Semarang – Sebanyak 29 mahasiswa Program LANTIP 7 Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi diserahkan kepada SMK Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng) di Semarang untuk melaksanakan praktik kependidikan dan pembelajaran di lingkungan sekolah. Prosesi serah terima berlangsung di Ruang Audio Visual (AVA) SMKN Jateng di Semarang, Senin siang, 13 Juli 2026, dan disaksikan oleh para guru pembimbing dari SMKN Jateng di Semarang.
Mahasiswa akan melaksanakan kegiatan LANTIP hingga 7 September 2026. Selama hampir dua bulan ke depan, mereka akan memperoleh pengalaman nyata dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas, pembinaan peserta didik, hingga memahami budaya kerja sekolah berbasis full boarding school yang menjadi ciri khas SMKN Jateng di Semarang.
Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNNES, Bambang Sugiharto, secara resmi menyerahkan 29 mahasiswa kepada Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan apresiasi atas komitmen SMKN Jateng yang selama ini konsisten menjadi mitra UNNES dalam mendukung pelaksanaan program praktik lapangan mahasiswa.
Menurutnya, kerja sama antara UNNES dan SMKN Jateng di Semarang telah berlangsung beberapa kali dan memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan kompetensi calon guru.
“Hari ini kami menyerahkan 29 mahasiswa LANTIP 7 kepada SMKN Jateng di Semarang. Kami mengucapkan terima kasih karena sekolah ini kembali bersedia menjadi tempat belajar bagi mahasiswa kami. UNNES membutuhkan sekolah mitra agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di lapangan sehingga mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik pembelajaran yang sesungguhnya,” ujar Bambang.
Ia menegaskan bahwa pengalaman belajar di sekolah merupakan bagian yang sangat penting dalam membentuk calon pendidik yang profesional, adaptif, dan mampu menghadapi dinamika dunia pendidikan.
“Kerja sama antara UNNES dengan SMKN Jateng sudah terjalin untuk kesekian kalinya. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang baik dan saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang,” katanya.
Bambang juga menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar sebanyak mungkin dari guru, pamong, maupun seluruh warga sekolah.
“Kepada mahasiswa, saya berpesan agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari ilmu di SMKN Jateng di Semarang. Belajarlah dari guru pamong, dari peserta didik, dari budaya sekolah, dan dari seluruh proses yang berlangsung setiap hari. Saya titipkan mahasiswa kami kepada SMKN Jateng di Semarang untuk dibimbing sehingga kelak menjadi guru yang profesional,” tuturnya.
Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., secara resmi menerima kehadiran mahasiswa LANTIP 7 UNNES. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa sekaligus memperkenalkan karakteristik dan keunikan SMKN Jateng di Semarang sebagai sekolah vokasi yang memiliki misi sosial dan pendidikan yang kuat.
Ardan menjelaskan bahwa SMKN Jateng di Semarang merupakan sekolah menengah kejuruan negeri dengan sistem asrama penuh (full boarding school) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2014 sebagai salah satu upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan vokasi yang berkualitas.
“SMKN Jateng di Semarang adalah sekolah full boarding school yang seluruh pembiayaannya ditanggung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga peserta didik memperoleh pendidikan secara gratis. Sekolah ini dibangun dengan tujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan vokasi yang berkualitas dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya,” jelas Ardan.
Ia menerangkan bahwa seluruh peserta didik berasal dari keluarga yang memenuhi persyaratan sosial ekonomi, termasuk keluarga kurang mampu maupun anak yatim dan piatu yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seluruh kebutuhan mereka selama menempuh pendidikan dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari tempat tinggal di asrama, makan tiga kali sehari, seragam, sepatu, buku pelajaran, alat tulis, hingga uang saku diberikan secara gratis sehingga peserta didik dapat fokus belajar tanpa terbebani persoalan ekonomi,” katanya.
Selain memperkenalkan sistem pembiayaan, Ardan juga menjelaskan bahwa SMKN Jateng di Semarang memiliki lima konsentrasi keahlian yang dirancang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, yaitu Teknik Pemesinan, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Konstruksi dan Perumahan, Teknik Elektronika Industri, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik.
Menurutnya, pendidikan di SMKN Jateng tidak hanya menitikberatkan pada kompetensi akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga pembentukan karakter melalui kehidupan berasrama yang menerapkan kedisiplinan tinggi.
“Kami membangun budaya sekolah yang menekankan disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan etos kerja. Kehidupan di asrama menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik sehingga mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas,” ungkap Ardan.
Ia berharap keberadaan mahasiswa LANTIP dapat memberikan warna baru dalam proses pembelajaran sekaligus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung pengelolaan sekolah berbasis asrama.
“Kami menerima mahasiswa LANTIP UNNES sebagai bagian dari keluarga besar SMKN Jateng selama menjalankan praktik. Silakan belajar sebanyak mungkin, berdiskusi dengan guru pamong, memahami budaya sekolah, serta memberikan kontribusi positif kepada peserta didik. Semoga pengalaman di sini menjadi bekal berharga ketika nanti menjadi guru,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa LANTIP 7 UNNES, Krisma Nurul Fitriana, menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia mewakili seluruh mahasiswa berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan praktik dengan sungguh-sungguh.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar SMKN Jateng di Semarang yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk belajar secara langsung di dunia pendidikan,” ujarnya.
Krisma berharap seluruh mahasiswa dapat memperoleh banyak pengalaman dari para guru pamong maupun seluruh warga sekolah selama menjalani program LANTIP.
“Kami berharap dapat belajar banyak dari guru pamong, memahami praktik pembelajaran yang sesungguhnya, serta mendapatkan pengalaman dalam mendidik peserta didik. Kami juga memohon bimbingan, arahan, dan masukan selama kami melaksanakan kegiatan di SMKN Jateng di Semarang,” katanya.
Prosesi serah terima ditandai dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis dari Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan UNNES kepada Kepala SMKN Jateng di Semarang, disaksikan para guru pembimbing. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, sekaligus menjadi awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mencetak calon pendidik yang profesional, adaptif, serta memiliki pengalaman nyata di dunia pendidikan.
Melalui program LANTIP, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menguasai teori pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial, profesional, dan kepribadian melalui interaksi langsung dengan peserta didik, guru, serta budaya sekolah. Sinergi yang telah terjalin selama beberapa tahun antara UNNES dan SMKN Jateng di Semarang diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menyiapkan calon guru yang mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Komentar