SEMARANG – Sebanyak 33 mahasiswa program Lantip 8 Universitas Negeri Semarang (Unnes) resmi ditarik kembali setelah menyelesaikan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMKN Jateng di Semarang, Senin (2/11/2026). Selama kurang lebih tiga bulan menjalankan program tersebut, para mahasiswa telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan pendidikan, pembelajaran, pendampingan siswa, serta pengembangan kompetensi peserta didik di lingkungan sekolah.
Kegiatan penarikan mahasiswa Lantip 8 Universitas Negeri Semarang ini menjadi momentum penutup sekaligus bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara Unnes dan SMKN Jateng di Semarang. Kehadiran para mahasiswa tidak hanya memberikan pengalaman praktik kependidikan, tetapi juga turut mendukung pelaksanaan berbagai program sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Selama menjalankan PLP, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesional sebagai calon pendidik melalui pengalaman langsung di lingkungan sekolah. Mereka terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, pendampingan siswa, pengembangan keterampilan, hingga kegiatan pembiasaan karakter.
Koordinator Guru Pamong Lantip 8 Unnes SMKN Jateng di Semarang, Laely Rohmatin Apriliani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan program dengan baik selama berada di sekolah.
Menurut Laely, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti program Lantip 8 tidak hanya terbatas pada proses belajar mengajar di ruang kelas. Lebih dari itu, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi sosial dan kepribadian melalui interaksi langsung dengan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa Lantip 8 Unnes yang telah melaksanakan kegiatan dengan baik. Selama kurang lebih tujuh bulan, mahasiswa tidak hanya belajar merencanakan dan melaksanakan pembelajaran di kelas, tetapi juga mengembangkan kompetensi sosial dan kepribadian melalui berbagai kegiatan di sekolah,” ungkap Laely.
Ia menambahkan, mahasiswa telah terlibat dalam berbagai bentuk pengembangan diri, pendampingan murid, serta pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami bahwa tugas seorang pendidik tidak hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mendampingi perkembangan potensi dan karakter peserta didik.
Selama menjalankan kegiatan PLP di SMKN Jateng di Semarang, mahasiswa Lantip 8 Unnes turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan siswa sesuai dengan kebutuhan masing-masing jurusan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pendampingan belajar Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkolaborasi dengan guru pengampu untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi pelaksanaan TKA. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memberikan penguatan pembelajaran dan meningkatkan kesiapan akademik siswa tingkat akhir.
Kontribusi lainnya terlihat dalam kegiatan pelatihan AutoCAD bagi siswa jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP). Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendukung pengembangan keterampilan teknis siswa, khususnya dalam pengenalan dan pemanfaatan perangkat lunak yang relevan dengan bidang keahlian mereka.
Selain pengembangan kompetensi akademik dan teknis, mahasiswa juga berkontribusi dalam kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa. Salah satunya melalui pendampingan latihan menari. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan seni, serta kepercayaan diri.
Kolaborasi pembelajaran antara guru dan mahasiswa di jurusan listrik juga terlaksana dengan baik. Sinergi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana kehadiran mahasiswa PLP dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman praktik kependidikan di lingkungan sekolah kejuruan.
Kontribusi mahasiswa Lantip 8 Unnes juga terlihat dalam kegiatan kokurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Mereka turut menginisiasi dan mendampingi kegiatan pembiasaan G7KAIH melalui aktivitas olahraga terstandar. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatan siswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Program tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan siswa SMK yang nantinya akan menghadapi proses seleksi rekrutmen kerja. Dalam sejumlah bidang pekerjaan, kesiapan fisik dan kondisi kesehatan menjadi aspek yang turut diperhatikan oleh perusahaan atau lembaga perekrut.
Melalui kegiatan olahraga yang terarah dan terukur, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membangun kedisiplinan dalam berolahraga.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran di sekolah kejuruan tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan karakter siswa dalam menghadapi dunia kerja.
Dalam momentum penarikan mahasiswa Lantip 8 Universitas Negeri Semarang tersebut, Drs. Bambang Sugiyarto, M.T. menyampaikan terima kasih atas kemitraan dan kerja sama yang telah terjalin antara Unnes dan SMKN Jateng di Semarang melalui program Lantip 8.
Ia berharap kolaborasi yang telah memberikan manfaat bagi kedua lembaga tersebut dapat terus berlanjut pada kesempatan berikutnya.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin dalam program Lantip 8 ini. Semoga kerja sama antara Universitas Negeri Semarang dan SMKN Jateng di Semarang dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan,” ungkap Bambang.
Harapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai mitra dalam menyiapkan calon pendidik yang profesional dan kompeten.
Program seperti Lantip 8 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung dinamika dunia pendidikan. Di sisi lain, sekolah memperoleh dukungan sumber daya dan gagasan baru dalam pelaksanaan pembelajaran maupun pengembangan program pendidikan.
Berakhirnya kegiatan PLP di SMKN Jateng di Semarang bukan sekadar menandai selesainya masa penugasan 33 mahasiswa Lantip 8 Unnes. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas berbagai pengalaman, pembelajaran, dan kontribusi yang telah diberikan selama kurang lebih tujuh bulan.
Bagi mahasiswa, pengalaman berinteraksi langsung dengan peserta didik, berkolaborasi bersama guru, serta terlibat dalam berbagai kegiatan sekolah merupakan bekal penting untuk menghadapi tantangan profesi pendidik di masa mendatang.
Sementara itu, bagi SMKN Jateng di Semarang, kehadiran mahasiswa Lantip 8 menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pendidikan yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan kompetensi dan potensi siswa.
Melalui penarikan mahasiswa Lantip 8 Universitas Negeri Semarang ini, diharapkan hubungan kemitraan antara Unnes dan SMKN Jateng di Semarang semakin erat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah perlu terus dikembangkan sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi calon guru, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Terima kasih kepada seluruh mahasiswa Lantip 8 Unnes atas dedikasi, kebersamaan, dan kontribusi yang telah diberikan. Pengalaman dan pengabdian selama berada di SMKN Jateng di Semarang diharapkan menjadi bekal berharga dalam perjalanan menuju dunia profesional.
Selamat melanjutkan langkah dan pengabdian. Semoga ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan PLP menjadi fondasi untuk tumbuh sebagai pendidik masa depan yang profesional, inspiratif, dan berdedikasi.

Beri Komentar