd., seorang guru produktif dari Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMKN Jateng Di Semarang.
Dalam sesinya, beliau memaparkan materi utama yang bertajuk “Implementasi Hasil Upskilling melalui Diseminasi Kompetensi Ducting System”. Materi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional atas program peningkatan keterampilan (upskilling) industri yang telah beliau ikuti sebelumnya. Melalui kegiatan ini, Riska berupaya menjembatani kesenjangan antara teori di ruang kelas dengan praktik teknologi terkini yang ada di dunia industri manufaktur dan rekayasa.
“Melalui program upskilling ini, kami tidak hanya membawa pulang sertifikat atau keterampilan baru untuk diri sendiri, tetapi memiliki kewajiban moral untuk menyebarluaskannya kembali ke sekolah. Teknologi ducting system ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, dan sudah sepatutnya murid-murid kita di SMKN Jateng Di Semarang mendapatkan akses pengetahuan yang selaras dengan perkembangan dunia kerja,” ungkap Riska Eko Cahyono di tengah pemaparannya.
Menjelang akhir sesi pemaparan materi, Riska Eko Cahyono mengajak seluruh audiens terutama rekan-rekan sesama guru dan mahasiswa PPL untuk merenungkan dan mengaplikasikan dua poin krusial dalam dunia pendidikan vokasi masa kini:
“Mari kita bersama-sama menjadi guru hebat yang tidak pernah berhenti belajar dan selalu update dengan ilmu pengetahuan serta teknologi terbaru. Dunia industri bergerak sangat cepat, maka guru di SMK harus berdiri di garda terdepan dalam merespons perubahan tersebut agar tidak tertinggal.”
“Yang kedua, mari kita kenalkan dan perdalam wawasan mengenai ducting system. Sistem saluran udara ini memegang peranan vital dalam berbagai instalasi industri modern, mulai dari sistem ventilasi, AC sentral, hingga pengendali polusi udara pabrik. Bekal ini akan memperkuat kompetensi teknis lulusan kita.”
Dengan sukses digelarnya acara ini, SMKN Jateng Di Semarang kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan vokasi. Budaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang konsisten diharapkan mampu melahirkan ekosistem belajar yang dinamis, sehingga lulusan SMKN Jateng Di Semarang senantiasa siap menghadapi tantangan dunia kerja yang kompetitif dan berbasis teknologi tinggi.

Beri Komentar