Kamis, 16-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Puskesmas Bulu Lor Kota Semarang Perkuat Sinergi Lewat Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah, Wujudkan Generasi Sehat dan Berprestasi

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Instansi Pemerintah

SEMARANG, 16 Juli 2026 – Puskesmas Bulu Lor Kota Semarang terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan peserta didik melalui penyelenggaraan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah yang digelar di Aula Kelurahan Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini berbagai permasalahan kesehatan yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang maupun proses belajar.

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Puskesmas setempat, Dien Hasana, SKM, M.Kes., bersama dokter Dr. Riski Wahyu Lestari Suwarto, Bidan Susilowati, A.Md.Keb., Perawat Ambar Sukma Kumala, A.Md.Kep., serta Camat Semarang Utara dan Lurah Plombokan. Kegiatan juga diikuti perwakilan sekolah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan yang akan berperan dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di lingkungan sekolah.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dan berkala. Pemeriksaan tersebut tidak hanya difokuskan pada identifikasi kondisi kesehatan peserta didik, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mendeteksi sedini mungkin berbagai gangguan kesehatan sehingga dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai tujuan program, sasaran pemeriksaan kesehatan, mekanisme pelaksanaan, hingga pembagian peran setiap pihak yang terlibat. Dinas Kesehatan Kota Semarang menekankan pentingnya kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, guru, orang tua, serta masyarakat agar pelaksanaan CKG dapat menjangkau seluruh peserta didik secara optimal.

Kepala Puskesmas, Dien Hasana, SKM, M.Kes., mengatakan keberhasilan Program CKG tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen pendidikan dan keluarga.

“Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah merupakan upaya bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Dengan dukungan sekolah, guru, dan orang tua, kami berharap pelaksanaan program ini berjalan optimal sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, belajar dengan baik, dan meraih prestasi sesuai potensinya,” ujar Dien Hasana.

Sementara itu, Dr. Riski Wahyu Lestari Suwarto menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai faktor risiko maupun gangguan kesehatan yang selama ini sering tidak disadari oleh anak maupun orang tua.

“Melalui skrining kesehatan, berbagai kondisi seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, masalah gizi, kesehatan gigi dan mulut, hingga faktor risiko penyakit lainnya dapat diketahui lebih awal. Semakin cepat ditemukan, maka penanganannya juga akan semakin baik sehingga tidak mengganggu proses belajar anak,” jelasnya.

Selain menyampaikan materi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, narasumber juga menjelaskan alur pelaksanaan CKG di sekolah, mulai dari pendataan peserta didik, proses pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, pencatatan hasil pemeriksaan, hingga tindak lanjut apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan nantinya juga menjadi dasar dalam memberikan edukasi kesehatan kepada peserta didik dan orang tua sekaligus menyusun program kesehatan sekolah yang lebih tepat sasaran.

Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait teknis pelaksanaan program, termasuk mekanisme koordinasi antara sekolah dengan puskesmas, penyampaian hasil pemeriksaan kepada orang tua, serta langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan peserta didik dengan kondisi kesehatan tertentu. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia sekolah.

Dinas Kesehatan Kota Semarang menilai keberhasilan Program CKG tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pemeriksaan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pemeriksaan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Salah satu peserta sosialisasi, Wahyudi Prabowo dari SMKN Jateng di Semarang, mengaku memperoleh banyak informasi baru mengenai pelaksanaan skrining kesehatan anak sekolah.

“Sosialisasi ini sangat membantu sekali untuk memahami skrining kesehatan anak sekolah. Kami jadi mengetahui tujuan program, proses pelaksanaannya, serta pentingnya peran sekolah dalam mendukung pemeriksaan kesehatan peserta didik. Harapannya program ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak,” ungkap Wahyudi.

Melalui sosialisasi ini, Dinas Kesehatan Kota Semarang berharap seluruh sekolah dapat memahami pentingnya Program Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah serta siap mendukung pelaksanaannya secara kolaboratif. Sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dengan terselenggaranya Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis Anak Sekolah di Aula Kelurahan Plombokan, pelaksanaan program di lapangan diharapkan dapat berlangsung lebih terstruktur, efektif, dan menjangkau seluruh peserta didik di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan terus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun budaya hidup sehat sejak usia dini sebagai investasi penting bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses seluruh masyarakat. Dengan anak-anak yang sehat, diharapkan lahir generasi yang lebih cerdas, produktif, serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah. Dinkes Hebat, Semarang Sehat!

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan