SEMARANG – Suasana penuh sukacita dan kehangatan mewarnai perayaan Ibadah Syukur Ulang Tahun ke-33 Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jatisari yang digelar pada Minggu, 10 Mei 2026. Ratusan jemaat memadati gedung gereja sejak pagi hari untuk mengikuti ibadah syukur yang berlangsung khidmat sekaligus meriah tersebut.
Perayaan ulang tahun gereja yang diorganisasikan sejak 6 Mei 1993 itu dilaksanakan dalam satu kali ibadah mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB. Tidak ada ibadah sore pada hari itu karena seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan dalam perayaan hari jadi gereja ke-33 yang mengusung tema “33 Tahun Melayani dengan Kasih dan Pengorbanan” dengan subtema “Memiliki Pikiran Kristus” yang diambil dari Filipi 2:5-7.
Ibadah syukur tersebut menghadirkan pembicara tamu Pdt. Sugeng Haryono, S.Th dari Kediri yang merupakan mantan Gembala Sidang GBI Jatisari dan pernah melayani di gereja tersebut. Kehadiran sang pembicara menjadi momen nostalgia sekaligus penguatan rohani bagi jemaat yang hadir.
Sejak beberapa hari sebelumnya, panitia dan jemaat telah melakukan berbagai persiapan demi menyukseskan acara ulang tahun gereja tersebut. Berbagai dekorasi, latihan pengisi acara, konsumsi hingga teknis pelaksanaan dipersiapkan secara matang demi menghadirkan perayaan yang penuh makna.
Gembala Sidang GBI Jatisari, Pdt. Indriyanto, S.Th, mengatakan bahwa ulang tahun gereja bukan sekadar seremoni atau euforia semata, melainkan menjadi momentum untuk memperluas kasih dan pelayanan kepada sesama.
“Ibadah syukur ulang tahun ini bukan hanya soal acara meriah, makan bersama atau hiburan. Bagi saya, ulang tahun gereja adalah sebuah peluang. Peluang untuk mengundang mereka yang mulai jauh dari Tuhan, yang lemah iman, yang jarang ke gereja, bahkan mereka yang belum percaya agar bisa merasakan kasih Tuhan melalui persekutuan ini,” ujar Pdt. Indriyanto.
Menurutnya, semangat melayani dengan kasih dan pengorbanan harus terus dijaga oleh seluruh jemaat agar gereja tetap menjadi tempat yang menghadirkan damai dan pengharapan bagi banyak orang.
“Segala persiapan panitia telah dilakukan dan kerja keras sudah kami lakukan dengan penuh sukacita. Bahkan kadang kami lupa berapa harga yang harus dibayar, baik tenaga, pikiran maupun doa demi terselenggaranya acara ini,” tambahnya.
Perayaan HUT ke-33 GBI Jatisari juga diisi dengan berbagai penampilan dan rangkaian acara yang melibatkan seluruh unsur jemaat. Mulai dari tampilan slide sejarah gereja yang menampilkan foto-foto lama dan baru, tarian anak-anak, tamborin, vocal group, drama rohani, hingga ucapan video dari para mantan gembala sidang yang pernah melayani di gereja tersebut.
Suasana semakin semarak ketika dilakukan pemotongan kue ulang tahun dan pembagian doorprize kepada jemaat. Panitia juga membuka kesempatan bagi jemaat yang ingin berbagi berkat melalui sumbangan hadiah untuk menambah kemeriahan acara.
Tidak hanya itu, acara juga menghadirkan reuni lintas angkatan jemaat yang turut mengisi pujian dalam ibadah. Sementara petugas persembahan dibawakan oleh anak-anak dari SMKN Jateng di Semarang yang turut ambil bagian dalam pelayanan.
Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan tersebut juga menjadi momen apresiasi dan kepedulian kasih kepada jemaat. Panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah jemaat serta menyalurkan bentuk kepedulian sosial sebagai wujud pelayanan gereja kepada sesama.
Target kehadiran sebanyak 150 orang pun berhasil tercapai. Jemaat, tamu undangan, simpatisan hingga tokoh masyarakat tampak hadir memenuhi ruangan ibadah dengan penuh antusias.
Acara tersebut turut dihadiri Lurah Gisikdrono, Sandy Inderawan, S.STP., M.M., Ketua RW 14 Soepangat Syaeroji, serta Ketua Kampung Pancasila Sadimin. Dalam sambutannya, Lurah Gisikdrono menyampaikan apresiasi atas kontribusi GBI Jatisari dalam menjaga keharmonisan masyarakat di lingkungan sekitar.
“Atas nama pemerintah wilayah, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-33 untuk GBI Jatisari. Semoga gereja ini terus menjadi berkat dan tetap menjaga keharmonisan serta persatuan di wilayah RW 13 sebagai Kampung Pancasila,” ujar Sandy Inderawan.
Dalam khotbahnya, Pdt. Sugeng Haryono menekankan pentingnya memiliki pikiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan. Ia menyampaikan tiga hal utama yang harus dimiliki jemaat agar mampu melayani dengan kasih dan pengorbanan.
“Ada tiga hal bagaimana jemaat bisa memiliki pikiran Kristus, yaitu mengosongkan diri, merendahkan diri, dan taat. Jika ketiga hal itu bisa dilakukan, maka kita akan mampu melayani dengan kasih dan pengorbanan seperti yang Tuhan kehendaki,” kata Pdt. Sugeng Haryono di hadapan jemaat.
Pesan tersebut disambut antusias oleh jemaat yang mengikuti ibadah dengan penuh kekhusyukan. Banyak jemaat mengaku terberkati dan termotivasi untuk semakin aktif dalam pelayanan maupun kehidupan bergereja.
Setelah seluruh rangkaian ibadah selesai, acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang semakin mempererat hubungan antarjemaat dan tamu undangan. Suasana keakraban terlihat saat seluruh peserta menikmati kebersamaan sambil saling berbincang dan berbagi cerita.
Perayaan HUT ke-33 GBI Jatisari tidak hanya menjadi momentum ucapan syukur atas penyertaan Tuhan selama perjalanan gereja, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, kasih, dan semangat pelayanan di tengah masyarakat.
“Sukses dan selamat ulang tahun GBI Jatisari. Kiranya gereja ini terus bertumbuh dan menjadi terang bagi banyak orang,” tutup Pdt. Indriyanto.

Beri Komentar