Minggu, 02-08-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Jumat Religi di SMKN Jateng Semarang Perkuat Karakter Siswa Melalui Ibadah dan Doa Bersama

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baitul Ilmi SMKN Jawa Tengah di Semarang pada Jumat (31/7/2026) pagi. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan guru, tenaga kependidikan, dan siswa mengikuti kegiatan Jumat Religi yang menjadi agenda rutin sekolah sebagai upaya memperkuat karakter religius sekaligus mengawali pembelajaran efektif dengan doa dan munajat kepada Allah SWT.

Kegiatan yang dipimpin oleh Nur Khamim tersebut berlangsung penuh kekhusyukan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah mulai dari salat dhuha berjamaah, pembacaan kalimat-kalimat thayyibah, lantunan selawat kepada Nabi Muhammad SAW, hingga istighosah dan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kemudahan, serta keberkahan bagi seluruh keluarga besar SMKN Jateng di Semarang.

Sejak pagi, para siswa tampak memenuhi ruang utama Masjid Baitul Ilmi dengan mengenakan seragam sekolah. Guru dan karyawan turut bergabung dalam saf salat, menunjukkan kebersamaan seluruh warga sekolah dalam membangun budaya spiritual yang menjadi salah satu fondasi pendidikan karakter di lingkungan SMKN Jateng.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha berjamaah. Ibadah sunah tersebut menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan dalam setiap aktivitas belajar dan bekerja yang akan dijalankan sepanjang hari.

Usai salat dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan kalimat-kalimat thayyibah sebagai bentuk kecintaan kepada Sang Pencipta sekaligus wujud kepasrahan total kepada Allah SWT agar seluruh aktivitas pendidikan diberikan kemudahan, kelancaran, serta perlindungan. Lantunan zikir yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana tenang dan penuh penghayatan.

Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama melantunkan selawat kepada Nabi Besar Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Suara selawat yang dilantunkan secara serempak menambah kekhidmatan suasana sekaligus mempererat ikatan spiritual di antara warga sekolah.

Puncak kegiatan diisi dengan istighosah dan doa bersama. Dalam doa tersebut, seluruh peserta memohon keselamatan, kesehatan, kemudahan rezeki, kekuatan dalam belajar, serta keberhasilan bagi diri sendiri, keluarga, guru, karyawan, dan seluruh keluarga besar SMKN Jateng di Semarang agar senantiasa diberikan keberkahan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Religi bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membangun karakter peserta didik secara menyeluruh.

“Jumat Religi merupakan implementasi nyata dari Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pada tema beribadah. Kami ingin membiasakan seluruh warga sekolah untuk memulai aktivitas dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT sehingga terbentuk karakter yang religius, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki akhlak mulia. Nilai-nilai spiritual yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari maupun saat memasuki dunia kerja,” ujar Ardan.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas, melainkan harus diwujudkan dalam budaya sekolah yang dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan seluruh warga sekolah.

“Sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan keimanan yang kuat. Melalui pembiasaan seperti Jumat Religi, kami berharap lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Program Jumat Religi juga selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang bertujuan membentuk generasi sehat, disiplin, mandiri, serta berakhlak mulia. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Melalui kebiasaan bangun pagi, peserta didik dilatih memiliki kedisiplinan dan kesiapan menjalani aktivitas dengan lebih teratur. Kebiasaan beribadah menjadi fondasi pembentukan moral, kejujuran, tanggung jawab, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat serta bergizi mendukung kesehatan fisik maupun mental agar peserta didik mampu mengikuti pembelajaran secara optimal.

Sementara itu, kebiasaan gemar belajar terus didorong untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, budaya membaca, dan semangat meningkatkan kompetensi. Kebiasaan bermasyarakat mengajarkan siswa pentingnya empati, gotong royong, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama dalam kehidupan sosial. Adapun kebiasaan tidur lebih awal bertujuan memastikan peserta didik memperoleh waktu istirahat yang cukup sehingga siap menjalani aktivitas belajar dengan kondisi tubuh yang bugar.

Pelaksanaan Jumat Religi di SMKN Jateng di Semarang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik dan penguasaan kompetensi vokasi, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual. Dengan membiasakan ibadah, doa bersama, serta menanamkan nilai-nilai religius sejak dini, sekolah berharap mampu melahirkan lulusan yang unggul, beriman, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan