Selasa, 19-05-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMA Kartika III-1 Banyubiru Optimalkan Penyusunan Program Sekolah dan Modul Ajar Melalui Inovasi KERBASAIGEM

Diterbitkan : - Kategori : Berita

BANYUBIRU – SMA Kartika III-1 Banyubiru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola sekolah sekaligus mutu pembelajaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pendampingan Penyusunan Program Sekolah dan Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Berbasis KERBASAIGEM (Kerja Bareng Bersama AI Gemini)” yang digelar dalam dua tahap, yakni pada 17 April dan 24 April 2026.

Kegiatan pendampingan yang berlangsung di lingkungan SMA Kartika III-1 Banyubiru itu menghadirkan Pengawas Pembina dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, Imron Rosyadi, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, Imron memberikan pendampingan intensif kepada para peserta terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung tugas administratif maupun pedagogis di sekolah.

Program pendampingan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen administrasi sekolah, kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat implementasi pembelajaran mendalam atau Deep Learning melalui penyusunan modul ajar inovatif berbasis teknologi.

Pada tahap pertama yang dilaksanakan 17 April 2026, kegiatan difokuskan pada penyusunan program kerja sekolah yang komprehensif dan terarah. Para peserta mendapatkan pendampingan terkait strategi penyusunan dokumen perencanaan yang efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini. Pendekatan KERBASAIGEM yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut mendorong peserta untuk memanfaatkan AI Gemini sebagai alat bantu dalam proses analisis, penyusunan konsep program, hingga penguatan kualitas dokumen.

Sementara itu, pada tahap kedua yang digelar 24 April 2026, pendampingan lebih diarahkan pada aspek pedagogik. Peserta diajak menyusun modul ajar yang mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh, berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Kepala SMA Kartika III-1 Banyubiru, Taufik Isnaeni, SE., S.Kom., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan berbasis AI menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas perencanaan sekolah sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di era transformasi digital.

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, melalui pendampingan berbasis AI ini, dihasilkan program kerja yang benar-benar baik, efektif, dan mampu membawa perubahan positif bagi seluruh ekosistem SMA Kartika III-1 Banyubiru,” ujar Taufik saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi saat ini menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Karena itu, sekolah perlu membuka ruang inovasi agar seluruh unsur pendidikan mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna.

“Kami ingin memastikan bahwa teknologi bukan hanya menjadi tren, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi manajemen sekolah maupun proses pembelajaran di kelas,” tambahnya.

Dalam sesi pendampingan, Imron Rosyadi menekankan pentingnya kolaborasi antara kemampuan manusia dan teknologi AI. Menurutnya, pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran guru dan tenaga kependidikan, melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pembelajaran.

“Melalui metode KERBASAIGEM, kami mendorong sekolah untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. AI dapat membantu mempercepat proses penyusunan program kerja, memperkaya ide pembelajaran, dan mendukung lahirnya inovasi pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik,” jelas Imron.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap disertai kemampuan berpikir kritis dan validasi dari pengguna. Dengan demikian, hasil yang diperoleh tetap sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 20 peserta tersebut berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta yang terdiri dari unsur pimpinan sekolah, wakil kepala sekolah, kepala tata usaha, pengelola perpustakaan, laboratorium, serta tenaga pendidik terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi dan praktik langsung penggunaan AI Gemini menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta.

Suasana pendampingan berlangsung serius namun tetap komunikatif. Para peserta aktif mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan AI untuk mendukung pekerjaan mereka sehari-hari. Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara menyusun dokumen dan perangkat pembelajaran secara lebih efektif dan efisien.

Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pendampingan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat. Menurutnya, penggunaan AI dalam dunia pendidikan dapat membantu guru memperoleh referensi dan ide pembelajaran yang lebih variatif.

“Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa AI ternyata bisa dimanfaatkan secara positif untuk mendukung tugas guru dan manajemen sekolah. Tentunya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kreativitas masing-masing,” ungkap salah satu peserta.

Hingga akhir rangkaian kegiatan, pendampingan tersebut berhasil menghasilkan sejumlah dokumen strategis sekolah. Dokumen yang berhasil disusun meliputi Program Kerja Kepala Sekolah, Program Kerja Wakil Kepala Sekolah, Rencana Kerja Kepala Tata Usaha, Program Pengembangan Perpustakaan dan Laboratorium, hingga modul ajar inovatif yang dirancang untuk mendukung implementasi Deep Learning.

Keberhasilan penyusunan berbagai dokumen tersebut menjadi bukti nyata bahwa pendampingan berbasis teknologi mampu memberikan dampak positif terhadap penguatan tata kelola sekolah. Selain menghasilkan dokumen yang lebih sistematis, kegiatan ini juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia di lingkungan sekolah dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.

Dengan adanya pendampingan langsung dari Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1, SMA Kartika III-1 Banyubiru kini memiliki pijakan yang lebih kuat untuk mengimplementasikan program sekolah yang efektif serta pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan budaya kerja yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan