Rabu, 14-10-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

Tingkatkan Motivasi Melanjutkan Pendidikan, MTs Negeri 5 Magelang Ajak 250 Peserta Kunjungi SMKN Jateng di Semarang

Diterbitkan : - Kategori : Berita / Tamuku

SEMARANG – Dalam upaya meningkatkan minat dan motivasi murid untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah berkualitas, MTs Negeri 5 Magelang mengadakan kunjungan edukatif ke SMKN Jateng di Semarang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti 250 peserta, terdiri atas 175 murid, 64 orang tua atau wali murid, dan 11 guru. Kunjungan ini menjadi sarana bagi murid dan orang tua untuk mengenal lebih dekat pendidikan vokasi, fasilitas sekolah, program keahlian, serta peluang masa depan lulusan SMKN Jateng di Semarang.

Rombongan MTs Negeri 5 Magelang disambut langsung oleh Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran manajemen, guru, dan tenaga kependidikan di ruang AVA. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan kedua satuan pendidikan tersebut, yang sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan murid.

MTs Negeri 5 Magelang Dorong Murid Mengenal Pendidikan Vokasi Berkualitas

Kepala MTs Negeri 5 Magelang, Drs. H. Fahruroji, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar SMKN Jateng di Semarang. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan berharga bagi murid dan wali murid untuk memperoleh informasi secara langsung mengenai lingkungan pendidikan vokasi.

“Terima kasih atas sambutan hangat dari SMKN Jateng di Semarang. Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menimba ilmu dan mengenal lebih dekat sekolah ini bersama anak-anak dan wali murid. Harapan kami, ke depan semakin banyak anak-anak MTs Negeri 5 Magelang yang bisa melanjutkan pendidikan di sini,” ungkap Fahruroji.

Ia berharap pengalaman melihat secara langsung proses pendidikan di SMKN Jateng dapat membuka wawasan murid tentang berbagai pilihan pendidikan setelah lulus madrasah. Selain mempertimbangkan kemampuan akademik, murid diharapkan mulai mengenali minat, potensi, dan cita-cita agar mampu menentukan jenjang pendidikan lanjutan yang sesuai.

Kunjungan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai sistem pembelajaran, kegiatan akademik dan nonakademik, fasilitas penunjang pendidikan, serta profil lulusan. Dengan informasi yang komprehensif, murid dan keluarga diharapkan dapat mempertimbangkan pilihan sekolah berdasarkan peluang pengembangan kompetensi, pembentukan karakter, dan prospek masa depan.

SMKN Jateng di Semarang Kenalkan Pendidikan Vokasi Berasrama

Dalam pemaparannya, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, menjelaskan sejarah, visi, program unggulan, serta berbagai layanan pendidikan yang dikembangkan sekolah. Berdiri resmi pada 22 April 2014 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 420/28 Tahun 2014, SMKN Jateng di Semarang mengusung konsep pendidikan vokasi berasrama yang berkualitas, gratis, dan berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Sekolah ini memiliki akreditasi A berdasarkan keputusan BAN-S/M tahun 2023.

Visi sekolah tersebut adalah mewujudkan pendidikan vokasi berasrama yang berkualitas untuk mencetak generasi terampil, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. Melalui pendekatan pendidikan yang memadukan kompetensi kejuruan, kedisiplinan, kemandirian, dan penguatan karakter, SMKN Jateng berupaya mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ardan menjelaskan bahwa SMKN Jateng menerapkan pembelajaran sehari penuh atau full day school selama lima hari dalam sepekan, dengan kapasitas kelas yang dibatasi sebanyak 24 peserta didik. Sekolah menyediakan lima program keahlian, yakni Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Elektronika Industri, Teknik Kendaraan Ringan, serta Teknik Konstruksi dan Perumahan. Kuota penerimaan peserta didik baru yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut sebanyak 120 siswa per angkatan.

Salah satu keunggulan yang diperkenalkan kepada rombongan adalah dukungan pembiayaan pendidikan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanggung berbagai kebutuhan peserta didik sesuai ketentuan program, meliputi biaya pendidikan, makan, pakaian seragam, sepatu, alat tulis, dan fasilitas tempat tidur asrama. Dukungan tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki kemauan kuat untuk berkembang.

Kurikulum, Pembentukan Karakter, dan Kerja Sama Industri

Selain menekankan keterampilan teknis, SMKN Jateng di Semarang mengembangkan pembelajaran yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Program kelas industri dirancang untuk mendekatkan kompetensi peserta didik dengan standar dan kebutuhan pekerjaan. Penguatan karakter juga dilakukan melalui program kesamaptaan, kepemimpinan, pembiasaan positif, serta pengembangan delapan dimensi profil lulusan, yang mencakup keimanan dan akhlak mulia, kebinekaan global, gotong royong, kemandirian, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kesehatan.

