Rabu, 14-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Perkuat Budaya Literasi melalui Pendampingan IPLM dan TKM 2026

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG – SMKN Jateng di Semarang berpartisipasi dalam kegiatan Pendampingan Pengisian Kuesioner Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2026 bagi perpustakaan SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut digelar di SMAN 2 Semarang.

SMKN Jateng di Semarang mengirimkan Ayu Setyorini, S.Pd., selaku Kepala Perpustakaan, dan Mohamad Eri Setyo Wahyudi sebagai perwakilan sekolah. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan perpustakaan sekaligus mendukung pendataan kondisi literasi di Jawa Tengah.

Perpustakaan Sekolah sebagai Pusat Pengembangan Literasi

IPLM dan TKM menjadi instrumen penting untuk memetakan pembangunan literasi masyarakat serta tingkat kegemaran membaca. Data yang dihimpun diharapkan dapat menjadi landasan evaluasi, penyusunan kebijakan, dan pengembangan program literasi yang berkelanjutan.

Berdasarkan data pengisian kuesioner IPLM 2026, Perpustakaan SMKN Jateng di Semarang memiliki 548 judul koleksi tercetak dengan total 1.149 eksemplar serta 200 judul koleksi digital. Dalam satu tahun terakhir, perpustakaan menambah 150 judul koleksi tercetak dan 200 judul koleksi digital. Pengembangan koleksi tersebut didukung anggaran sekolah yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ketersediaan bahan bacaan dalam format cetak dan digital menjadi bagian dari upaya memperluas akses peserta didik terhadap sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan perkembangan zaman.

Penguatan Budaya Baca dan Layanan Perpustakaan

Kepala Perpustakaan SMKN Jateng di Semarang, Ayu Setyorini, S.Pd., menjelaskan bahwa perpustakaan telah menyelenggarakan dua kegiatan penguatan budaya baca dan kecakapan literasi selama satu tahun terakhir, yaitu resensi dan membaca. Kuesioner juga mencatat keterlibatan 279 peserta dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, perpustakaan memiliki empat variasi layanan fisik dan digital serta delapan dokumen kebijakan dan prosedur pelayanan. Data ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu layanan dan memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung kegiatan belajar.

“Pendataan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat kembali pengembangan koleksi, kegiatan literasi, dan layanan perpustakaan agar semakin sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Ayu Setyorini.

IPLM dan TKM 2026 sebagai Momentum Evaluasi

Mohamad Eri Setyo Wahyudi menilai bahwa partisipasi dalam pendampingan IPLM dan TKM 2026 tidak sekadar memenuhi kebutuhan pendataan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi pengelolaan perpustakaan secara menyeluruh.

“Melalui pendataan yang terarah, sekolah dapat mengidentifikasi potensi yang perlu dikembangkan serta aspek yang masih membutuhkan peningkatan. Hasilnya diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat program literasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan,” ungkap Eri.

Evaluasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penguatan kompetensi tenaga perpustakaan, pengembangan program membaca, optimalisasi koleksi digital, serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Dengan demikian, perpustakaan dapat terus berkembang sebagai ruang belajar yang inklusif dan adaptif.

Membangun Ekosistem Literasi Berkelanjutan

SMKN Jateng di Semarang berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan literasi melalui penyediaan bahan bacaan, pengembangan perpustakaan, dan kegiatan yang menumbuhkan kebiasaan membaca. Upaya ini diharapkan membantu peserta didik meningkatkan wawasan, kecakapan literasi, dan kemampuan berpikir kritis.

Melalui partisipasi dalam pendampingan IPLM dan TKM 2026, SMKN Jateng di Semarang menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Sebab, literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan fondasi penting bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan menghadapi tantangan masa depan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan