Selasa, 19-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Podcast “SMKN Jateng, Masa Depan untuk Semua Siswa” Kupas Pendidikan Gratis Berasrama bagi Siswa Kurang Mampu

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – Upaya memperluas sosialisasi program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus dilakukan melalui berbagai media komunikasi publik. Salah satunya lewat podcast bertema “SMKN Jateng, Masa Depan untuk Semua Siswa” yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP UNDIP), Senin (18/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Studio Podcast Channel FISIP UNDIP, Jalan Prof Sudharto, Semarang, tersebut menghadirkan Kepala SMKN Jawa Tengah di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber. Podcast dipandu oleh Hanifa Maylasari, S.I.P., M.Sos., dengan suasana diskusi yang mengalir dan komunikatif membahas akses pendidikan vokasi gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Dalam kesempatan itu, Ardan menjelaskan bahwa SMK Negeri Jawa Tengah atau SMKN Jateng merupakan sekolah menengah kejuruan negeri yang didirikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama gratis. Sekolah tersebut secara khusus diperuntukkan bagi siswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“SMKN Jateng hadir sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada anak-anak Jawa Tengah yang memiliki semangat belajar tinggi tetapi terkendala kondisi ekonomi. Semua fasilitas pendidikan diberikan secara gratis agar siswa bisa fokus belajar dan mengembangkan potensi diri,” ujar Ardan dalam podcast tersebut.

Ia menuturkan, konsep pendidikan di SMKN Jateng tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan kemandirian melalui sistem kehidupan berasrama yang terstruktur.

Menurutnya, pola pendidikan tersebut menjadi salah satu pembeda utama SMKN Jateng dibanding sekolah kejuruan pada umumnya. Para siswa dibina tidak hanya saat proses belajar di kelas, tetapi juga dalam aktivitas keseharian di lingkungan asrama.

“Di asrama, siswa belajar tentang disiplin waktu, tanggung jawab, hidup mandiri, hingga kemampuan bekerja sama. Jadi pendidikan karakter benar-benar dibangun dalam keseharian mereka,” katanya.

Dalam podcast itu, Ardan juga memaparkan syarat pendaftaran bagi calon peserta didik SMKN Jateng. Di antaranya merupakan warga Jawa Tengah yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam DTSEN desil 1 sampai 5, lulusan SMP/MTs atau sederajat, serta berusia maksimal 21 tahun pada Juli tahun pendaftaran.

Selain itu, calon siswa wajib sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, mendapat persetujuan orang tua atau wali untuk tinggal di asrama, serta memiliki rapor semester 1 hingga 5 dan surat keterangan nilai dari sekolah asal.

Ardan menjelaskan bahwa proses seleksi penerimaan peserta didik baru dilakukan melalui dua tahapan. Tahap pertama berupa seleksi administrasi yang meliputi verifikasi dokumen, rapor, serta penilaian prestasi akademik maupun nonakademik.

Sementara pada tahap kedua, calon siswa akan mengikuti sejumlah tes lanjutan meliputi tes kesehatan di Balkesmas, tes psikologi, wawancara bersama orang tua, hingga tes kebugaran jasmani.

“Kami ingin memastikan siswa yang diterima memang siap mengikuti pendidikan berbasis asrama, baik secara fisik, mental, maupun motivasi belajarnya,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, Ardan turut menekankan sejumlah keunggulan pembelajaran di SMKN Jateng. Salah satunya adalah pendidikan yang sepenuhnya gratis, mulai dari biaya sekolah, asrama, makan, seragam, hingga kegiatan pembelajaran.

“Banyak orang tua yang awalnya tidak percaya bahwa semuanya benar-benar gratis. Padahal ini memang program pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain itu, SMKN Jateng juga menerapkan kurikulum berbasis industri atau link and match dengan dunia kerja. Para siswa mendapatkan pembelajaran praktik sesuai standar industri melalui program teaching factory dan praktik kerja lapangan serta pemagangan di perusahaan mitra.

Ardan menyebutkan, sekolah telah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan besar seperti BUMA, SUA, Komatsu, dll guna memperkuat kompetensi siswa sekaligus membuka peluang kerja bagi lulusan.

“Kami ingin lulusan SMKN Jateng memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Karena itu kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri terus diperkuat,” katanya.

Tak hanya itu, siswa juga mendapatkan fasilitasi sertifikasi kompetensi berskala nasional maupun internasional untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. Sekolah pun menyediakan bimbingan karier dan penyaluran lulusan, baik untuk bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Prestasi SMKN Jateng di Semarang juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Sekolah tersebut telah ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan atau SMK PK oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Menurut Ardan, banyak lulusan SMKN Jateng yang berhasil terserap di dunia industri karena dinilai memiliki kombinasi soft skill dan kompetensi teknis yang baik.

“Lulusan kami tidak hanya dibekali keterampilan kerja, tetapi juga karakter dan etos kerja. Itu yang menjadi nilai tambah mereka di mata industri,” tuturnya.

Melalui podcast tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap masyarakat semakin mengenal keberadaan SMKN Jateng sebagai salah satu solusi pendidikan vokasi berkualitas bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan akses pendidikan gratis dan dukungan pembinaan berkelanjutan, SMKN Jateng diharapkan mampu mencetak generasi muda yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

SMKN Jateng di Semarang sendiri berlokasi di Jalan Brotojoyo No.1, Plombokan, Semarang Utara, Kota Semarang. Sekolah ini menjadi salah satu simbol komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan