Jumat, 10-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Menata SDM untuk Menata Masa Depan, SMKN Jateng Semarang Gelar Rapat Dinas Sambut Tahun Ajaran 2026/2027

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026, SMKN Jawa Tengah di Semarang menggelar Rapat Dinas yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK), Jumat (10/7/2026). Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di ruang Audio Visual (AVA) tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus peneguhan arah kebijakan sekolah dalam menata sumber daya manusia, memperkuat budaya kerja, dan mempersiapkan berbagai program strategis di tahun ajaran baru.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pembukaan rapat yang menjadi agenda penting sebelum seluruh aktivitas pembelajaran kembali berlangsung pada pekan berikutnya.

Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pembukaan sekaligus arahannya menegaskan bahwa penataan jadwal mengajar maupun penempatan guru pada awal tahun ajaran bukan sekadar pekerjaan administratif. Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari strategi besar sekolah dalam membangun organisasi pendidikan yang profesional dan adaptif.

“Penataan jadwal dan penempatan guru di awal tahun ajaran bukan sekadar beban administratif, melainkan proses strategis untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat, atau the right person in the right place. Ketika setiap guru berada pada posisi terbaiknya, maka kualitas pelayanan pendidikan kepada peserta didik akan meningkat secara signifikan,” ujar Ardan di hadapan peserta rapat.

Dalam paparannya, Ardan mengajak seluruh warga sekolah untuk meninggalkan paradigma kepemimpinan lama yang hanya berorientasi pada administrasi menuju paradigma kepemimpinan strategis yang berfokus pada pengembangan manusia. Menurutnya, seorang pemimpin pendidikan saat ini tidak cukup hanya memastikan dokumen lengkap atau prosedur berjalan, tetapi harus mampu membangun budaya organisasi yang sehat, menjadi fasilitator, sekaligus motivator agar setiap guru dan tenaga kependidikan berkembang menjadi insan yang berkinerja unggul.

Ia menjelaskan bahwa paradigma baru tersebut menempatkan sumber daya manusia sebagai aset utama sekolah. Oleh karena itu, investasi terbesar bukan hanya pada pembangunan fisik atau penyediaan sarana, tetapi juga pada pengembangan kompetensi, karakter, dan budaya kerja seluruh warga sekolah.

Ardan juga memaparkan lima dimensi utama yang menjadi dasar penilaian kinerja pendidik. Menurutnya, kualitas kerja tetap menjadi prioritas utama melalui pembelajaran yang bermakna sekaligus mampu membangun karakter peserta didik. Selain itu, guru juga dituntut memiliki kemandirian dalam mengambil inisiatif, mencari solusi atas berbagai persoalan, serta menghadirkan inovasi tanpa harus selalu menunggu instruksi pimpinan.

Dimensi berikutnya adalah kuantitas hasil yang diukur melalui produktivitas yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan. Guru juga diharapkan mampu memanfaatkan berbagai sumber daya secara efektif, mulai dari laboratorium, teknologi informasi, hingga media digital dalam proses pembelajaran. Sementara itu, ketepatan waktu dalam mengelola jadwal, administrasi, dan pelaporan menjadi faktor penting agar seluruh sistem sekolah berjalan secara optimal.

“Guru masa depan tidak hanya dinilai dari kelengkapan administrasinya, tetapi dari dampak nyata yang diberikan kepada peserta didik dan sekolah. Kinerja adalah bagaimana kita mampu memberikan manfaat terbaik melalui kualitas pembelajaran, inovasi, disiplin, serta kemampuan bekerja sama,” katanya.

Sebagai bagian dari transformasi manajemen kinerja, SMKN Jateng di Semarang juga mulai mengadopsi berbagai instrumen pengukuran modern. Kepala sekolah menjelaskan bahwa indikator kinerja tidak lagi hanya mengandalkan evaluasi konvensional, tetapi diperkuat melalui penerapan Key Performance Indicators (KPI), Objective and Key Results (OKR), serta sistem 360-Degree Performance Review.

Melalui KPI, setiap guru memiliki target operasional yang jelas dan terukur. Sementara OKR digunakan untuk menyelaraskan pekerjaan sehari-hari dengan visi besar sekolah. Adapun sistem penilaian 360 derajat memungkinkan evaluasi dilakukan secara lebih objektif melalui masukan dari kepala sekolah, rekan sejawat, peserta didik, hingga orang tua sehingga mampu meminimalkan potensi bias.

Selain berbicara mengenai sistem penilaian, Ardan juga menyoroti pentingnya faktor internal yang memengaruhi keunggulan kinerja pegawai. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau work-life balance harus dijaga agar kesejahteraan psikologis guru tetap terpelihara. Menurutnya, distribusi beban kerja yang proporsional akan berdampak positif terhadap produktivitas dan kualitas pelayanan pendidikan.

Program coaching dan mentoring juga menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM sekolah. Melalui coaching, guru didorong menggali potensi terbaik yang dimiliki, sedangkan mentoring menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antarguru sehingga tercipta budaya belajar bersama.

Tidak kalah penting, Ardan mengingatkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) bukan sekadar dokumen yang tersimpan di lemari arsip. SOP harus dipahami sebagai memori organisasi yang menjaga konsistensi kualitas layanan sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih pekerjaan di lingkungan sekolah.

Menghadapi perkembangan teknologi, SMKN Jateng di Semarang juga terus memperkuat transformasi digital. Dalam paparannya, Ardan menegaskan bahwa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus dipandang sebagai mitra kerja, bukan ancaman bagi profesi guru.

“AI bukan untuk menggantikan guru. AI adalah sekutu yang membantu menyelesaikan pekerjaan administratif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat digantikan teknologi, seperti membangun empati, karakter, kreativitas, dan hubungan dengan peserta didik,” tegasnya.

Transformasi digital tersebut dijalankan melalui tiga tahapan, yakni peningkatan literasi digital sebagai fondasi, implementasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) dan Employee Self Service guna mendorong kemandirian birokrasi, hingga tahap otomatisasi serta analisis data berbasis AI sebagai bagian dari pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah juga menegaskan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai ESG (Environmental, Social, Governance) dalam pengelolaan sekolah. Menurutnya, sekolah unggul tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan sosial, serta tata kelola organisasi yang transparan, berintegritas, dan berbasis data.

Ia menambahkan bahwa evaluasi kinerja harus dipahami sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar kewajiban administratif setiap akhir tahun. Siklus evaluasi yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pemberian umpan balik, coaching, hingga pengembangan lanjutan akan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah.

Mengakhiri arahannya, Ardan menyampaikan pesan yang menjadi benang merah seluruh materi rapat.

“Menata sumber daya manusia adalah menata masa depan. Gedung yang megah dan kurikulum yang canggih tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa sumber daya manusia yang berkinerja tinggi. Pada akhirnya, kinerja bukan sekadar capaian individu, tetapi merupakan wujud pengabdian bersama demi masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Setelah sesi arahan kepala sekolah, rapat dilanjutkan dengan pembacaan struktur organisasi SMKN Jateng di Semarang oleh Koordinator Penjaminan Mutu, Putri Nur Utami, S.Pd. Struktur organisasi tersebut menjadi acuan pembagian tugas dan koordinasi seluruh unit kerja dalam menjalankan program sekolah selama satu tahun ke depan.

Agenda berikutnya diisi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Laely Rohmatin Apriliani, S.Pd yang menjelaskan pembagian jam mengajar guru sekaligus berbagai program kurikulum yang akan segera dilaksanakan pada awal tahun ajaran. Penjelasan tersebut memberikan kepastian kepada seluruh guru mengenai tugas pembelajaran yang akan dijalankan mulai pekan depan.

Selanjutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan SDM, Nofik Nurfitriani, memaparkan pelaksanaan program Hari Belajar GTK yang akan diselenggarakan setiap hari Jumat. Program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi praktik baik antarguru dan tenaga kependidikan sehingga budaya belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh di kalangan pendidik.

Pada sesi berikutnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Zanuar Nur Wahyudi menjelaskan berbagai strategi penguatan karakter bagi peserta didik yang sedang menjalani program magang di dunia usaha dan dunia industri. Penguatan karakter dipandang sebagai bagian penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki etika, disiplin, dan tanggung jawab.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Liliek Handoko menyampaikan kesiapan sekolah dalam menyambut kedatangan peserta didik baru beserta orang tua pada awal tahun ajaran. Seluruh guru dan tenaga kependidikan diminta hadir serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan penyambutan sebagai bentuk pelayanan prima kepada keluarga besar SMKN Jateng di Semarang.

Rapat dinas yang berlangsung hingga siang hari tersebut menjadi forum koordinasi awal yang memperkuat komitmen seluruh sivitas sekolah dalam menyongsong Tahun Ajaran 2026/2027. Dengan semangat kolaborasi, penguatan sumber daya manusia, dan transformasi digital, SMKN Jateng di Semarang menegaskan tekadnya untuk terus menghadirkan layanan pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada masa depan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kebersamaan dan komitmen dalam mengawali tahun ajaran baru.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan