SEMARANG — Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya transformasi digital di dunia pendidikan melalui penyelenggaraan Coaching Clinic Pendaftaran Gemini Academy yang digelar secara daring pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali para guru dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) Google Gemini sebagai pendukung pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kegiatan yang diikuti ratusan pendidik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Gemini Academy 2026. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, termasuk dari para guru SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang yang aktif mengikuti seluruh sesi untuk memahami peluang penerapan AI dalam proses belajar mengajar.
Melalui Coaching Clinic ini, BBGTK Provinsi Jawa Tengah memberikan pendampingan menyeluruh terkait mekanisme pendaftaran Gemini Academy sekaligus memperkenalkan konsep pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dalam ekosistem pendidikan. Tidak hanya membahas aspek teknis pendaftaran, peserta juga memperoleh wawasan mengenai praktik-praktik terbaik dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kegiatan pembelajaran maupun administrasi sekolah.
Principal Learning Consultant REFO, Steven Sutantro, menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Ia memaparkan secara komprehensif mengenai kurikulum Gemini Academy, tujuan pengembangan kompetensi literasi AI bagi tenaga pendidik, serta pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Menurut Steven, kecerdasan artifisial bukan lagi sekadar teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak oleh para pendidik.
“Pemanfaatan AI seperti Gemini bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi asisten cerdas yang membantu pendidik merancang bahan ajar yang lebih personal, efisien, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Steven Sutantro dalam sesi pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa kemampuan menyusun prompt yang tepat menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki guru agar teknologi AI mampu menghasilkan keluaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Oleh karena itu, Gemini Academy dirancang tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga melatih peserta agar mampu memanfaatkannya secara produktif, etis, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, narasumber kedua, Desi Putrianasari, Guru SDN 1 Krandegan Banjarnegara sekaligus Guru Master of Google Tahun 2025, membagikan pengalaman nyata dalam memanfaatkan berbagai teknologi Google selama mendukung proses pembelajaran di sekolah. Melalui berbagai contoh praktik baik yang telah diterapkan sepanjang tahun 2025, Desi menunjukkan bagaimana teknologi mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam paparannya, Desi menekankan bahwa keberhasilan implementasi teknologi tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat, tetapi juga pada kreativitas guru dalam mendesain pengalaman belajar yang bermakna.
“Teknologi akan memberikan dampak maksimal ketika guru mampu memanfaatkannya untuk memperkuat kreativitas, kolaborasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. AI adalah alat bantu yang sangat potensial apabila digunakan secara tepat,” ungkap Desi Putrianasari.
Kegiatan Coaching Clinic ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman antarguru mengenai tantangan dan peluang implementasi AI di sekolah masing-masing. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari teknik pendaftaran, strategi penyusunan prompt, hingga contoh penggunaan Gemini dalam penyusunan modul ajar, asesmen, diferensiasi pembelajaran, serta penyelesaian pekerjaan administratif yang selama ini menyita waktu guru.
Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, BBGTK Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Gemini Academy 2026 yang dijadwalkan mulai berlangsung pada 15 Agustus 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Google, dan REFO yang bertujuan mempercepat peningkatan kompetensi digital para guru di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.
Melalui Gemini Academy 2026, peserta akan memperoleh pelatihan literasi AI secara terstruktur, mulai dari pengenalan konsep dasar, teknik prompting, hingga pemanfaatan berbagai fitur Gemini untuk mendukung administrasi pendidikan dan proses pembelajaran. Selain mendapatkan akses terhadap materi resmi terbaru, peserta juga berkesempatan mengikuti ujian sertifikasi internasional Gemini secara gratis, mulai dari pelatihan hingga sertifikasi.
Tidak hanya itu, peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan sesuai ketentuan akan memperoleh Sertifikat Apresiasi sebesar 32 Jam Pelajaran (JP). Program ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi para guru untuk saling berbagi praktik baik, memperluas jejaring profesional, sekaligus membangun komunitas pembelajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pendaftaran Gemini Academy 2026 telah dibuka dan dapat dilakukan melalui tautan http://bit.ly/seleksiga26batch3. BBGTK Provinsi Jawa Tengah berharap semakin banyak guru yang memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi digital sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
Bagi para guru SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, keikutsertaan dalam Coaching Clinic maupun Gemini Academy menjadi wujud nyata komitmen untuk terus berkembang sebagai pendidik yang adaptif terhadap transformasi digital. Pemanfaatan kecerdasan artifisial diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Melalui penguasaan teknologi AI yang didukung dengan kompetensi pedagogik yang kuat, guru tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kecakapan digital, berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan era transformasi teknologi. Inisiatif BBGTK Provinsi Jawa Tengah melalui Gemini Academy 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi, melainkan juga pada kesiapan sumber daya manusia yang terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan Indonesia.
Penulis : Nofik Nurfitriana, Waka Pengembangan SDM SMKN Jateng di Semarang

Beri Komentar