Kamis, 30-07-2026
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat
  • Website Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan SahabatWebsite Ardan Sirodjuddin menerima tulisan artikel Guru, Kepala Sekolah dan Praktisi Pendidikan dalam Kolom Tulisan Sahabat

SMKN Jateng di Semarang Siap Jadi Percontohan SIPENDIKAR 7 KASIAT, Perkuat Pendidikan Karakter Melalui Kolaborasi Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat

Diterbitkan : - Kategori : Berita

SEMARANG-SMKN Jateng di Semarang resmi ditunjuk sebagai Piloting Satuan Pendidikan Penyelenggara Program Sinergi Penguatan Pendidikan Karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (SIPENDIKAR 7 KASIAT). Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab bagi sekolah untuk menjadi contoh dalam implementasi penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi di lingkungan satuan pendidikan. Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan positif yang melibatkan seluruh ekosistem pendidikan.

Sebagai sekolah piloting, SMKN Jateng di Semarang memiliki sejumlah kewajiban strategis. Di antaranya menyusun rencana kegiatan penguatan pendidikan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, melaksanakan kegiatan secara sinergis dengan melibatkan murid, guru, orang tua, dan masyarakat, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran, kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler, serta melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program melalui aplikasi SIPENDIKAR 7 KASIAT.

Selain itu, sekolah piloting juga akan memperoleh dukungan berupa pendampingan, pemantauan, dan evaluasi dari pihak terkait agar implementasi program berjalan secara efektif, efisien, serta memberikan dampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik.

Sebagai langkah awal mempersiapkan implementasi program tersebut, SMKN Jateng di Semarang menggelar rapat koordinasi pada Kamis (30/7/2026) di ruang meeting Gedung Administrasi Lantai 2. Kegiatan yang diinisiasi sebagai tindak lanjut program dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah itu dihadiri Kepala SMKN Jateng di Semarang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan beserta tim, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, wali kelas XI, guru, tenaga kependidikan, serta para pamong.

Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana penuh semangat dan komitmen untuk menyamakan persepsi seluruh unsur sekolah dalam menyukseskan pelaksanaan SIPENDIKAR 7 KASIAT. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan program, pembagian peran masing-masing pihak, hingga teknis pemanfaatan aplikasi yang akan digunakan sebagai media pemantauan kegiatan peserta didik setiap hari.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN Jateng di Semarang, Liliek Handoko, S.Pd., memberikan paparan sekaligus tutorial penggunaan aplikasi SIPENDIKAR 7 KASIAT. Menurutnya, aplikasi tersebut dirancang sederhana sehingga mudah dioperasikan oleh seluruh pengguna, baik peserta didik, orang tua maupun wali kelas.

“Aplikasi SIPENDIKAR 7 KASIAT ini tidak terlalu sulit untuk dijalankan. Nantinya anak-anak akan mengisi pertanyaan terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan melaporkan kegiatan yang telah dilakukan setiap hari. Selanjutnya Bapak dan Ibu orang tua akan memberikan respons terhadap laporan tersebut, demikian juga wali kelas akan melakukan pemantauan sebagai bagian dari proses pembinaan karakter peserta didik,” jelas Liliek.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan program. Melalui aplikasi tersebut, komunikasi antara sekolah dan keluarga akan semakin intensif sehingga perkembangan karakter peserta didik dapat dipantau secara berkelanjutan.

Menurut Liliek, konsep yang dibangun dalam SIPENDIKAR 7 KASIAT bukan sekadar pelaporan kegiatan harian, tetapi menjadi instrumen untuk membangun budaya positif yang dilakukan secara konsisten. Dengan demikian, nilai-nilai karakter tidak hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari dengan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Kepala SMKN Jateng di Semarang, Ardan Sirodjuddin, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan penunjukan sebagai sekolah piloting ini sebagai momentum memperkuat budaya karakter di lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak dapat dicapai apabila hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen sekolah beserta orang tua dan masyarakat.

“Mari kita bergerak bersama untuk menyukseskan Program SIPENDIKAR 7 KASIAT dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen kita semua. Saya mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, wali kelas, pamong, peserta didik, hingga orang tua untuk bersama-sama membangun budaya karakter yang kuat sehingga mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Ardan.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki integritas, etos kerja, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kebangsaan yang kuat. Menurutnya, implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus menjadi budaya yang hidup di lingkungan sekolah, bukan sekadar program administratif.

Rapat koordinasi tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk mengidentifikasi berbagai strategi pelaksanaan program di tingkat kelas maupun sekolah. Berbagai masukan dari wali kelas, guru, tenaga kependidikan, dan pamong menjadi bekal dalam menyusun langkah-langkah implementasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di SMKN Jateng di Semarang.

Dengan ditunjuknya sebagai sekolah piloting, SMKN Jateng di Semarang optimistis mampu menjadi model pelaksanaan Program SIPENDIKAR 7 KASIAT yang efektif. Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, penguatan pendidikan karakter diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga melahirkan peserta didik yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, berintegritas, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan