Semarang, 31 Juli 2026 – Suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan mewarnai pelaksanaan kegiatan Jumat Religi bagi siswa beragama Kristen dan Katolik di SMKN Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB ini menjadi wadah pembinaan iman sekaligus penguatan karakter bagi peserta didik agar mampu menghayati nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari.
Bertempat di lingkungan SMKN Jateng di Semarang, kegiatan diikuti oleh siswa kelas X atas nama Ebenaezer dari Jurusan Teknik Elektronika Industri (TEI). Selain peserta didik, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Lantip Universitas Negeri Semarang yang beragama Kristen dan Katolik, yaitu Maria Immaculata Anugrahningtyas, Meyulan Tabitha Yarisetouw, dan Gregorius Aldi Pramoto Sitanggang. Satu mahasiswa berhalangan hadir karena izin. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pendampingan langsung dari Indriyanto.
Kegiatan Jumat Religi merupakan agenda pembinaan spiritual yang secara rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang menghargai keberagaman agama sekaligus mendukung perkembangan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, sekolah ingin memastikan setiap siswa memperoleh ruang untuk bertumbuh dalam iman sesuai keyakinannya masing-masing.
Rangkaian acara diawali dengan pujian berjudul Kami Memuji Kebesaran-Mu yang dinyanyikan bersama. Lagu pujian tersebut menghadirkan suasana syukur dan sukacita sehingga peserta diajak memusatkan hati kepada Tuhan sebelum mengikuti sesi pembinaan berikutnya.
Selanjutnya, doa pembukaan dipimpin oleh Indriyanto. Dalam doanya, ia mengajak seluruh peserta untuk memohon hikmat, penyertaan, serta kekuatan agar setiap proses pembelajaran dan pembinaan iman dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan para siswa maupun mahasiswa PPL.
Setelah doa pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan antara guru pendamping, peserta didik, dan mahasiswa PPL. Momen tersebut tidak sekadar menjadi ajang saling mengenal, tetapi juga diisi dengan sharing pengalaman mengenai kehidupan beriman, tantangan yang dihadapi sebagai generasi muda, serta harapan untuk terus bertumbuh menjadi pribadi yang mampu membawa nilai-nilai Kristiani di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keterbukaan. Para mahasiswa PPL berbagi pengalaman mereka selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi, sementara siswa juga diberikan kesempatan menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka dalam menjalankan kehidupan sebagai pelajar yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai iman.
Memasuki sesi utama, peserta memperoleh penguatan iman dengan tema menjadi pribadi orang percaya. Materi tersebut menitikberatkan pada tiga aspek penting, yakni pentingnya bergereja sebagai bentuk persekutuan dengan sesama orang percaya, melayani Tuhan melalui talenta yang dimiliki, serta menjadi saksi Kristus melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pendamping kegiatan, Indriyanto, menekankan bahwa kehidupan beriman tidak cukup diwujudkan melalui ibadah semata, tetapi juga harus tercermin dalam tindakan nyata.
“Melalui kegiatan Jumat Religi ini kami ingin mengajak siswa untuk semakin mengenal panggilannya sebagai pribadi yang percaya kepada Tuhan. Iman harus diwujudkan melalui keterlibatan dalam gereja, kesediaan melayani dengan talenta yang dimiliki, serta menjadi teladan yang baik di sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Indriyanto.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Lantip Unnes yang turut berbagi pengalaman kepada peserta didik. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.
“Kehadiran mahasiswa Lantip Unnes memberikan warna tersendiri. Mereka tidak hanya belajar menjadi pendidik, tetapi juga menjadi rekan berbagi pengalaman iman bagi adik-adik di sekolah. Hal ini memperkuat semangat kebersamaan dan saling menguatkan dalam kehidupan sebagai orang percaya,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak mengikuti setiap sesi dengan antusias. Interaksi yang terjalin antara siswa, guru, dan mahasiswa menciptakan suasana kekeluargaan yang mencerminkan semangat toleransi, saling menghargai, dan saling mendukung dalam pertumbuhan iman.
Bagi siswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pembinaan rohani di tengah aktivitas belajar yang padat. Mereka tidak hanya diajak memahami ajaran iman secara teoritis, tetapi juga belajar menerapkannya dalam kehidupan nyata melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, serta semangat melayani sesuai kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa Lantip Unnes menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik. Selain memperoleh pengalaman mendampingi peserta didik, mereka juga belajar membangun komunikasi, memberikan motivasi, dan menciptakan suasana pembelajaran yang humanis serta berlandaskan nilai-nilai karakter.
Kegiatan ditutup dengan doa penutup yang kembali dipimpin sebagai ungkapan syukur atas seluruh rangkaian pembinaan yang telah berlangsung. Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon agar setiap nilai yang telah diterima dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, gereja, maupun masyarakat.
Melalui pelaksanaan Jumat Religi ini, SMKN Jateng di Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik dan vokasional, tetapi juga pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai spiritual. Dengan memberikan ruang pembinaan bagi seluruh peserta didik sesuai agama dan keyakinannya, sekolah berharap lahir generasi yang beriman, berintegritas, mampu melayani dengan talenta yang dimiliki, serta menjadi pribadi yang membawa damai dan memberi teladan positif di tengah kehidupan bermasyarakat.

Beri Komentar