SEMARANG – SMK Negeri Jawa Tengah (SMKN Jateng) di Semarang menggelar Sosialisasi Pengisian Individual Development Plan (IDP) bagi guru dan tenaga kependidikan di Ruang AVA, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus mendorong seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan sekolah untuk segera menginput usulan kebutuhan pengembangan kompetensi melalui aplikasi SI Jari AKPK sebagai bagian dari perencanaan pengembangan sumber daya manusia tahun 2027.
Sosialisasi disampaikan oleh Nofik Nurfitriana, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) SMKN Jateng di Semarang. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya setiap guru dan tenaga kependidikan memahami serta melaksanakan pengisian Individual Development Plan (IDP) secara mandiri, cermat, dan tepat waktu.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah yang meminta seluruh ASN di lingkungan SMA Negeri, SMK Negeri, dan SLB Negeri untuk segera melakukan digitalisasi hasil Individual Development Plan. Kebijakan tersebut menindaklanjuti arahan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah mengenai inventarisasi kebutuhan pengembangan kompetensi ASN.
Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa pengisian IDP merupakan bagian penting dari proses pemetaan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai. Setiap ASN diharapkan mampu mengidentifikasi kesenjangan kompetensi atau competency gap antara kemampuan yang dimiliki saat ini dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab jabatannya.
Hasil identifikasi tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menyusun Individual Development Plan atau rencana pengembangan individu. Melalui dokumen ini, kebutuhan peningkatan kompetensi masing-masing pegawai dapat dipetakan secara lebih sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Penginputan usulan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing ASN dengan mengacu pada dokumen Identifikasi GAP Kompetensi dan IDP untuk perencanaan tahun 2027. Seluruh usulan wajib dimasukkan melalui platform aplikasi Si Jari AKPK yang disediakan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah.
Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam sosialisasi adalah batas waktu pengisian usulan pengembangan kompetensi. Seluruh ASN diwajibkan menyelesaikan proses penginputan paling lambat Selasa, 10 November 2026. Setelah tenggat waktu tersebut, usulan yang telah masuk akan dilanjutkan ke tahap verifikasi oleh Kontributor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Nofik Nurfitriana, S.Pd., mengingatkan agar seluruh guru dan tenaga kependidikan SMKN Jateng di Semarang tidak menunda proses pengisian hingga mendekati batas akhir.
“Kami mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan SMKN Jateng di Semarang untuk segera mengisi pengajuan pelatihan melalui aplikasi SI Jari. Batas waktu pengisian paling lambat tanggal 10 November 2026. Karena itu, jangan sampai terlambat dan pastikan seluruh usulan sudah tersimpan dengan baik,” tegas Nofik dalam sosialisasi tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa ketelitian dalam penginputan menjadi hal yang tidak kalah penting. Setiap pegawai perlu memeriksa kembali data yang dimasukkan agar tidak terjadi kesalahan informasi yang dapat menghambat proses verifikasi maupun perencanaan pengembangan kompetensi berikutnya.
Materi sosialisasi dan buku panduan penginputan telah disediakan untuk membantu ASN memahami tahapan pengisian aplikasi. Panduan tersebut dapat diunduh melalui tautan yang dilampirkan dalam surat edaran sehingga setiap pegawai memiliki acuan dalam menyelesaikan proses digitalisasi IDP.
Selain membahas pengisian IDP melalui aplikasi SI Jari AKPK, Nofik juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk lebih tertib dalam mendokumentasikan riwayat pengembangan kompetensi yang telah diikuti.
Salah satu bentuk dokumentasi tersebut adalah mengunggah sertifikat pelatihan, bimbingan teknis, seminar, workshop, maupun kegiatan peningkatan kompetensi lainnya yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing pegawai.
Menurutnya, sertifikat menjadi salah satu bukti penting atas aktivitas pengembangan diri yang telah dilaksanakan. Dokumentasi yang tertata akan membantu sekolah dalam melakukan inventarisasi kompetensi, memetakan pengalaman pengembangan profesional, serta mengidentifikasi potensi yang dimiliki setiap pegawai.
“Kami juga mengajak Bapak dan Ibu guru serta tenaga kependidikan untuk mengunggah sertifikat-sertifikat yang dapat kita adopsi. Jangan lupa, sertifikat kegiatan selama tahun 2026 juga harus diunggah ke MyASN masing-masing sebelum Desember 2026,” pesan Nofik.
Imbauan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pegawai mengenai pentingnya administrasi pengembangan kompetensi yang tertib dan terdokumentasi secara digital. Dengan demikian, riwayat pelatihan dan peningkatan kapasitas setiap ASN dapat tersimpan serta dimanfaatkan sebagai bahan pemetaan pengembangan SDM.
Sosialisasi Pengisian Individual Development Plan (IDP) di SMKN Jateng di Semarang menjadi bagian dari upaya membangun budaya pengembangan kompetensi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Melalui pemetaan kebutuhan kompetensi secara individual, program peningkatan kapasitas ASN diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti kegiatan pelatihan tanpa perencanaan yang jelas.
Bagi sekolah vokasi, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas layanan pendidikan. Guru dituntut terus memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan metode pembelajaran agar selaras dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sementara itu, tenaga kependidikan perlu terus meningkatkan kapasitas profesional untuk mendukung tata kelola sekolah yang efektif dan berkualitas.
Melalui pengisian IDP, setiap pegawai diharapkan semakin mengenali kebutuhan pengembangan dirinya sekaligus memiliki arah yang jelas dalam meningkatkan profesionalisme. Data yang terkumpul juga dapat menjadi dasar bagi organisasi dalam merancang program pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran.
SMKN Jateng di Semarang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya belajar, pengembangan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi digital. Dengan partisipasi aktif seluruh ASN dalam pengisian IDP dan pendokumentasian sertifikat kompetensi, sekolah berharap dapat membangun sumber daya manusia yang profesional, adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Beri Komentar