Jumat, 10-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Perkuat Link and Match, Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Tiga Industri Besar di Kabupaten Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Semarang, 9 Juli 2026 – Komitmen memperkuat keterkaitan dan keselarasan (Link and Match) antara pendidikan vokasi dengan dunia industri terus diwujudkan SMKN Jateng di Semarang. Kamis (9/7/2026), sekolah tersebut melaksanakan penjajakan kerja sama dengan tiga perusahaan besar di Kabupaten Semarang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga guru SMKN Jateng di Semarang yang melakukan kunjungan ke PT Coca Cola Europacific Partners Indonesia, PT Laksana, dan PT Nissin Biscuit Indonesia. Ketiga perusahaan dipilih karena memiliki reputasi nasional di bidangnya masing-masing serta dikenal memiliki komitmen kuat dalam pengembangan sumber daya manusia dan kemitraan dengan dunia pendidikan.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi program Link and Match yang selama ini didorong pemerintah untuk memperkuat hubungan antara sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Melalui sinergi tersebut, sekolah berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, membuka peluang magang, meningkatkan kompetensi peserta didik, hingga memperluas kesempatan kerja bagi lulusan.

Kunjungan pertama dilakukan ke PT Coca Cola Europacific Partners Indonesia. Rombongan guru disambut langsung oleh Human Resources Development (HRD) Manager, Sela, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMKN Jateng di Semarang dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan dunia industri.

Menurut Sela, hubungan yang harmonis antara sekolah dan perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan mampu mengikuti perkembangan industri yang terus berubah.

“Kami sangat mengapresiasi langkah SMKN Jateng di Semarang yang proaktif menjalin kerja sama dengan industri. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk mendukung program Link and Match sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis,” ujar Sela.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Beberapa di antaranya meliputi program praktik kerja lapangan (PKL), penyelarasan kurikulum, pelatihan berbasis industri, hingga peluang rekrutmen lulusan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju PT Laksana, salah satu perusahaan manufaktur kendaraan khusus yang telah dikenal luas sebagai produsen bus dan kendaraan niaga berkualitas tinggi di Indonesia. Di perusahaan tersebut, rombongan diterima oleh Agung selaku HRD PT Laksana.

Dalam paparannya, Agung menjelaskan proses produksi kendaraan yang mengedepankan standar mutu tinggi serta pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung perkembangan industri manufaktur nasional. Ia juga memaparkan berbagai peluang magang dan kesempatan berkarier bagi lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.

“Industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga disiplin, mampu bekerja dalam tim, serta cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Karena itu, penyelarasan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri menjadi sangat penting agar peserta didik memperoleh pengalaman yang benar-benar relevan sebelum memasuki dunia kerja,” kata Agung.

Selain memperoleh informasi mengenai peluang kerja dan magang, guru SMKN Jateng di Semarang juga mendapatkan gambaran mengenai budaya kerja, standar operasional, hingga kompetensi yang menjadi prioritas dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan di PT Nissin Biscuit Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan produsen makanan ringan terbesar di Indonesia, PT Nissin Biscuit memberikan sambutan hangat kepada rombongan guru. Dalam kunjungan tersebut, peserta berkesempatan melihat secara langsung proses produksi biskuit yang telah memanfaatkan teknologi modern dan sistem otomasi untuk menjaga efisiensi serta kualitas produk.

Guru-guru juga memperoleh penjelasan mengenai penerapan manajemen mutu, standar keamanan pangan, hingga budaya kerja yang diterapkan perusahaan dalam menjaga kualitas produksi. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal berharga untuk memperkaya wawasan para pendidik sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sesuai perkembangan industri.

Tidak hanya menjadi ajang kunjungan, kegiatan penjajakan kerja sama ini juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi antara pihak sekolah dengan masing-masing perusahaan. Berbagai topik strategis dibahas secara terbuka, mulai dari kebutuhan kompetensi tenaga kerja, perkembangan teknologi industri, peluang pelatihan bagi guru dan siswa, hingga mekanisme penyerapan lulusan SMK ke dunia kerja.

Dialog yang berlangsung hangat tersebut menunjukkan adanya kesamaan visi antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang berkelanjutan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Bagi SMKN Jateng di Semarang, kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk memastikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Informasi yang diperoleh dari perusahaan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyempurnaan kurikulum, metode pembelajaran, serta pengembangan kompetensi peserta didik.

Melalui penjajakan kerja sama ini, sekolah juga berharap semakin banyak peluang praktik kerja lapangan, pelatihan berbasis industri, sertifikasi kompetensi, hingga rekrutmen lulusan yang dapat diwujudkan melalui kemitraan bersama PT Coca Cola Europacific Partners Indonesia, PT Laksana, dan PT Nissin Biscuit Indonesia.

Sinergi yang dibangun antara dunia pendidikan dan dunia industri diyakini akan memberikan manfaat bagi semua pihak. Industri memperoleh calon tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan perusahaan, sementara sekolah mampu menghasilkan lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja dengan keterampilan yang relevan.

Dengan terlaksananya penjajakan kerja sama industri tersebut, SMKN Jateng di Semarang semakin memantapkan langkah dalam mengimplementasikan program Link and Match secara berkelanjutan. Komitmen bersama antara sekolah dan dunia usaha diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar kerja.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan vokasi tidak dapat dicapai hanya oleh sekolah, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari dunia industri. Melalui kemitraan yang kuat, diharapkan lahir generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi unggul, berkarakter, serta siap bersaing menghadapi tantangan dunia industri pada era Revolusi Industri 4.0 hingga transformasi industri di masa depan.

Penulis : Ferry Nor Thoha, Ketua BKK SMKN Jateng di Semarang.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan