Cimahi — Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi terus diwujudkan melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Upaya tersebut ditandai dengan penutupan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik (Guru) Sekolah Menengah Kejuruan (Vokasi) hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), yang digelar pada Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di BBPPMPV BMTI tersebut menjadi penutup rangkaian Sertifikasi Teknis Keahlian Guru SMK se-Provinsi Jawa Tengah, sebuah program strategis yang dirancang untuk memastikan guru-guru vokasi memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang terus berkembang. Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah nyata Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri.
Acara penutupan secara resmi dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sodikin, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi dengan penuh dedikasi. Menurutnya, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari selesainya pelatihan, melainkan dari dampak nyata yang akan dirasakan di sekolah masing-masing.
Sodikin mengungkapkan bahwa seluruh peserta yang mengikuti pelatihan berhasil menunjukkan kompetensi sesuai standar yang ditetapkan. Sebanyak 90 guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Tengah dinyatakan lulus dan kompeten setelah mengikuti seluruh tahapan pelatihan dan asesmen.
“Alhamdulillah, seluruh peserta yang mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, sebanyak 90 orang, dinyatakan lulus dan kompeten. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan karena menunjukkan komitmen para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujar Sodikin.
Ia menegaskan bahwa kompetensi yang diperoleh para guru tidak boleh berhenti pada sertifikat semata. Para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing dengan membagikan ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diperoleh kepada rekan sejawat maupun peserta didik.
“Kami berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan ini mampu mengimbaskan ilmu dan kompetensinya kepada guru lain serta kepada siswa. Dengan demikian, peningkatan kualitas pembelajaran dapat dirasakan secara luas dan pada akhirnya mampu mewujudkan sekolah-sekolah juara di Provinsi Jawa Tengah,” tambahnya.
Program peningkatan kompetensi tersebut menjadi salah satu langkah strategis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah bersama BBPPMPV BMTI dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berubah. Pendidikan vokasi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga memastikan bahwa para pendidiknya menguasai teknologi terbaru, standar industri terkini, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja.
Melalui kegiatan sertifikasi teknis keahlian ini, guru memperoleh pembaruan kompetensi sesuai perkembangan teknologi manufaktur, mesin, dan teknik industri yang saat ini berkembang sangat pesat. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teoritis, tetapi juga praktik langsung menggunakan fasilitas dan peralatan industri yang tersedia di BBPPMPV BMTI.
Kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dengan BBPPMPV BMTI menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Dengan menghadirkan pelatihan berbasis kebutuhan industri, guru diharapkan mampu mentransformasikan pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada kompetensi kerja.
Keberhasilan program tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd. Salah satu guru dari sekolah yang dipimpinnya menjadi peserta dalam program peningkatan kompetensi tersebut.
Ardan menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah yang secara konsisten memberikan kesempatan kepada guru-guru SMK untuk meningkatkan kompetensi profesional melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah karena telah memberikan kesempatan kepada salah satu guru kami untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi ini. Program seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidik sekaligus memperkuat mutu pendidikan vokasi di sekolah,” ujar Ardan.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu prioritas utama dalam pengembangan SMKN Jawa Tengah di Semarang selama empat tahun mendatang. Oleh karena itu, sekolah terus mendorong para guru untuk mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan teknologi industri yang sangat dinamis.
Ardan menjelaskan bahwa salah satu target strategis sekolah adalah peningkatan mutu sumber daya manusia, baik pendidik maupun tenaga kependidikan. Target tersebut diwujudkan melalui berbagai program, di antaranya pelatihan keahlian secara berkelanjutan melalui skema micro-credential, peningkatan sertifikasi kompetensi guru agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi industri terbaru, serta penguatan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai manajer institusi pendidikan vokasi.
“Kami memiliki target yang jelas dalam empat tahun ke depan, yaitu meningkatkan mutu SDM melalui pelatihan berkelanjutan, memperluas sertifikasi kompetensi guru yang sesuai dengan perkembangan teknologi industri, serta memperkuat kepemimpinan kepala sekolah agar mampu mengelola pendidikan vokasi secara profesional dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.
Ia optimistis bahwa guru-guru yang telah mengikuti pelatihan di BBPPMPV BMTI akan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Kompetensi yang diperoleh diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih aplikatif sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penutupan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik (Guru) SMK Vokasi ini menjadi bukti bahwa penguatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga dimulai dari peningkatan kualitas guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan BBPPMPV BMTI, diharapkan lahir semakin banyak guru vokasi yang kompeten, profesional, dan mampu menghadirkan pendidikan yang selaras dengan perkembangan industri terkini. Dengan demikian, lulusan SMK di Jawa Tengah akan semakin siap bersaing, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang mendukung daya saing daerah maupun nasional.

Beri Komentar