Untuk memperluas daya saing lulusan, sekolah turut memperkuat kemampuan bahasa asing dan memperkenalkan program SMK 3+1 kelas Jepang, yakni tiga tahun pembelajaran di sekolah yang dilanjutkan dengan satu tahun program magang atau penyerapan kerja di Jepang sesuai skema yang berlaku.

Dalam bidang kemitraan, SMKN Jateng menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan dan lembaga, antara lain PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), PT Komatsu Indonesia, PT Urip Gumulya, PT Sarana Utama Adimandiri, PT Cokro Bersaudara, PT Putra Mitra Gemilang, PT Graha Sarana, PDAM Tirta Moedal Semarang, Hotel Grandhika, AKTI Toyota Indonesia, Universitas Telkom, dan Universitas Ngudi Waluyo.

Paparan mengenai profil lulusan juga menjadi perhatian penting dalam kunjungan tersebut. Berdasarkan data tracer study lulusan tahun 2026 yang disampaikan pihak sekolah, tingkat keterisian kategori BMW—Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha—mencapai 100 persen. Rinciannya, 60,7 persen lulusan bekerja, 28,6 persen melanjutkan studi, dan 10 persen berwirausaha. Lulusan yang bekerja terserap di berbagai sektor, termasuk TNI, Polri, KAI, dan perusahaan mitra, sedangkan lulusan yang melanjutkan studi tercatat diterima di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), Politeknik Negeri Semarang, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Capaian tersebut menjadi salah satu informasi yang memberikan gambaran kepada murid dan orang tua mengenai beragam jalur masa depan setelah menempuh pendidikan vokasi. Pihak sekolah juga memaparkan sejumlah penghargaan dalam bidang manajemen sekolah, budaya sehat, inovasi guru, video pendidikan, serta implementasi tujuh kebiasaan positif peserta didik.

Tanya Jawab SPMB, Orang Tua Gali Informasi Persyaratan Masuk

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para wali murid memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih jauh mengenai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), persyaratan masuk, dan peluang peserta didik untuk diterima di SMKN Jateng di Semarang.

Sukini, salah satu wali murid, menanyakan apakah calon peserta didik harus memiliki kemampuan khusus sesuai dengan jurusan yang dipilih. Pertanyaan tersebut mencerminkan perhatian orang tua terhadap kesiapan akademik dan keterampilan anak sebelum memasuki pendidikan kejuruan.

Sementara itu, Maryono, pengurus komite, menanyakan kemungkinan adanya jalur prestasi dalam proses penerimaan murid baru. Ketua SPMB, Liliek Handoko, menjelaskan bahwa tidak terdapat jalur prestasi tersendiri, tetapi prestasi yang dimiliki calon peserta didik dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan lain disampaikan oleh wali murid dari Kamilia mengenai kemungkinan pembatasan jumlah peserta didik perempuan dalam SPMB. Menanggapi hal tersebut, Kepala SMKN Jateng di Semarang menegaskan bahwa tidak ada pembatasan berdasarkan jenis kelamin dalam penerimaan peserta didik baru.

Pihak sekolah juga menjelaskan kriteria utama calon peserta didik, yakni lulusan SMP atau sederajat, putra-putri Provinsi Jawa Tengah, berasal dari keluarga tidak mampu dalam kelompok desil 1–5, memiliki motivasi kuat untuk maju, serta bersedia tinggal di asrama selama masa pendidikan. Tahapan seleksi meliputi seleksi akademik, kesehatan, kebugaran, psikologi, dan wawancara. Informasi tersebut diharapkan membantu murid dan orang tua mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum mengikuti proses penerimaan.

Penandatanganan MoU Perkuat Sinergi Antarsekolah

Rangkaian kunjungan edukatif MTs Negeri 5 Magelang ke SMKN Jateng di Semarang ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua satuan pendidikan. Kesepakatan tersebut menjadi landasan penguatan kerja sama dalam mendukung akses informasi pendidikan, pengembangan wawasan murid, serta upaya mendorong informasi keberlanjutan pendidikan ke jenjang yang sesuai dengan potensi dan cita-cita peserta didik.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus simbol terjalinnya hubungan baik antara kedua sekolah. Melalui kunjungan ini, MTs Negeri 5 Magelang berharap semakin banyak murid yang memiliki gambaran nyata mengenai pendidikan vokasi berasrama dan berani merencanakan masa depan sejak dini.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan profil sekolah, tetapi juga langkah nyata untuk membangun motivasi, memperluas wawasan, dan memperkuat peran orang tua dalam mendampingi pilihan pendidikan anak. Dengan informasi yang diperoleh secara langsung, murid diharapkan mampu menentukan langkah pendidikan berikutnya secara lebih terarah, percaya diri, dan sesuai dengan potensi masing-masing.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan