Bandung, 10 Juni 2026 – Upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan SMKN Jateng di Semarang dengan mendorong para pendidiknya mengikuti berbagai pelatihan berbasis kebutuhan industri. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Ducting System yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Bandung.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan BBPPMPV BMTI Bandung ini menjadi sarana strategis bagi para guru untuk memperbarui kompetensi sesuai perkembangan teknologi industri terkini. Selain memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, peserta juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membangun jejaring profesional dengan peserta lain yang berasal dari berbagai daerah.
Keikutsertaan guru SMKN Jateng di Semarang dalam pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja modern. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi manufaktur dan sistem tata udara, penguasaan kompetensi terbaru menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan oleh tenaga pendidik di sekolah kejuruan.
Suasana pelatihan pada Rabu (10/6) tampak berlangsung produktif dan penuh semangat. Bertempat di Departemen LAFALO (Las Fabrikasi Logam), para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang mengombinasikan teori, diskusi, dan praktik teknis. Dalam kesempatan tersebut, guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga aktif membagikan praktik baik (good practices) kepada rekan-rekan sejawat, khususnya dalam pembelajaran gambar teknik.
Berbagi pengalaman tersebut mendapat respons positif dari peserta lain. Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, berbagai pendekatan pembelajaran gambar teknik yang telah diterapkan di sekolah dibahas bersama sebagai referensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing institusi pendidikan vokasi.
Fokus utama kegiatan pada hari itu adalah pendalaman materi gambar teknik serta teknik membaca diagram ductulator. Diagram ini merupakan alat bantu penting yang digunakan dalam perancangan ducting system untuk menentukan dimensi saluran udara dan melakukan perhitungan teknis secara presisi. Penguasaan terhadap penggunaan ductulator dinilai menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh tenaga profesional di bidang tata udara dan sistem ventilasi industri.
Melalui proses pembelajaran yang berlangsung kolaboratif, para peserta diajak untuk memahami keterkaitan antara gambar teknik, perhitungan kebutuhan udara, hingga proses perancangan sistem saluran udara yang efisien. Sinergi yang terbangun antar-peserta diharapkan mampu mempercepat transfer pengetahuan sekaligus menyamakan persepsi terhadap standar teknis yang berlaku di dunia industri.
Kegiatan diklat tersebut semakin memperkaya pengalaman belajar peserta berkat keterlibatan aktif dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan industri menjadi faktor penting dalam memastikan materi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Pada pelatihan ini, CV Arwiza Perkasa hadir sebagai mitra industri yang memberikan dukungan penuh terhadap proses pembelajaran. Perusahaan yang bergerak di bidang ducting system tersebut menghadirkan praktisi berpengalaman untuk membimbing peserta secara langsung.
Hadir sebagai pemateri utama, Ari Komara Yani dari CV Arwiza Perkasa memberikan pemaparan komprehensif mengenai perancangan ducting system. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar, prinsip kerja sistem saluran udara, teknik perhitungan kapasitas, hingga proses perancangan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis pengalaman nyata di lapangan, Ari berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang hidup dan komunikatif. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang sering ditemui dalam implementasi sistem ducting di dunia kerja.
“Perancangan ducting system tidak hanya berbicara tentang membuat saluran udara, tetapi juga bagaimana menghitung kebutuhan udara secara tepat, menentukan dimensi yang sesuai, serta memastikan sistem bekerja secara efisien dan aman. Kompetensi ini sangat dibutuhkan di industri saat ini,” ujar Ari Komara Yani saat menyampaikan materi di hadapan peserta diklat.
Menurutnya, penguatan kompetensi guru menjadi salah satu investasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Guru yang memahami standar industri akan lebih mudah mentransfer pengetahuan kepada peserta didik sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kesiapan kerja yang lebih baik.
Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kesempatan belajar langsung dari praktisi industri dinilai memberikan pengalaman yang sangat berharga karena peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi nyata di lapangan.
Salah satu perwakilan guru Teknik Pemesinan SMKN Jateng di Semarang mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Materi yang diberikan sangat relevan dengan perkembangan industri saat ini. Selain mendapatkan pemahaman teknis tentang ducting system, kami juga memperoleh banyak masukan mengenai standar kerja industri yang nantinya dapat kami integrasikan ke dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan berbagi praktik baik dengan peserta lain juga menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat. Melalui forum tersebut, para guru dapat saling belajar mengenai metode pembelajaran, strategi penguatan kompetensi siswa, hingga implementasi teknologi terkini dalam pendidikan vokasi.
Keikutsertaan guru SMKN Jateng di Semarang dalam Diklat Ducting System menjadi bukti nyata pentingnya peningkatan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berkembang, guru dituntut untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Melalui pelatihan ini, sekolah berharap para guru dapat membawa pulang pengalaman, wawasan, serta kompetensi industri yang mutakhir untuk kemudian didiseminasikan kepada rekan sejawat dan peserta didik. Dengan demikian, proses pembelajaran di SMKN Jateng di Semarang akan semakin relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Pada akhirnya, kolaborasi antara sekolah, lembaga pelatihan, dan dunia industri seperti yang terwujud dalam Diklat Ducting System ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan vokasi di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan SMK yang siap kerja, terampil, profesional, serta memiliki daya saing tinggi untuk menghadapi tantangan industri manufaktur modern di masa depan.
Penulis : Riska Eko Cahyono, S.Pd, Guru Produktif Teknik Permesinan SMKN Jateng di Semarang

Beri Komentar