Semarang – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) LANTIP 7 Universitas Negeri Semarang (UNNES) memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa praktik di SMKN Jawa Tengah Semarang, Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang AVA tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk menghadirkan berbagai inovasi pembelajaran, penguatan karakter, serta peningkatan kompetensi peserta didik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMKN Jawa Tengah Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dan dihadiri oleh sejumlah wakil kepala sekolah beserta guru pendamping. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing kelompok mahasiswa dari berbagai program studi mempresentasikan rencana kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi kebutuhan sekolah.
Pemaparan program kerja tidak hanya menjadi ajang perkenalan mahasiswa PPL kepada warga sekolah, tetapi juga menjadi forum koordinasi agar setiap kegiatan yang dirancang mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, guru, maupun lingkungan sekolah. Berbagai program yang dipresentasikan mencerminkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang berorientasi pada penguatan kualitas pendidikan vokasi.
Kepala SMKN Jawa Tengah Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kesiapan mahasiswa PPL LANTIP 7 UNNES dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan sekolah. Menurutnya, keberadaan mahasiswa PPL diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata melalui berbagai inovasi yang berdampak positif bagi sekolah.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa PPL LANTIP 7 Universitas Negeri Semarang. Program-program yang dipaparkan menunjukkan adanya upaya untuk menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendukung peningkatan kompetensi peserta didik. Kami berharap seluruh kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik melalui komunikasi dan kolaborasi yang intensif bersama guru serta seluruh warga sekolah,” ujar Ardan.
Program kerja yang dipresentasikan terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu program kerja bersama dan program kerja berdasarkan masing-masing program studi.
Pada program kerja bersama, mahasiswa merancang penyelenggaraan berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme, kreativitas, serta kebersamaan di kalangan peserta didik. Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan outbound bagi peserta didik kelas X sebagai sarana membangun karakter, meningkatkan kerja sama tim, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan kepemimpinan sejak awal masa pendidikan di SMKN Jawa Tengah Semarang.
Sementara itu, setiap program studi menghadirkan inovasi yang disesuaikan dengan bidang keilmuan masing-masing. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Instalasi Tenaga Listrik akan melaksanakan bimbingan penyusunan proposal lomba Steam Preanure, revitalisasi bengkel melalui penerapan budaya 3R (Ringkas, Rapi, Resik), serta pelatihan penggunaan aplikasi Canva untuk mendukung kemampuan desain grafis peserta didik.
Dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, mahasiswa akan memberikan sosialisasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan sekaligus penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Selain itu, mereka juga akan mendampingi peserta didik dalam persiapan mengikuti lomba Steam Preanure sebagai upaya meningkatkan prestasi akademik dan keterampilan vokasional.
Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer dengan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi menghasilkan inovasi berupa pengembangan website yang digunakan untuk pencatatan serta pemantauan kondisi kesehatan peserta didik. Sistem tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pendataan sekaligus mendukung layanan kesehatan sekolah secara lebih efektif dan terdokumentasi.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia akan berfokus pada penguatan kemampuan membaca pemahaman serta peningkatan keterampilan menulis sesuai kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sementara itu, Program Studi Pendidikan Matematika merancang kegiatan penguatan numerasi guna meningkatkan kemampuan berpikir logis dan analitis peserta didik.
Berbagai inovasi juga dihadirkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Program yang dipersiapkan meliputi pelatihan AutoCAD, penyusunan desain ulang ruang kepala sekolah dan ruang guru Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP), pembuatan site plan menggunakan pilot drone, serta penyusunan gambar layout keseluruhan bengkel TKP sebagai pendukung kebutuhan pembelajaran berbasis industri.
Di bidang otomotif, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif akan memperbarui media informasi mengenai Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH). Mereka juga akan membuat poster edukatif mengenai komponen mesin dan chasis yang ditempatkan di bengkel Teknik Kendaraan Ringan untuk mendukung proses pembelajaran praktik.
Adapun mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling menghadirkan program pengenalan karier melalui media Human Ludo. Metode pembelajaran interaktif tersebut dirancang agar peserta didik lebih mudah mengenali potensi diri, memahami berbagai pilihan karier, serta merancang masa depan sesuai minat dan bakat yang dimiliki.
Perwakilan mahasiswa PPL LANTIP 7 UNNES menyampaikan bahwa seluruh program kerja telah dirancang melalui proses identifikasi kebutuhan sekolah sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
“Kami berupaya menghadirkan program yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Melalui kolaborasi bersama guru dan seluruh warga sekolah, kami berharap program-program ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mendukung peningkatan kompetensi peserta didik,” ungkap salah seorang perwakilan mahasiswa PPL LANTIP 7 UNNES.
Melalui pemaparan program kerja tersebut, sinergi antara Universitas Negeri Semarang dan SMKN Jawa Tengah Semarang diharapkan semakin kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi. Berbagai program yang akan dilaksanakan selama masa PPL tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa calon pendidik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan kompetensi lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Beri Komentar